
Berita Terkini
Wujud Kepedulian Sosial, BAZNAS Tangsel Bantu Warga Yang Hidup Sendirian Pasca Kecelakaan
BAZNAS Kota Tangerang Selatan kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang membutuhkan melalui respon cepat bantuan sosial bagi warga di Kelurahan Pondok Ranji, RT 003 RW 003, Kecamatan Ciputat Timur, pada Senin, 25 Mei 2026. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Tangerang Selatan berkolaborasi bersama pihak Kelurahan Pondok Ranji untuk membantu warga yang tengah mengalami kesulitan ekonomi akibat kondisi kesehatan dan keterbatasan penghasilan.
Bantuan diberikan kepada Syafrudin, warga yang kini hidup seorang diri tanpa penghasilan tetap setelah mengalami kecelakaan pada bagian kaki yang membuat aktivitas dan pekerjaannya terganggu. Melihat kondisi tersebut, Tim BAZNAS Kota Tangerang Selatan bergerak cepat memberikan bantuan berupa uang tunai dan paket sembako guna meringankan kebutuhan sehari-hari penerima manfaat.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Tarjuni, Kepala Bidang Pendistribusian Noor Syaibani, serta pihak kesejahteraan sosial Kelurahan Pondok Ranji dan Kecamatan Ciputat Timur.
Wakil Ketua III BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Tarjuni, menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS merupakan bentuk kepedulian dan upaya untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan dapat segera mendapatkan bantuan.
“BAZNAS hadir untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan Pak Syafrudin dan menjadi penyemangat agar beliau tetap kuat menjalani kehidupan,” ujar Tarjuni.
Kolaborasi antara BAZNAS Kota Tangerang Selatan dan pihak kelurahan menjadi langkah nyata dalam memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat terus terjalin agar penanganan terhadap warga yang membutuhkan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Syafrudin selaku penerima manfaat turut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepadanya.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS dan pihak kelurahan yang sudah peduli membantu saya. Bantuan ini sangat berarti untuk kebutuhan sehari-hari saya,” ungkap Syafrudin.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Tangerang Selatan berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga semakin banyak warga yang terbantu dan merasakan manfaat dari hadirnya zakat, infak, dan sedekah.
25/05/2026 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Tahun Kedua HIMPAUDI Tangsel Tebar Kepedulian Lewat Sedekah Daging
Semangat berbagi dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kota Tangerang Selatan melalui Program Sedekah Daging Iduladha. Pada Senin, 25 Mei 2026, HIMPAUDI Kota Tangerang Selatan menyalurkan donasi Sedekah Daging sebesar Rp10.353.000 kepada BAZNAS Kota Tangerang Selatan.
Donasi tersebut diserahkan langsung ke Kantor BAZNAS Kota Tangerang Selatan dan diterima oleh Kepala Bidang I BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Supriadi. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian HIMPAUDI terhadap masyarakat yang membutuhkan sekaligus dukungan terhadap program kemanusiaan dan berbagi di momentum Iduladha.
Program Sedekah Daging ini juga menjadi tahun kedua bagi HIMPAUDI Kota Tangerang Selatan dalam berpartisipasi menebarkan manfaat bersama BAZNAS Kota Tangerang Selatan. Konsistensi tersebut menunjukkan semangat berbagi yang terus tumbuh di lingkungan pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini.
Kepala Bidang I BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Supriadi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan kepedulian yang diberikan HIMPAUDI Kota Tangerang Selatan melalui program Sedekah Daging.
“Kami mengucapkan terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS Kota Tangerang Selatan. Semoga sedekah yang diberikan menjadi keberkahan dan membawa manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Supriadi.
Melalui program ini, donasi yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk pengadaan hewan kurban dan pendistribusian daging kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kota Tangerang Selatan.
Partisipasi HIMPAUDI Kota Tangerang Selatan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai komunitas dan lembaga lainnya untuk turut berbagi kebahagiaan dan menghadirkan manfaat bagi sesama, khususnya pada momentum Iduladha yang penuh makna kepedulian dan pengorbanan.
25/05/2026 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Puasa Sunah Tarwiyah : Amalan Sunah Menjelang Iduladha
Bulan Zulhijah merupakan salah satu bulan yang istimewa dalam Islam. Di dalamnya terdapat banyak keutamaan dan kesempatan besar bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal ibadah. 10 hari pertama Zulhijah bahkan disebut sebagai hari-hari terbaik yang sangat dicintai Allah SWT untuk melakukan amal saleh.
Salah satu amalan sunah yang dianjurkan menjelang Hari Raya Iduladha adalah Puasa Tarwiyah. Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 8 Zulhijah, sehari sebelum Puasa Arafah. Meskipun hukumnya sunah, Puasa Tarwiyah memiliki nilai dan keutamaan yang besar bagi umat Islam yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama Zulhijah.” (HR. Bukhari)
Hadis tersebut menunjukkan betapa mulianya amalan yang dilakukan pada awal bulan Zulhijah. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, seperti salat sunah, membaca Al-Qur’an, berzikir, bersedekah, hingga menjalankan puasa sunah Tarwiyah dan Arafah.
Puasa Tarwiyah menjadi salah satu bentuk ikhtiar seorang hamba dalam menyambut Hari Raya Iduladha dengan hati yang lebih bersih dan penuh ketakwaan. Selain menahan lapar dan dahaga, puasa ini juga melatih kesabaran, keikhlasan, serta pengendalian diri agar semakin dekat kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“(Mereka berdatangan) supaya menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang telah dianugerahkan-Nya kepada mereka berupa binatang ternak. Makanlah sebagian darinya dan (sebagian lainnya) berilah makan orang yang sengsara lagi fakir.” (QS. Al-Hajj: 28)
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa hari-hari di bulan Zulhijah adalah waktu yang istimewa untuk memperbanyak ibadah dan mengingat Allah SWT. Momentum ini tidak hanya dimanfaatkan oleh jamaah haji di Tanah Suci, tetapi juga oleh umat Islam di seluruh dunia melalui berbagai amalan sunah.
Selain puasa dan ibadah lainnya, Zulhijah juga identik dengan ibadah kurban yang menjadi salah satu syiar utama Hari Raya Iduladha. Allah SWT berfirman:
“Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).” (QS. Al-Kautsar: 2)
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa kurban merupakan bentuk ibadah yang dianjurkan sebagai wujud syukur, ketaatan, dan penghambaan kepada Allah SWT. Kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Tidak ada suatu amalan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan kurban.” (HR. Tirmidzi)
Momentum Puasa Tarwiyah dapat menjadi pengingat bagi umat Muslim untuk mulai mempersiapkan diri menyambut Iduladha, termasuk menumbuhkan semangat berkurban. Sebab di balik setiap hewan kurban yang disalurkan, terdapat banyak manfaat dan kebahagiaan yang dirasakan oleh masyarakat, khususnya mereka yang jarang menikmati hidangan daging.
Puasa Tarwiyah juga menjadi pembuka menuju Puasa Arafah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah. Kedua puasa ini menjadi kesempatan berharga untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak doa menjelang Hari Raya Iduladha.
Selain mengharap pahala dan keberkahan, menjalankan Puasa Tarwiyah juga menjadi bentuk kecintaan seorang Muslim terhadap sunnah Rasulullah SAW. Di tengah kesibukan dan aktivitas sehari-hari, hadirnya puasa sunah ini menjadi pengingat agar hati tetap terhubung dengan Allah SWT dan tidak lalai dalam beribadah.
Hari-hari pertama Zulhijah merupakan momentum yang sangat berharga dan tidak datang setiap waktu. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkannya sebaik mungkin dengan memperbanyak amal saleh. Sebab bisa jadi, amalan kecil yang dilakukan dengan ikhlas pada hari-hari mulia ini memiliki nilai yang besar di sisi Allah SWT.
Mari sambut Hari Raya Iduladha dengan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan. Tunaikan puasa sunah Tarwiyah, perbanyak doa dan sedekah, serta hidupkan semangat berkurban sebagai bentuk ketaatan dan kepedulian terhadap sesama. Semoga melalui amalan-amalan di bulan Zulhijah ini, hati menjadi lebih tenang, iman semakin kuat, dan kita termasuk hamba yang mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.
24/05/2026 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Agenda Pimpinan

BAZNAS Kota Tangerang Selatan Terima Audiensi Guru PAI Bahas Optimalisasi Zakat Fitrah 2025
Tangerang Selatan, 10 Februari 2025— Badan Amil Zakat Nasional Kota Tangerang Selatan menerima audiensi dari para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Kota Tangerang Selatan pada Senin (10/2) di Kantor BAZNAS Kota Tangerang Selatan. Pertemuan ini diterima secara langsung oleh Wakil Ketua II, dr. Ahmad Rifai, serta Wakil Ketua III, Tarjuni.
Audiensi ini membahas optimalisasi zakat fitrah tahun 2025 dengan fokus pada upaya memaksimalkan potensi penghimpunan zakat melalui sekolah dan madrasah. Para guru PAI yang hadir menyampaikan aspirasi serta berbagai gagasan dalam meningkatkan keterlibatan lembaga pendidikan dalam pengumpulan zakat fitrah agar lebih terstruktur dan optimal.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua II BAZNAS Kota Tangerang Selatan, dr. Ahmad Rifai, menyampaikan pentingnya sinergi antara BAZNAS dan para pendidik dalam mengedukasi siswa serta masyarakat tentang kewajiban zakat fitrah. "Sekolah dan madrasah memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman dini tentang zakat fitrah serta menjadi salah satu kanal utama dalam penghimpunan zakat," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua III, Tarjuni, menekankan pentingnya penyusunan mekanisme penghimpunan yang lebih efektif serta transparansi dalam pendistribusian zakat fitrah. "Kami berharap kerja sama antara BAZNAS dan guru PAI dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan umat dalam menunaikan zakat fitrah sesuai ketentuan syariat," katanya.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara BAZNAS Kota Tangerang Selatan dan dunia pendidikan guna meningkatkan kesejahteraan umat melalui pengelolaan zakat yang lebih optimal.
10-02-2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan

BAZNAS Kota Tangerang Selatan Hadiri Launching Pembinaan Mualaf Suku Baduy Desa Leuwidamar
Lebak, 30 Desember 2024 - BAZNAS Kota Tangerang Selatan turut menghadiri acara Launching Pembinaan Muallaf yang diselenggarakan oleh BAZNAS Provinsi Banten pada Senin, 31 Maret 2024. Acara ini bertempat di Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, dengan dihadiri oleh 120 muallaf yang merupakan eks anggota suku Baduy.
Para mualaf ini berasal dari wilayah pedalaman Desa Kenekes, tempat komunitas suku Baduy bermukim. Setelah memeluk agama Islam, mereka memilih untuk meninggalkan wilayah asal dan kini tinggal di sekitar Desa Leuwidamar, Kecamatan Leuwidamar. Secara turun-temurun, mereka telah berbaur dengan masyarakat setempat.
Program pembinaan muallaf ini dirancang untuk berlangsung selama empat bulan. Dalam pelaksanaannya, para muallaf akan mendapatkan bimbingan intensif dari empat orang pembina yang telah ditunjuk. Pembinaan mencakup aspek spiritual, sosial, dan keterampilan hidup, guna mendukung proses adaptasi mereka dalam menjalani kehidupan sebagai umat Muslim.
Kegiatan ini sepenuhnya didanai oleh dana zakat yang dikelola oleh BAZNAS Pusat dan BAZNAS Provinsi Banten. Dukungan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan serta kualitas kehidupan para muallaf, sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga-lembaga pengelola zakat dalam melayani masyarakat yang membutuhkan.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Banten menyampaikan pentingnya peran pembinaan mualaf dalam membangun keimanan yang kokoh serta memberikan dukungan yang berkelanjutan. "Kami berkomitmen untuk terus mendampingi saudara-saudara muallaf agar dapat hidup mandiri dan menjadi bagian yang harmonis dari masyarakat," ujarnya.
Hadirnya BAZNAS Kota Tangerang Selatan dalam kegiatan ini mencerminkan sinergi antar lembaga zakat di wilayah Banten untuk memberikan kontribusi nyata dalam pembinaan umat. Kehadiran ini juga menegaskan komitmen bersama dalam mewujudkan program-program keberlanjutan yang berlandaskan pada nilai-nilai zakat.
Dengan adanya program pembinaan ini, diharapkan para mualaf dapat menjalani kehidupan baru mereka dengan penuh semangat dan keyakinan, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya.
30-12-2024 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan

BAZNAS Kota Tangerang Selatan Hadiri Peluncuran Depok UMKM Center
Depok, 24 Desember 2024 — Badan Amil Zakat Nasional Kota Tangerang Selatan turut menghadiri peluncuran Depok UMKM Center yang digagas oleh BAZNAS Kota Depok pada Selasa (24/12). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pendayagunaan zakat di bidang ekonomi untuk memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Depok UMKM Center hadir sebagai ruang kolaborasi yang mendukung pertumbuhan UMKM di Kota Depok, dilengkapi dengan digitalisasi aplikasi yang memudahkan para pelaku usaha dalam mengakses berbagai layanan dan peluang usaha. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap kemajuan ekonomi lokal.
Wakil Ketua II BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Ahmad Rifai, hadir dalam acara tersebut dan menyampaikan apresiasinya atas inisiatif ini. Menurutnya, peluncuran Depok UMKM Center menjadi pembelajaran sekaligus inspirasi bagi BAZNAS Tangerang Selatan untuk terus berinovasi dalam mendukung pengembangan UMKM.
“Program seperti ini sangat relevan dengan manifestasi dari pendayagunaan zakat, yaitu menjadikan mustahik yang berdaya sehingga ke depannya mereka dapat berkembang menjadi munfik atau bahkan muzakki,” ujar Ahmad Rifai.
BAZNAS Kota Tangerang Selatan berharap dapat mengadopsi inovasi serupa untuk membantu para pelaku UMKM di wilayahnya. Dengan kolaborasi dan pembelajaran antar-BAZNAS daerah, upaya pemberdayaan ekonomi berbasis zakat dapat semakin optimal.
Peluncuran ini juga menjadi momen strategis untuk mempererat sinergi antar lembaga dalam mendukung agenda pemberdayaan ekonomi umat, khususnya di sektor UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
24-12-2024 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Artikel Terbaru
Kurban Lebih dari Sekadar Ibadah, Ini Makna Besarnya bagi Kehidupan
Hari Raya Iduladha menjadi salah satu momentum istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Di hari yang penuh keberkahan ini, umat Muslim melaksanakan ibadah kurban sebagai bentuk ketakwaan dan ketaatan kepada Allah SWT. Namun sejatinya, kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan semata. Lebih dari itu, kurban mengandung makna yang begitu luas, mendalam, dan penuh nilai kemanusiaan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada suatu amalan anak Adam yang paling dicintai oleh Allah pada hari Nahr (Iduladha) selain menyembelih kurban.” (HR. Tirmidzi)
Hadis tersebut menunjukkan betapa mulianya ibadah kurban di sisi Allah SWT. Kurban menjadi salah satu amalan terbaik yang dilakukan pada Hari Raya Iduladha sebagai bentuk penghambaan seorang hamba kepada Sang Pencipta.
Ibadah kurban mengajarkan tentang keikhlasan dan pengorbanan. Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi teladan besar bagi umat manusia tentang arti ketaatan tanpa syarat kepada Allah SWT. Ketika Nabi Ibrahim diperintahkan untuk mengorbankan putranya yang sangat dicintai, beliau menjalankan perintah tersebut dengan penuh keimanan. Begitu pula Nabi Ismail AS yang menerima perintah Allah dengan penuh kesabaran dan ketundukan.
Dari kisah tersebut, umat Islam belajar bahwa kurban bukan hanya tentang materi, melainkan tentang kesediaan untuk mendahulukan perintah Allah di atas kepentingan pribadi. Kurban menjadi simbol ketulusan hati, keikhlasan, serta bentuk nyata ketakwaan seorang Muslim.
Di sisi lain, kurban juga memiliki nilai sosial yang sangat besar. Daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat menjadi wujud kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi mereka yang membutuhkan. Banyak saudara kita yang mungkin hanya dapat menikmati hidangan daging saat Hari Raya Iduladha tiba. Melalui kurban, kebahagiaan itu dapat dirasakan bersama tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.
Momentum Iduladha mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya tentang menerima, tetapi juga memberi. Saat seseorang berkurban, ia sedang menghadirkan senyum dan kebahagiaan bagi banyak orang. Ada rasa syukur, kebersamaan, dan kehangatan yang tumbuh di tengah masyarakat melalui pembagian hewan kurban.
Kurban juga menjadi sarana mempererat ukhuwah dan solidaritas sosial. Semangat gotong royong dalam proses penyembelihan hingga pendistribusian daging menciptakan kebersamaan yang begitu indah di tengah masyarakat. Semua saling membantu, bekerja sama, dan berbagi demi menghadirkan manfaat bagi sesama.
Lebih dari sekadar ritual tahunan, kurban adalah pengingat bahwa dalam setiap rezeki yang Allah titipkan, terdapat hak orang lain yang perlu diperhatikan. Kurban mengajarkan tentang rasa empati, kepedulian, dan pentingnya berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
Melalui ibadah kurban, umat Islam diajak untuk tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga memperkuat hubungan dengan sesama manusia. Karena sejatinya, ibadah yang baik adalah ibadah yang mampu menghadirkan manfaat dan kebahagiaan bagi orang lain.
Mari jadikan momentum Iduladha sebagai kesempatan untuk menumbuhkan keikhlasan, memperkuat kepedulian sosial, dan menebarkan kebahagiaan kepada sesama. Sebab kurban bukan hanya sekadar ibadah, tetapi juga tentang cinta, kepedulian, dan kemanusiaan.
Berkurban hari ini, menebar manfaat dan kebahagiaan untuk banyak hati.
21/05/2026 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
KEJAR PAHALA DI 10 HARI TERBAIK ZULHIJAH
Bulan Zulhijah merupakan salah satu bulan istimewa dalam kalender Hijriah yang penuh dengan keberkahan dan kemuliaan. Di dalamnya terdapat berbagai ibadah besar umat Islam, seperti ibadah haji, puasa sunnah Zulhijah, Puasa Arafah, hingga pelaksanaan kurban pada Hari Raya Iduladha.
Di antara seluruh hari dalam bulan Zulhijah, 10 hari pertama memiliki keutamaan yang sangat luar biasa. Bahkan, Rasulullah SAW menyebut hari-hari tersebut sebagai waktu terbaik untuk memperbanyak amal saleh.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah selain sepuluh hari pertama Zulhijah.” (HR. Bukhari)
Hadis ini menunjukkan bahwa setiap amal kebaikan yang dilakukan pada 10 hari pertama Zulhijah memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah SWT. Karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk memanfaatkan momen ini dengan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan adalah Puasa Zulhijah. Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 9 Zulhijah, sebelum Hari Raya Iduladha. Khusus pada tanggal 9 Zulhijah, umat Islam dianjurkan melaksanakan Puasa Arafah yang memiliki keutamaan besar, yaitu dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang bagi orang yang menjalankannya dengan ikhlas.
Selain puasa, terdapat banyak amalan lain yang bisa dilakukan selama 10 hari pertama Zulhijah. Momen istimewa ini dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berikut beberapa amalan sunnah yang dianjurkan:
1. Puasa Sunnah Zulhijah
Puasa sunnah Zulhijah dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 9 Zulhijah sebelum Hari Raya Iduladha. Amalan ini menjadi salah satu ibadah yang sangat dianjurkan karena dilakukan pada hari-hari terbaik di sisi Allah SWT. Khusus pada tanggal 9 Zulhijah, umat Islam juga dianjurkan melaksanakan Puasa Arafah yang memiliki keutamaan besar, yaitu diampuni dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang dengan izin Allah SWT.
Catat tanggalnya:
Puasa Zulhijah (1–7 Zulhijah): 18 – 24 Mei 2026
Puasa Tarwiyah (8 Zulhijah): 25 Mei 2026
Puasa Arafah (9 Zulhijah): 26 Mei 2026
2. Zikir dan Doa
Sepuluh hari pertama Zulhijah menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak zikir seperti takbir, tahmid, tahlil, dan istigfar. Selain itu, umat Muslim juga dianjurkan memperbanyak doa kepada Allah SWT. Zikir dan doa dapat menjadi cara untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memohon keberkahan, ampunan, dan kemudahan dalam kehidupan.
3. Sedekah
Bersedekah di bulan Zulhijah merupakan amalan mulia yang memiliki pahala besar. Sedekah tidak selalu berupa uang, tetapi juga bisa dalam bentuk makanan, bantuan, maupun kepedulian kepada sesama. Melalui sedekah, kita dapat membantu orang yang membutuhkan sekaligus menumbuhkan rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan.
4. Membaca Al-Qur’an
Membaca dan memahami Al-Qur’an menjadi amalan yang sangat baik dilakukan di hari-hari penuh keberkahan ini. Dengan memperbanyak tilawah Al-Qur’an, hati menjadi lebih tenang, iman semakin kuat, dan kehidupan menjadi lebih terarah. Momen Zulhijah juga bisa dijadikan kesempatan untuk lebih dekat dengan kalam Allah SWT.
5. Berkurban
Ibadah kurban merupakan salah satu amalan utama di bulan Zulhijah bagi umat Muslim yang mampu. Berkurban mengajarkan nilai keikhlasan, ketaatan, dan kepedulian sosial. Daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat juga menjadi bentuk kebahagiaan dan kebermanfaatan bagi sesama, khususnya bagi mereka yang membutuhkan.
Momentum 10 hari pertama Zulhijah merupakan kesempatan emas yang tidak datang setiap saat. Hari-hari ini menjadi ladang pahala bagi siapa saja yang ingin memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadahnya.
Jangan sampai waktu yang penuh kemuliaan ini berlalu begitu saja tanpa amal terbaik. Mari manfaatkan 10 hari pertama Zulhijah dengan memperbanyak ibadah, memperbaiki hati, dan menebar kebaikan kepada sesama.
? Yang mau puasa sunnah Zulhijah, catat tanggalnya biar gak ketinggalan!
20/05/2026 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
GREEN ZAKAT : TAHUKAH ANDA SEDEKAH BISA DIMULAI DARI SAMPAH?
BAZNAS Kota Tangerang Selatan terus menghadirkan inovasi dalam menebar manfaat melalui Program Green Zakat dan Gerakan Sedekah Sampah. Program ini menjadi langkah nyata dalam mengintegrasikan kepedulian lingkungan dengan semangat zakat, infak, dan sedekah untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berdayaguna.
Program Gerakan Sedekah Sampah hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan sampah yang terus meningkat di Indonesia. Berdasarkan data, Indonesia menghasilkan sekitar 68 juta ton sampah setiap tahunnya yang berdampak pada pencemaran air, tanah, dan udara serta mengancam kesehatan masyarakat. Melalui program ini, masyarakat diajak untuk mengubah sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai menjadi sumber manfaat, keberkahan, dan pemberdayaan sosial.
Program Green Zakat yang diinisiasi oleh BAZNAS Kota Tangerang Selatan juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 11, 12, dan 13.
SDGs Tujuan 11 — Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan
Program Sedekah Sampah mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman melalui pengelolaan sampah yang lebih baik. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah, kawasan permukiman dapat menjadi lebih tertata serta mengurangi dampak pencemaran lingkungan.
SDGs Tujuan 12 — Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
Gerakan ini mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola limbah rumah tangga maupun perkantoran. Sampah yang sebelumnya dibuang begitu saja kini dipilah dan dimanfaatkan kembali sehingga mampu mengurangi penumpukan sampah sekaligus mendukung pola hidup yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
SDGs Tujuan 13 — Penanganan Perubahan Iklim
Pengelolaan sampah yang baik membantu mengurangi pencemaran lingkungan dan emisi yang dihasilkan dari penumpukan maupun pembakaran sampah. Melalui langkah sederhana seperti memilah dan menyetorkan sampah, masyarakat turut berkontribusi dalam menjaga bumi dan mendukung aksi menghadapi perubahan iklim.
Melalui sistem yang terstruktur, Program Gerakan Sedekah Sampah memudahkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan sekaligus bersedekah.
Alur dan Sistem Gerakan Sedekah Sampah
1. Pilah Sampah Masyarakat memilah sampah dari rumah tangga maupun kantor dengan memisahkan sampah organik dan anorganik agar lebih mudah dikelola dan memiliki nilai manfaat.
2. Kumpulkan dan Setorkan Sampah yang telah dipilah kemudian dikumpulkan dan disetorkan ke bank sampah atau titik kumpul yang telah bekerja sama dengan BAZNAS.
3. Penimbangan dan Konversi Nilai Sampah yang disetorkan akan ditimbang dan dikonversi menjadi nilai rupiah sesuai jenis dan berat sampah yang terkumpul.
4. Penyaluran Sedekah Nilai hasil konversi sampah akan disalurkan sebagai sedekah kepada mustahik dan masyarakat yang membutuhkan melalui program-program sosial BAZNAS.
5. Dampak dan Kebermanfaatan Melalui program ini, masyarakat tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mendukung pemberdayaan ekonomi serta menghadirkan manfaat sosial yang berkelanjutan.
Wakil Ketua I BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Taufik Setyaudin menyampaikan bahwa Gerakan Sedekah Sampah bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga membangun budaya kepedulian sosial di tengah masyarakat. “Melalui program ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk melihat bahwa kebaikan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk dari sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai. Dengan sedekah sampah, kita bersama-sama menjaga lingkungan sekaligus membantu sesama,” ujarnya.
Dengan mengusung semangat “Langkah Kecil Sejuta Manfaat”, BAZNAS Kota Tangerang Selatan berharap Gerakan Sedekah Sampah dapat menjadi gerakan bersama dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan penuh kebermanfaatan bagi masyarakat luas.
Yuk, kumpulkan dan setorkan sampahmu ke BAZNAS Kota Tangerang Selatan. Ubah sampah menjadi berkah dan kebaikan untuk sesama.
???? Kantor BAZNAS Kota Tangerang Selatan Jl. Maruga Raya, Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Kode Pos 15414.
11/05/2026 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
BAZNAS TV
Zakatmu Bantu Kesejahteraan Umat | Program Pedistribusian dan Pendayagunaan Baznas Tangsel
Penulis: Baznas Tangsel



