100 Hari Lagi Menuju Ramadhan! Sudah Bayar Fidyah Belum?
13/11/2025 | Penulis: BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Ramadhan Kian Dekat, Yuk Bersih-bersih Amal dengan Fidyah!
Tidak terasa, sebentar lagi umat Muslim akan menyambut datangnya Bulan Ramadhan, bulan penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Waktu terasa cepat berlalu, kini hanya tersisa sekitar 100 hari lagi sebelum azan maghrib pertama di bulan suci itu kembali terdengar. Nah, sebelum Ramadhan tiba, yuk kita cek kembali ibadah kita di tahun lalu. Apakah masih ada puasa yang belum sempat diganti? Jika iya, mungkin sudah waktunya untuk membayar fidyah.
APA ITU FIDYAH?
Fidyah berasal dari kata fadaa yang berarti mengganti atau menebus. Dalam ajaran Islam, fidyah adalah bentuk tanggung jawab bagi orang yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa dan tidak memungkinkan untuk menggantinya di hari lain. Jadi, fidyah bukan sekadar “bayar puasa” dengan uang, tetapi bentuk tebusan berupa memberi makan kepada orang miskin.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 184:
“(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin...”
Ayat ini menjelaskan bahwa bagi orang yang benar-benar tidak sanggup berpuasa karena alasan tertentu, diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Namun, sebagai gantinya, wajib membayar fidyah.
SIAPA YANG WAJIB MEMBAYAR FIDYAH?
Tidak semua orang yang meninggalkan puasa wajib membayar fidyah. Hanya mereka yang tidak mampu berpuasa secara permanen atau tidak memungkinkan untuk menggantinya di kemudian hari. Berikut beberapa contohnya:
- Orang tua renta, yang sudah tidak kuat lagi menjalankan puasa.
- Orang sakit parah, dengan kondisi yang kecil kemungkinan untuk sembuh.
- Ibu hamil atau menyusui, yang dikhawatirkan berpuasa dapat membahayakan diri sendiri atau bayinya (berdasarkan saran dokter)
BERAPA BESAR FIDYAH YANG HARUS DIBAYAR?
Para ulama memiliki perhitungan berbeda tentang jumlah fidyah, tapi prinsipnya sama: mengganti setiap 1 hari puasa yang ditinggalkan dengan memberi makan 1 orang miskin.
· Menurut Imam Malik, Imam As-Syafi'I, fidyah yang harus dibayarkan sebesar 1 mud gandum (kira-kira 6 ons = 675 gram = 0,75 kg atau seukuran telapak tangan yang ditengadahkan saat berdoa).
· Sedangkan menurut Ulama Hanafiyah, fidyah yang harus dikeluarkan sebesar 2 mud atau setara 1/2 sha' gandum. (Jika 1 sha' setara 4 mud = sekitar 3 kg, maka 1/2 sha' berarti sekitar 1,5 kg). Aturan kedua ini biasanya digunakan untuk orang yang membayar fidyah berupa beras.
· Cara membayar fidyah ibu hamil bisa berupa makanan pokok. Misal, ia tidak puasa 30 hari, maka ia harus menyediakan fidyah 30 takar di mana masing-masing 1,5 kg. Fidyah boleh dibayarkan kepada 30 orang fakir miskin atau beberapa orang saja (misal 2 orang, berarti masing-masing dapat 15 takar).
· Menurut kalangan Hanafiyah, fidyah boleh dibayarkan dalam bentuk uang sesuai dengan takaran yang berlaku seperti 1,5 kilogram makanan pokok per hari dikonversi menjadi rupiah.
Fidyah juga boleh dibayarkan dalam bentuk uang. Berdasarkan SK Ketua BAZNAS No. 10 Tahun 2024 tentang Nilai Zakat dan Fidyah untuk wilayah JABODETABEK, ditetapkan bahwa nilai fidyah adalah Rp60.000,- per hari per jiwa.
Membayar fidyah bukan hanya soal kewajiban, tapi juga bentuk kepedulian dan rasa syukur. Dengan menunaikannya sebelum Ramadhan tiba, kita menyambut bulan suci dengan hati yang bersih tanpa beban tanggungan ibadah sebelumnya.
Karena itu, yuk, selagi masih ada waktu, pastikan fidyah atau puasa yang tertinggal sudah diselesaikan. Agar nanti, saat Ramadhan datang, kita bisa fokus beribadah dengan tenang, tanpa rasa waswas, dan dengan hati penuh keikhlasan.
Berita Lainnya
Jumat Berkah Dan Lomba Kemerdekaan Dengan 100 Yatim Dhuafa Di Taman Baca Al Qomariah
Tak Lagi Menunggu Kaya Kini Mustahik Pun Ikut Berinfak Lewat Sekantong Sampah
BAZNAS Kota Tangerang Selatan Dukung Generasi Qur’ani melalui Beasiswa Santri Tahfiz di Pamulang
BAZNAS Tanggap Bencana Kota Tangerang Selatan Salurkan Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan di Kelurahan Keranggan
Alat Bantu Dengar untuk Adik Aqilah Menjadi Bukti Zakat Menghadirkan Manfaat Nyata
Renovasi Rumah Yang Lebih Layak Huni Untuk Harapan Dua Anak
BAZNAS Kota Tangerang Selatan Salurkan Jumat Berkah untuk 100 Anak Penyandang Disabilitas
Dari Bencana Sumatera Hingga NTT Siswa Dan Guru Al-Fath BSD Konsisten Bergerak Untuk Kemanusiaan
BAZNAS Kota Tangerang Selatan Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Bantu Mobilitas Bapak Ukarni
Setelah Tiga Hari Pencarian Korban Tenggelam di Kali Cisadane Berhasil Ditemukan Berkat Sinergi Tim Gabungan
Dorong Lingkungan Lebih Sehat BAZNAS Kota Tangerang Selatan Hadirkan Sanitasi Modern Bio Kasta di Kelurahan Muncul
Debu Vulkanik Masih Tersebar, BAZNAS Tanggap Bencana Kota Tangerang Selatan Bagikan Masker Untuk Warga
Jelang Persalinan Rumah Rubuh Keluarga Hasan Basri Direnovasi BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Kaki Palsu Ini Bukan Sekadar Bantuan Melainkan Langkah Baru Bagi Pak Amrullah Untuk Terus Mencari Nafkah Dengan Semangat
Alat Bantu Dengar Dari Zakat Anda Mengantarkan Dua Anak Mendengar Lebih Jelas

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Tangerang Selatan.
Lihat Daftar Rekening →