WhatsApp Icon
Dari Bencana Sumatera Hingga NTT Siswa Dan Guru Al-Fath BSD Konsisten Bergerak Untuk Kemanusiaan

Tangerang Selatan — Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh keluarga besar SD dan SMP Al Fath BSD. Melalui aksi penggalangan dana yang melibatkan para siswa dan guru, berhasil terkumpul donasi kebencanaan untuk saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur sebesar Rp48.596.500.

Donasi tersebut diserahkan kepada BAZNAS Kota Tangerang Selatan pada Rabu, 9 September 2026. Penggalangan dana ini menjadi bentuk kepedulian para murid dan guru Al Fath BSD terhadap kondisi masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Semangat kemanusiaan tersebut bukan kali pertama ditunjukkan oleh para siswa Al Fath BSD. Sebelumnya, saat bencana melanda sejumlah wilayah di Sumatera, keluarga besar Al Fath BSD juga turut menghimpun donasi sebesar Rp40.000.000 untuk membantu masyarakat terdampak. Konsistensi tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama terus ditanamkan dan diwujudkan melalui aksi nyata di lingkungan sekolah.

Salah satu perwakilan Al Fath BSD menyampaikan bahwa keterlibatan para siswa dalam penggalangan donasi merupakan bagian dari upaya menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. “Anak-anak ingin ikut peduli terhadap saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Semoga donasi yang terkumpul ini dapat membantu dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana di NTT,” ujarnya.

Melalui donasi tersebut, para siswa belajar bahwa kepedulian tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata. Setiap rupiah yang terkumpul menjadi bentuk solidaritas dari anak-anak dan guru di Tangerang Selatan untuk saudara-saudara mereka yang berada jauh di Nusa Tenggara Timur.

BAZNAS Kota Tangerang Selatan mengapresiasi kepercayaan dan kepedulian keluarga besar SD dan SMP Al Fath BSD. Donasi yang telah diserahkan akan menjadi bagian dari dukungan kemanusiaan BAZNAS untuk masyarakat terdampak bencana di NTT, sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Kepedulian yang tumbuh dari lingkungan pendidikan ini menjadi pengingat bahwa semangat kemanusiaan dapat dimulai dari hal sederhana. Dari siswa dan guru di Al Fath BSD, bantuan kembali dikirimkan untuk mereka yang sedang membutuhkan. Semoga kebaikan ini menjadi manfaat bagi masyarakat NTT sekaligus menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk terus peduli dan berbagi.

11/09/2026 | Kontributor: BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Dorong Lingkungan Lebih Sehat BAZNAS Kota Tangerang Selatan Hadirkan Sanitasi Modern Bio Kasta di Kelurahan Muncul

Tangerang Selatan — Sanitasi menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Namun, masih terdapat masyarakat yang belum memiliki fasilitas sanitasi yang layak karena berbagai kendala, mulai dari keterbatasan ekonomi hingga keterbatasan lahan untuk membangun septic tank konvensional.

Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kota Tangerang Selatan menghadirkan program sanitasi bagi masyarakat di Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu. Kegiatan sosialisasi dan penyaluran program sanitasi dilaksanakan pada Kamis, 10 September 2026, sebagai bentuk upaya BAZNAS dalam membantu masyarakat mendapatkan fasilitas sanitasi yang lebih layak dan sesuai dengan kondisi lingkungan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kota Tangerang Selatan Mohamad Subhan, Wakil Ketua III Tarjuni, Lurah Muncul, Kepala Puskesmas Setu, serta narasumber dari Bio Kasta. Dalam kegiatan ini, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai pentingnya sanitasi sekaligus pengenalan teknologi Bio Kasta sebagai salah satu solusi pengolahan limbah rumah tangga.

Bio Kasta adalah merek atau jenis tangki septik modern (septic tank) ramah lingkungan yang menggunakan teknologi pengolahan biologis untuk mengurai limbah kotoran tanpa memerlukan proses penyedotan berkala. Kehadiran teknologi ini menjadi salah satu alternatif untuk membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan maupun membutuhkan sistem sanitasi yang lebih praktis dan ramah lingkungan.

Kepala Puskesmas Setu menyampaikan bahwa keberadaan fasilitas sanitasi yang layak memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan lingkungan masyarakat. Menurutnya, sanitasi yang baik merupakan salah satu langkah penting dalam mencegah berbagai persoalan kesehatan yang dapat muncul akibat lingkungan yang tidak terjaga.

“Sanitasi sangat mempengaruhi kesehatan lingkungan. Karena itu, Puskesmas memberikan data kepada BAZNAS Kota Tangerang Selatan untuk ditinjau melalui program sanitasi dengan sistem Bio Kasta,” ujarnya.

Data yang diberikan Puskesmas Setu kemudian menjadi salah satu bahan bagi BAZNAS Kota Tangerang Selatan dalam meninjau kondisi dan kebutuhan masyarakat. Melalui sinergi tersebut, program sanitasi dapat diarahkan kepada masyarakat yang membutuhkan dan diharapkan mampu memberikan manfaat secara langsung.

Program ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kota Tangerang Selatan dalam menyalurkan manfaat zakat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Tidak hanya membantu dari sisi ekonomi, zakat juga dihadirkan melalui program yang mendukung kesehatan, kebersihan, dan kualitas lingkungan tempat masyarakat tinggal.

Dengan hadirnya fasilitas sanitasi melalui sistem Bio Kasta, masyarakat diharapkan dapat memiliki lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman. BAZNAS Kota Tangerang Selatan juga terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah wilayah dan fasilitas kesehatan agar program-program yang disalurkan dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.

10/09/2026 | Kontributor: BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Debu Vulkanik Masih Tersebar, BAZNAS Tanggap Bencana Kota Tangerang Selatan Bagikan Masker Untuk Warga

Debu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebar di sejumlah wilayah Jabodetabek turut menjadi perhatian karena masyarakat masih harus menjalankan berbagai aktivitas di luar rumah. Kondisi tersebut membuat perlindungan diri menjadi hal penting, khususnya bagi masyarakat yang setiap hari beraktivitas dan berinteraksi langsung dengan lingkungan luar.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat, Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kota Tangerang Selatan bergerak melakukan distribusi masker gratis di sejumlah titik wilayah Tangerang Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya tanggap bencana sekaligus bentuk kehadiran BAZNAS dalam membantu masyarakat menghadapi kondisi lingkungan akibat paparan abu vulkanik.

Distribusi masker dilakukan di beberapa titik, di antaranya Ciputat, Cipayung bersama Kampung Tanggap Bencana (KATANA), Jombang, dan Ciater. Tim menyasar masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas di ruang terbuka, mulai dari pengendara sepeda motor, pedagang kaki lima, pejalan kaki, hingga masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi pembagian.

Masker diberikan secara langsung kepada masyarakat sebagai perlindungan sederhana yang diharapkan dapat membantu mengurangi paparan debu dan partikel abu vulkanik selama berada di luar rumah. Kehadiran tim di tengah masyarakat juga menjadi bentuk ikhtiar untuk meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan bersama dalam menghadapi kondisi bencana.

Bagi sebagian masyarakat, aktivitas di luar rumah tidak dapat sepenuhnya dihentikan. Pedagang tetap harus berjualan, pengendara harus melakukan perjalanan, dan berbagai kebutuhan sehari-hari tetap harus dipenuhi. Karena itu, bantuan masker menjadi salah satu langkah kecil yang dapat memberikan perlindungan sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat tidak menghadapi kondisi ini sendirian.

Melalui aksi berbagi masker ini, BAZNAS Tanggap Bencana Kota Tangerang terus berupaya hadir dalam situasi yang membutuhkan kepedulian dan respons cepat. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menguatkan semangat untuk saling menjaga di tengah kondisi yang sedang dihadapi.

BAZNAS mengajak masyarakat untuk tetap waspada, memperhatikan kondisi lingkungan, serta menggunakan perlindungan yang diperlukan ketika melakukan aktivitas di luar rumah. Kepedulian dan kewaspadaan bersama menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dan keselamatan, khususnya bagi masyarakat yang harus tetap beraktivitas di tengah paparan abu vulkanik.

Semoga kondisi segera membaik, paparan abu vulkanik dapat segera berkurang, dan seluruh masyarakat senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta perlindungan.

08/09/2026 | Kontributor: BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Jelang Persalinan Rumah Rubuh Keluarga Hasan Basri Direnovasi BAZNAS Kota Tangerang Selatan

Hujan deras yang mengguyur wilayah Tangerang Selatan dalam waktu cukup lama membawa dampak bagi keluarga Hasan Basri, warga Kelurahan Kademangan. Rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal keluarganya mengalami kerusakan hingga roboh akibat tidak mampu menahan derasnya hujan. Kondisi tersebut turut menyebabkan sejumlah barang dan isi rumah mengalami kerusakan.

Rumah tersebut saat ini ditempati oleh cucu Hasan Basri bersama suaminya. Di tengah musibah yang terjadi, sang cucu juga sedang menantikan kelahiran buah hatinya yang telah memasuki usia kehamilan sembilan bulan. Kondisi rumah yang mengalami kerusakan tentu menjadi kekhawatiran tersendiri, terlebih waktu persalinan semakin dekat.

Rumah yang sebelumnya menjadi tempat berlindung kini membutuhkan perbaikan agar kembali dapat digunakan dengan aman. Kerusakan yang terjadi tidak hanya berdampak pada kondisi bangunan, tetapi juga membuat keluarga harus menghadapi ketidaknyamanan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kota Tangerang Selatan hadir melalui program Renovasi Rumah Layak Huni untuk membantu keluarga Hasan Basri memperbaiki hunian yang mengalami kerusakan. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar berupa tempat tinggal yang aman dan layak.

Penyerahan bantuan renovasi rumah secara simbolis dilaksanakan pada Senin, 31 Agustus 2026. Bantuan diserahkan oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Ahmad Rifai, dan diterima langsung oleh cucu Hasan Basri yang saat ini tengah mengandung sembilan bulan.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Rifai menyampaikan bahwa bantuan renovasi rumah ini diharapkan dapat segera direalisasikan sehingga keluarga dapat kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman. Terlebih, kondisi kehamilan yang sudah memasuki usia sembilan bulan membuat proses renovasi perlu dilakukan dengan sebaik dan secepat mungkin.

“Kami berharap proses renovasi rumah ini dapat segera dilaksanakan dan berjalan dengan lancar. Saat ini cucu Pak Hasan Basri sedang mengandung sembilan bulan, sehingga kami berharap ketika waktunya melahirkan nanti, rumah ini sudah dapat ditempati dalam kondisi yang lebih aman dan nyaman,” ujar Ahmad Rifai.

Menurut Ahmad Rifai, bantuan tersebut bukan sekadar perbaikan bangunan, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian kepada keluarga yang sedang menghadapi musibah sekaligus mempersiapkan kelahiran anggota keluarga baru. Kehadiran rumah yang layak diharapkan dapat memberikan rasa aman dan ketenangan bagi keluarga dalam menyambut kelahiran sang buah hati.

“Program Renovasi Rumah Layak Huni merupakan salah satu bentuk nyata bagaimana zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban keluarga dan menjadi awal untuk kembali membangun kehidupan yang lebih baik setelah rumah mereka mengalami kerusakan,” tambahnya.

Program Renovasi Rumah Layak Huni BAZNAS Kota Tangerang Selatan merupakan salah satu bentuk pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan diarahkan untuk membantu mustahik mendapatkan hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman sehingga dapat mendukung kualitas kehidupan keluarga.

Bagi keluarga Hasan Basri, bantuan tersebut membawa harapan baru setelah rumah yang ditempati mengalami kerusakan akibat hujan deras. Terlebih bagi sang cucu yang dalam waktu dekat akan menjalani persalinan, rumah yang aman dan nyaman menjadi kebutuhan yang semakin penting.

Renovasi diharapkan dapat segera dilakukan sehingga sebelum atau saat sang cucu melahirkan, keluarga sudah dapat menempati rumah yang lebih layak. Dengan demikian, kehadiran anggota keluarga baru nantinya dapat disambut dalam suasana yang lebih tenang, nyaman, dan penuh kebahagiaan.

Kepedulian yang diberikan melalui program ini juga menjadi gambaran bahwa zakat, infak, dan sedekah tidak hanya memberikan bantuan dalam bentuk materi, tetapi dapat menjadi bagian dari proses pemulihan kehidupan masyarakat setelah menghadapi musibah. Dukungan para muzaki dan donatur melalui BAZNAS turut membuka jalan bagi keluarga yang membutuhkan untuk kembali memiliki tempat tinggal yang layak.

BAZNAS Kota Tangerang Selatan terus berkomitmen menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Melalui program Renovasi Rumah Layak Huni, BAZNAS berharap semakin banyak keluarga yang membutuhkan dapat memiliki hunian yang lebih aman dan nyaman, sekaligus mendapatkan harapan baru untuk melanjutkan kehidupan bersama keluarga tercinta.

03/09/2026 | Kontributor: BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Renovasi Rumah Yang Lebih Layak Huni Untuk Harapan Dua Anak

TANGERANG SELATAN — Bagi Ibu Asih, rumah bukan sekadar tempat tinggal. Rumah menjadi tempat berlindung sekaligus tempat ia membesarkan dan mendampingi kedua anaknya yang masih duduk di bangku SMP. Meski kondisi hunian yang ditempatinya belum dapat dikategorikan sebagai rumah layak huni, Ibu Asih tetap berusaha menjadikan rumah tersebut sebagai tempat yang nyaman bagi kedua buah hatinya.

Ibu Asih merupakan warga Kelurahan Jelupang yang sehari-hari bekerja sebagai asisten rumah tangga di tiga tempat. Pekerjaan tersebut ia jalani untuk memenuhi kebutuhan keluarga, terutama memastikan kedua anaknya tetap dapat memperoleh pendidikan. Di tengah keterbatasan yang dimiliki, ia terus berupaya memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mempertahankan pendidikan kedua anaknya.

Namun, perjuangan tersebut harus dijalani dengan kondisi tempat tinggal yang memprihatinkan. Rumah yang ditempati Ibu Asih dan kedua anaknya memiliki bagian atap yang terbuat dari asbes dan kondisinya sudah sangat ringkih. Kerusakan pada atap terjadi secara bertahap, sementara kemampuan untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh masih terbatas.

Setiap kali terdapat bagian asbes yang patah, Ibu Asih berupaya memperbaikinya dengan menggunakan sisa asbes yang masih ada. Perbaikan dilakukan seadanya agar rumah tetap dapat digunakan sebagai tempat berlindung. Seiring waktu, tumpukan sisa asbes tersebut justru membuat kondisi atap semakin rentan dan menyebabkan keretakan di sejumlah bagian.

Ketika hujan turun, kebocoran terjadi di berbagai titik rumah. Air hujan masuk melalui celah-celah atap dan membuat kondisi di dalam rumah menjadi tidak nyaman. Sementara ketika cuaca terik, panas matahari dapat menembus bagian atap yang sudah tidak lagi mampu memberikan perlindungan dengan baik.

Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Ibu Asih yang harus menjalani aktivitas bekerja di tiga tempat demi memenuhi kebutuhan kedua anaknya yang masih bersekolah. Di tengah kesibukannya mencari nafkah, ia juga harus memastikan rumah yang menjadi tempat kedua anaknya beristirahat tetap dapat memberikan perlindungan.

Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kota Tangerang Selatan melalui program Renovasi Rumah Layak Huni menyalurkan bantuan kepada Ibu Asih dan kedua anaknya. Bantuan ini diberikan sebagai upaya membantu memperbaiki kondisi hunian agar menjadi tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi keluarga.

Dalam penyaluran bantuan tersebut, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Ahmad Rifai, didampingi staf Bidang II, turut hadir melihat kondisi rumah sekaligus menyerahkan bantuan renovasi kepada keluarga Ibu Asih.

Ahmad Rifai menyampaikan bahwa program Renovasi Rumah Layak Huni merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian BAZNAS Kota Tangerang Selatan kepada masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, hunian yang aman dan layak merupakan bagian penting dalam mendukung kehidupan keluarga, termasuk anak-anak agar dapat tumbuh dan belajar dengan lebih nyaman.

“Kami melihat bagaimana Ibu Asih terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan kedua anaknya, termasuk memastikan mereka tetap mendapatkan pendidikan. Melalui bantuan renovasi ini, kami berharap rumah yang ditempati dapat menjadi lebih aman dan nyaman, sehingga Ibu Asih dan kedua anaknya memiliki tempat berlindung yang lebih layak,” ujar Ahmad Rifai.

Ia menambahkan bahwa bantuan yang disalurkan BAZNAS merupakan amanah dari masyarakat yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Karena itu, setiap bantuan diupayakan agar dapat memberikan manfaat yang nyata dan menyentuh kebutuhan dasar para mustahik.

“Semoga bantuan ini tidak hanya memperbaiki kondisi rumah, tetapi juga memberikan semangat dan harapan baru bagi keluarga Ibu Asih. Kami juga mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS agar semakin banyak keluarga yang dapat merasakan manfaatnya,” tambahnya.

Bagi Ibu Asih, rumah yang lebih layak berarti lebih dari sekadar bangunan yang diperbaiki. Hunian tersebut menjadi tempat kedua anaknya menjalani masa sekolah dan tempat mereka kembali setelah menjalani aktivitas sehari-hari. Di tengah perjuangannya bekerja di tiga tempat, adanya tempat tinggal yang lebih aman diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi Ibu Asih dalam menjalankan perannya sebagai orang tua.

Program Renovasi Rumah Layak Huni menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana zakat, infak, dan sedekah dapat menghadirkan perubahan dalam kehidupan mustahik. Dari kepedulian para muzaki, lahir hunian yang lebih layak sekaligus harapan baru bagi keluarga yang sedang berjuang.

BAZNAS Kota Tangerang Selatan berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, termasuk melalui pemenuhan kebutuhan dasar dan pemberdayaan mustahik. Sebab, setiap kebaikan yang ditunaikan melalui zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi jalan hadirnya kehidupan yang lebih baik bagi sesama.

02/09/2026 | Kontributor: BAZNAS Kota Tangerang Selatan

Berita Terbaru

Dari Bencana Sumatera Hingga NTT Siswa Dan Guru Al-Fath BSD Konsisten Bergerak Untuk Kemanusiaan
Dari Bencana Sumatera Hingga NTT Siswa Dan Guru Al-Fath BSD Konsisten Bergerak Untuk Kemanusiaan
Tangerang Selatan — Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh keluarga besar SD dan SMP Al Fath BSD. Melalui aksi penggalangan dana yang melibatkan para siswa dan guru, berhasil terkumpul donasi kebencanaan untuk saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur sebesar Rp48.596.500. Donasi tersebut diserahkan kepada BAZNAS Kota Tangerang Selatan pada Rabu, 9 September 2026. Penggalangan dana ini menjadi bentuk kepedulian para murid dan guru Al Fath BSD terhadap kondisi masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Semangat kemanusiaan tersebut bukan kali pertama ditunjukkan oleh para siswa Al Fath BSD. Sebelumnya, saat bencana melanda sejumlah wilayah di Sumatera, keluarga besar Al Fath BSD juga turut menghimpun donasi sebesar Rp40.000.000 untuk membantu masyarakat terdampak. Konsistensi tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama terus ditanamkan dan diwujudkan melalui aksi nyata di lingkungan sekolah. Salah satu perwakilan Al Fath BSD menyampaikan bahwa keterlibatan para siswa dalam penggalangan donasi merupakan bagian dari upaya menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. “Anak-anak ingin ikut peduli terhadap saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Semoga donasi yang terkumpul ini dapat membantu dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana di NTT,” ujarnya. Melalui donasi tersebut, para siswa belajar bahwa kepedulian tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata. Setiap rupiah yang terkumpul menjadi bentuk solidaritas dari anak-anak dan guru di Tangerang Selatan untuk saudara-saudara mereka yang berada jauh di Nusa Tenggara Timur. BAZNAS Kota Tangerang Selatan mengapresiasi kepercayaan dan kepedulian keluarga besar SD dan SMP Al Fath BSD. Donasi yang telah diserahkan akan menjadi bagian dari dukungan kemanusiaan BAZNAS untuk masyarakat terdampak bencana di NTT, sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Kepedulian yang tumbuh dari lingkungan pendidikan ini menjadi pengingat bahwa semangat kemanusiaan dapat dimulai dari hal sederhana. Dari siswa dan guru di Al Fath BSD, bantuan kembali dikirimkan untuk mereka yang sedang membutuhkan. Semoga kebaikan ini menjadi manfaat bagi masyarakat NTT sekaligus menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk terus peduli dan berbagi.
BERITA11/09/2026 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Dorong Lingkungan Lebih Sehat BAZNAS Kota Tangerang Selatan Hadirkan Sanitasi Modern Bio Kasta di Kelurahan Muncul
Dorong Lingkungan Lebih Sehat BAZNAS Kota Tangerang Selatan Hadirkan Sanitasi Modern Bio Kasta di Kelurahan Muncul
Tangerang Selatan — Sanitasi menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Namun, masih terdapat masyarakat yang belum memiliki fasilitas sanitasi yang layak karena berbagai kendala, mulai dari keterbatasan ekonomi hingga keterbatasan lahan untuk membangun septic tank konvensional. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kota Tangerang Selatan menghadirkan program sanitasi bagi masyarakat di Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu. Kegiatan sosialisasi dan penyaluran program sanitasi dilaksanakan pada Kamis, 10 September 2026, sebagai bentuk upaya BAZNAS dalam membantu masyarakat mendapatkan fasilitas sanitasi yang lebih layak dan sesuai dengan kondisi lingkungan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kota Tangerang Selatan Mohamad Subhan, Wakil Ketua III Tarjuni, Lurah Muncul, Kepala Puskesmas Setu, serta narasumber dari Bio Kasta. Dalam kegiatan ini, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai pentingnya sanitasi sekaligus pengenalan teknologi Bio Kasta sebagai salah satu solusi pengolahan limbah rumah tangga. Bio Kasta adalah merek atau jenis tangki septik modern (septic tank) ramah lingkungan yang menggunakan teknologi pengolahan biologis untuk mengurai limbah kotoran tanpa memerlukan proses penyedotan berkala. Kehadiran teknologi ini menjadi salah satu alternatif untuk membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan maupun membutuhkan sistem sanitasi yang lebih praktis dan ramah lingkungan. Kepala Puskesmas Setu menyampaikan bahwa keberadaan fasilitas sanitasi yang layak memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan lingkungan masyarakat. Menurutnya, sanitasi yang baik merupakan salah satu langkah penting dalam mencegah berbagai persoalan kesehatan yang dapat muncul akibat lingkungan yang tidak terjaga. “Sanitasi sangat mempengaruhi kesehatan lingkungan. Karena itu, Puskesmas memberikan data kepada BAZNAS Kota Tangerang Selatan untuk ditinjau melalui program sanitasi dengan sistem Bio Kasta,” ujarnya. Data yang diberikan Puskesmas Setu kemudian menjadi salah satu bahan bagi BAZNAS Kota Tangerang Selatan dalam meninjau kondisi dan kebutuhan masyarakat. Melalui sinergi tersebut, program sanitasi dapat diarahkan kepada masyarakat yang membutuhkan dan diharapkan mampu memberikan manfaat secara langsung. Program ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kota Tangerang Selatan dalam menyalurkan manfaat zakat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Tidak hanya membantu dari sisi ekonomi, zakat juga dihadirkan melalui program yang mendukung kesehatan, kebersihan, dan kualitas lingkungan tempat masyarakat tinggal. Dengan hadirnya fasilitas sanitasi melalui sistem Bio Kasta, masyarakat diharapkan dapat memiliki lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman. BAZNAS Kota Tangerang Selatan juga terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah wilayah dan fasilitas kesehatan agar program-program yang disalurkan dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.
BERITA10/09/2026 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Debu Vulkanik Masih Tersebar, BAZNAS Tanggap Bencana Kota Tangerang Selatan Bagikan Masker Untuk Warga
Debu Vulkanik Masih Tersebar, BAZNAS Tanggap Bencana Kota Tangerang Selatan Bagikan Masker Untuk Warga
Debu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebar di sejumlah wilayah Jabodetabek turut menjadi perhatian karena masyarakat masih harus menjalankan berbagai aktivitas di luar rumah. Kondisi tersebut membuat perlindungan diri menjadi hal penting, khususnya bagi masyarakat yang setiap hari beraktivitas dan berinteraksi langsung dengan lingkungan luar. Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat, Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kota Tangerang Selatan bergerak melakukan distribusi masker gratis di sejumlah titik wilayah Tangerang Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya tanggap bencana sekaligus bentuk kehadiran BAZNAS dalam membantu masyarakat menghadapi kondisi lingkungan akibat paparan abu vulkanik. Distribusi masker dilakukan di beberapa titik, di antaranya Ciputat, Cipayung bersama Kampung Tanggap Bencana (KATANA), Jombang, dan Ciater. Tim menyasar masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas di ruang terbuka, mulai dari pengendara sepeda motor, pedagang kaki lima, pejalan kaki, hingga masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi pembagian. Masker diberikan secara langsung kepada masyarakat sebagai perlindungan sederhana yang diharapkan dapat membantu mengurangi paparan debu dan partikel abu vulkanik selama berada di luar rumah. Kehadiran tim di tengah masyarakat juga menjadi bentuk ikhtiar untuk meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan bersama dalam menghadapi kondisi bencana. Bagi sebagian masyarakat, aktivitas di luar rumah tidak dapat sepenuhnya dihentikan. Pedagang tetap harus berjualan, pengendara harus melakukan perjalanan, dan berbagai kebutuhan sehari-hari tetap harus dipenuhi. Karena itu, bantuan masker menjadi salah satu langkah kecil yang dapat memberikan perlindungan sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat tidak menghadapi kondisi ini sendirian. Melalui aksi berbagi masker ini, BAZNAS Tanggap Bencana Kota Tangerang terus berupaya hadir dalam situasi yang membutuhkan kepedulian dan respons cepat. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menguatkan semangat untuk saling menjaga di tengah kondisi yang sedang dihadapi. BAZNAS mengajak masyarakat untuk tetap waspada, memperhatikan kondisi lingkungan, serta menggunakan perlindungan yang diperlukan ketika melakukan aktivitas di luar rumah. Kepedulian dan kewaspadaan bersama menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dan keselamatan, khususnya bagi masyarakat yang harus tetap beraktivitas di tengah paparan abu vulkanik. Semoga kondisi segera membaik, paparan abu vulkanik dapat segera berkurang, dan seluruh masyarakat senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta perlindungan.
BERITA08/09/2026 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Jelang Persalinan Rumah Rubuh Keluarga Hasan Basri Direnovasi BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Jelang Persalinan Rumah Rubuh Keluarga Hasan Basri Direnovasi BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Hujan deras yang mengguyur wilayah Tangerang Selatan dalam waktu cukup lama membawa dampak bagi keluarga Hasan Basri, warga Kelurahan Kademangan. Rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal keluarganya mengalami kerusakan hingga roboh akibat tidak mampu menahan derasnya hujan. Kondisi tersebut turut menyebabkan sejumlah barang dan isi rumah mengalami kerusakan. Rumah tersebut saat ini ditempati oleh cucu Hasan Basri bersama suaminya. Di tengah musibah yang terjadi, sang cucu juga sedang menantikan kelahiran buah hatinya yang telah memasuki usia kehamilan sembilan bulan. Kondisi rumah yang mengalami kerusakan tentu menjadi kekhawatiran tersendiri, terlebih waktu persalinan semakin dekat. Rumah yang sebelumnya menjadi tempat berlindung kini membutuhkan perbaikan agar kembali dapat digunakan dengan aman. Kerusakan yang terjadi tidak hanya berdampak pada kondisi bangunan, tetapi juga membuat keluarga harus menghadapi ketidaknyamanan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kota Tangerang Selatan hadir melalui program Renovasi Rumah Layak Huni untuk membantu keluarga Hasan Basri memperbaiki hunian yang mengalami kerusakan. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar berupa tempat tinggal yang aman dan layak. Penyerahan bantuan renovasi rumah secara simbolis dilaksanakan pada Senin, 31 Agustus 2026. Bantuan diserahkan oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Ahmad Rifai, dan diterima langsung oleh cucu Hasan Basri yang saat ini tengah mengandung sembilan bulan. Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Rifai menyampaikan bahwa bantuan renovasi rumah ini diharapkan dapat segera direalisasikan sehingga keluarga dapat kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman. Terlebih, kondisi kehamilan yang sudah memasuki usia sembilan bulan membuat proses renovasi perlu dilakukan dengan sebaik dan secepat mungkin. “Kami berharap proses renovasi rumah ini dapat segera dilaksanakan dan berjalan dengan lancar. Saat ini cucu Pak Hasan Basri sedang mengandung sembilan bulan, sehingga kami berharap ketika waktunya melahirkan nanti, rumah ini sudah dapat ditempati dalam kondisi yang lebih aman dan nyaman,” ujar Ahmad Rifai. Menurut Ahmad Rifai, bantuan tersebut bukan sekadar perbaikan bangunan, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian kepada keluarga yang sedang menghadapi musibah sekaligus mempersiapkan kelahiran anggota keluarga baru. Kehadiran rumah yang layak diharapkan dapat memberikan rasa aman dan ketenangan bagi keluarga dalam menyambut kelahiran sang buah hati. “Program Renovasi Rumah Layak Huni merupakan salah satu bentuk nyata bagaimana zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban keluarga dan menjadi awal untuk kembali membangun kehidupan yang lebih baik setelah rumah mereka mengalami kerusakan,” tambahnya. Program Renovasi Rumah Layak Huni BAZNAS Kota Tangerang Selatan merupakan salah satu bentuk pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan diarahkan untuk membantu mustahik mendapatkan hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman sehingga dapat mendukung kualitas kehidupan keluarga. Bagi keluarga Hasan Basri, bantuan tersebut membawa harapan baru setelah rumah yang ditempati mengalami kerusakan akibat hujan deras. Terlebih bagi sang cucu yang dalam waktu dekat akan menjalani persalinan, rumah yang aman dan nyaman menjadi kebutuhan yang semakin penting. Renovasi diharapkan dapat segera dilakukan sehingga sebelum atau saat sang cucu melahirkan, keluarga sudah dapat menempati rumah yang lebih layak. Dengan demikian, kehadiran anggota keluarga baru nantinya dapat disambut dalam suasana yang lebih tenang, nyaman, dan penuh kebahagiaan. Kepedulian yang diberikan melalui program ini juga menjadi gambaran bahwa zakat, infak, dan sedekah tidak hanya memberikan bantuan dalam bentuk materi, tetapi dapat menjadi bagian dari proses pemulihan kehidupan masyarakat setelah menghadapi musibah. Dukungan para muzaki dan donatur melalui BAZNAS turut membuka jalan bagi keluarga yang membutuhkan untuk kembali memiliki tempat tinggal yang layak. BAZNAS Kota Tangerang Selatan terus berkomitmen menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Melalui program Renovasi Rumah Layak Huni, BAZNAS berharap semakin banyak keluarga yang membutuhkan dapat memiliki hunian yang lebih aman dan nyaman, sekaligus mendapatkan harapan baru untuk melanjutkan kehidupan bersama keluarga tercinta.
BERITA03/09/2026 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Renovasi Rumah Yang Lebih Layak Huni Untuk Harapan Dua Anak
Renovasi Rumah Yang Lebih Layak Huni Untuk Harapan Dua Anak
TANGERANG SELATAN — Bagi Ibu Asih, rumah bukan sekadar tempat tinggal. Rumah menjadi tempat berlindung sekaligus tempat ia membesarkan dan mendampingi kedua anaknya yang masih duduk di bangku SMP. Meski kondisi hunian yang ditempatinya belum dapat dikategorikan sebagai rumah layak huni, Ibu Asih tetap berusaha menjadikan rumah tersebut sebagai tempat yang nyaman bagi kedua buah hatinya. Ibu Asih merupakan warga Kelurahan Jelupang yang sehari-hari bekerja sebagai asisten rumah tangga di tiga tempat. Pekerjaan tersebut ia jalani untuk memenuhi kebutuhan keluarga, terutama memastikan kedua anaknya tetap dapat memperoleh pendidikan. Di tengah keterbatasan yang dimiliki, ia terus berupaya memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mempertahankan pendidikan kedua anaknya. Namun, perjuangan tersebut harus dijalani dengan kondisi tempat tinggal yang memprihatinkan. Rumah yang ditempati Ibu Asih dan kedua anaknya memiliki bagian atap yang terbuat dari asbes dan kondisinya sudah sangat ringkih. Kerusakan pada atap terjadi secara bertahap, sementara kemampuan untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh masih terbatas. Setiap kali terdapat bagian asbes yang patah, Ibu Asih berupaya memperbaikinya dengan menggunakan sisa asbes yang masih ada. Perbaikan dilakukan seadanya agar rumah tetap dapat digunakan sebagai tempat berlindung. Seiring waktu, tumpukan sisa asbes tersebut justru membuat kondisi atap semakin rentan dan menyebabkan keretakan di sejumlah bagian. Ketika hujan turun, kebocoran terjadi di berbagai titik rumah. Air hujan masuk melalui celah-celah atap dan membuat kondisi di dalam rumah menjadi tidak nyaman. Sementara ketika cuaca terik, panas matahari dapat menembus bagian atap yang sudah tidak lagi mampu memberikan perlindungan dengan baik. Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Ibu Asih yang harus menjalani aktivitas bekerja di tiga tempat demi memenuhi kebutuhan kedua anaknya yang masih bersekolah. Di tengah kesibukannya mencari nafkah, ia juga harus memastikan rumah yang menjadi tempat kedua anaknya beristirahat tetap dapat memberikan perlindungan. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kota Tangerang Selatan melalui program Renovasi Rumah Layak Huni menyalurkan bantuan kepada Ibu Asih dan kedua anaknya. Bantuan ini diberikan sebagai upaya membantu memperbaiki kondisi hunian agar menjadi tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi keluarga. Dalam penyaluran bantuan tersebut, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Ahmad Rifai, didampingi staf Bidang II, turut hadir melihat kondisi rumah sekaligus menyerahkan bantuan renovasi kepada keluarga Ibu Asih. Ahmad Rifai menyampaikan bahwa program Renovasi Rumah Layak Huni merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian BAZNAS Kota Tangerang Selatan kepada masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, hunian yang aman dan layak merupakan bagian penting dalam mendukung kehidupan keluarga, termasuk anak-anak agar dapat tumbuh dan belajar dengan lebih nyaman. “Kami melihat bagaimana Ibu Asih terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan kedua anaknya, termasuk memastikan mereka tetap mendapatkan pendidikan. Melalui bantuan renovasi ini, kami berharap rumah yang ditempati dapat menjadi lebih aman dan nyaman, sehingga Ibu Asih dan kedua anaknya memiliki tempat berlindung yang lebih layak,” ujar Ahmad Rifai. Ia menambahkan bahwa bantuan yang disalurkan BAZNAS merupakan amanah dari masyarakat yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Karena itu, setiap bantuan diupayakan agar dapat memberikan manfaat yang nyata dan menyentuh kebutuhan dasar para mustahik. “Semoga bantuan ini tidak hanya memperbaiki kondisi rumah, tetapi juga memberikan semangat dan harapan baru bagi keluarga Ibu Asih. Kami juga mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS agar semakin banyak keluarga yang dapat merasakan manfaatnya,” tambahnya. Bagi Ibu Asih, rumah yang lebih layak berarti lebih dari sekadar bangunan yang diperbaiki. Hunian tersebut menjadi tempat kedua anaknya menjalani masa sekolah dan tempat mereka kembali setelah menjalani aktivitas sehari-hari. Di tengah perjuangannya bekerja di tiga tempat, adanya tempat tinggal yang lebih aman diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi Ibu Asih dalam menjalankan perannya sebagai orang tua. Program Renovasi Rumah Layak Huni menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana zakat, infak, dan sedekah dapat menghadirkan perubahan dalam kehidupan mustahik. Dari kepedulian para muzaki, lahir hunian yang lebih layak sekaligus harapan baru bagi keluarga yang sedang berjuang. BAZNAS Kota Tangerang Selatan berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, termasuk melalui pemenuhan kebutuhan dasar dan pemberdayaan mustahik. Sebab, setiap kebaikan yang ditunaikan melalui zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi jalan hadirnya kehidupan yang lebih baik bagi sesama.
BERITA02/09/2026 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
BAZNAS Kota Tangerang Selatan Salurkan 78 Gerobak Usaha untuk Perkuat Kemandirian Ekonomi Mustahik
BAZNAS Kota Tangerang Selatan Salurkan 78 Gerobak Usaha untuk Perkuat Kemandirian Ekonomi Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tangerang Selatan kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan mustahik. Pada tahun 2026, sebanyak 78 gerobak usaha disalurkan kepada mustahik yang membutuhkan dukungan sarana usaha untuk mengembangkan dan menjalankan aktivitas ekonominya. Penyerahan gerobak usaha secara simbolis dilaksanakan pada Senin, 24 Agustus 2026, bertempat di Kantor BAZNAS Kota Tangerang Selatan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kota Tangerang Selatan Mohamad Subhan, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Ahmad Rifai, serta Ibu Wali Kota Tangerang Selatan. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan simbolis gerobak usaha kepada perwakilan dari 78 mustahik penerima manfaat. Program Gerobak Usaha merupakan salah satu bentuk penyaluran dana infak dan sedekah yang dipercayakan masyarakat melalui BAZNAS Kota Tangerang Selatan. Bantuan ini tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi diarahkan menjadi bantuan produktif yang diharapkan dapat menjadi sarana bagi mustahik untuk memperoleh penghasilan, mengembangkan usaha, serta secara bertahap meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Menariknya, gerobak yang diberikan kepada mustahik tidak dibuat dengan konsep yang seragam. Setiap gerobak didesain dan disesuaikan dengan jenis usaha yang akan dijalankan oleh masing-masing penerima manfaat, sehingga bantuan yang diberikan dapat lebih tepat guna dan mendukung kebutuhan usaha mereka. Dengan demikian, gerobak tidak sekadar menjadi fasilitas berjualan, tetapi menjadi bagian dari modal usaha yang diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi para mustahik. Wakil Ketua II BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Ahmad Rifai, menyampaikan bahwa program Gerobak Usaha merupakan bentuk nyata dari upaya BAZNAS untuk mengubah pola bantuan menjadi pemberdayaan yang berkelanjutan. “Gerobak usaha ini bukan hanya tentang memberikan sarana untuk berjualan, tetapi bagaimana bantuan yang berasal dari infak dan sedekah para muzaki dapat menjadi jalan bagi para mustahik untuk membangun kemandirian ekonomi. Kami berharap 78 gerobak yang disalurkan ini dapat benar-benar dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, dan memberikan manfaat bagi keluarga penerima,” ujar Ahmad Rifai. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan para muzaki menjadi bagian penting dalam keberlangsungan berbagai program pemberdayaan BAZNAS. Dana infak dan sedekah yang dititipkan melalui BAZNAS dikelola dan disalurkan kembali kepada masyarakat dalam berbagai bentuk program yang menyentuh kebutuhan mustahik, termasuk dalam bidang ekonomi. Melalui program tersebut, BAZNAS Kota Tangerang Selatan berharap para penerima manfaat tidak hanya mendapatkan bantuan pada saat ini, tetapi juga memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi pelaku usaha yang lebih mandiri. Gerobak usaha diharapkan dapat menjadi titik awal bagi mustahik untuk mengembangkan usaha, memperluas pelanggan, meningkatkan pendapatan, dan pada akhirnya meningkatkan taraf kehidupan keluarga. Program pemberdayaan ekonomi juga menjadi bagian dari semangat BAZNAS Kota Tangerang Selatan untuk menghadirkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Bantuan yang diberikan diharapkan mampu menciptakan perubahan dari mustahik yang menerima bantuan menjadi individu yang memiliki penghasilan dan semakin kuat secara ekonomi. “Semoga ke depan usaha para penerima manfaat semakin berkembang. Kami juga mengajak para muzaki dan masyarakat untuk terus mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS, karena setiap titipan yang diberikan insyaallah akan kembali menjadi manfaat bagi mereka yang membutuhkan,” tambah Ahmad Rifai. Penyaluran 78 gerobak usaha ini menjadi bukti bahwa kepedulian para muzaki dapat diwujudkan dalam bentuk program yang produktif dan berkelanjutan. Dari sebuah gerobak, diharapkan lahir usaha yang tumbuh, pendapatan yang meningkat, keluarga yang semakin sejahtera, serta mustahik yang perlahan mampu berdiri di atas kakinya sendiri. BAZNAS Kota Tangerang Selatan akan terus berupaya menghadirkan program-program pendistribusian dan pendayagunaan yang tepat sasaran, amanah, dan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat. Melalui kolaborasi antara muzaki, BAZNAS, dan para penerima manfaat, infak dan sedekah diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan, tetapi menjadi energi untuk membangun kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan umat.
BERITA24/08/2026 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Jumat Berkah Dan Lomba Kemerdekaan Dengan 100 Yatim Dhuafa Di Taman Baca Al Qomariah
Jumat Berkah Dan Lomba Kemerdekaan Dengan 100 Yatim Dhuafa Di Taman Baca Al Qomariah
CIPUTAT, TANGERANG SELATAN — Semangat berbagi dan memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan BAZNAS Kota Tangerang Selatan melalui program Jumat Berkah bersama 100 anak yatim dan dhuafa di Taman Baca Al Qomariyah, Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menghadirkan kebahagiaan sekaligus menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan semangat perjuangan kepada anak-anak. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Taufik Setyaudin, dan Wakil Ketua II BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Ahmad Rifai. Turut hadir Melati Nur Fauziah selaku perwakilan guru Taman Baca Al Qomariyah, ibu-ibu guru, ketua RT dan RW, serta tokoh agama di lingkungan Taman Baca Al Qomariyah. Dalam sambutannya, Ahmad Rifai menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Berkah tidak hanya menjadi bentuk penyaluran zakat dan kepedulian kepada penerima manfaat, tetapi juga menjadi ruang untuk menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak dalam menyambut hari kemerdekaan. “Kami ingin anak-anak yatim dan dhuafa dapat merasakan kebahagiaan di momen kemerdekaan ini. Melalui zakat yang ditunaikan para muzaki, BAZNAS berupaya menghadirkan manfaat melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujar Ahmad Rifai. Sementara itu, Melati Nur Fauziah menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian BAZNAS Kota Tangerang Selatan terhadap anak-anak di Taman Baca Al Qomariyah. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan bagi anak-anak. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian BAZNAS kepada anak-anak. Kegiatan ini bukan hanya memberikan kebahagiaan, tetapi juga mengajarkan anak-anak tentang kebersamaan, kepedulian, dan semangat untuk terus berjuang,” ungkap Melati. Dalam kegiatan tersebut, 100 anak yatim dan dhuafa mendapatkan paket makanan ringan serta uang saku sebagai bentuk perhatian dan kepedulian. Suasana semakin meriah dengan hadirnya narasumber yang menghibur dan mengajak anak-anak berinteraksi, sehingga menghadirkan tawa dan keceriaan. Selain itu, berbagai perlombaan khas kemerdekaan turut digelar. Perlombaan tersebut menjadi sarana untuk membangun kekompakan, kepedulian, keberanian, serta semangat perjuangan anak-anak dalam suasana yang penuh kegembiraan. BAZNAS Kota Tangerang Selatan menyampaikan terima kasih kepada para muzaki yang telah menitipkan zakat dan mempercayakan pengelolaannya kepada BAZNAS. Kepercayaan tersebut menjadi amanah yang terus diwujudkan melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan. Melalui semangat kemerdekaan, BAZNAS Kota Tangerang Selatan berkomitmen untuk terus memperluas manfaat zakat dan menghadirkan kebahagiaan bagi penerima manfaat. Karena melalui zakat yang ditunaikan, semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan kepedulian dan keberkahan.
BERITA21/08/2026 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
BAZNAS Kota Tangerang Selatan Dukung Generasi Qur’ani melalui Beasiswa Santri Tahfiz di Pamulang
BAZNAS Kota Tangerang Selatan Dukung Generasi Qur’ani melalui Beasiswa Santri Tahfiz di Pamulang
Pamulang, Tangerang Selatan — Semangat memperkuat pendidikan Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial kembali diwujudkan melalui kegiatan Kota Tangerang Selatan Mengaji yang diselenggarakan oleh Forum Persatuan Guru Ngaji (FPGN) Kota Tangerang Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 19 Agustus 2026, di Masjid Al-Mujahidin, Kecamatan Pamulang. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Tangerang Selatan turut berpartisipasi melalui pemberian beasiswa kepada 8 santri tahfiz peserta Kota Tangerang Selatan Mengaji. Para penerima beasiswa merupakan perwakilan dari 8 kelurahan di Kecamatan Pamulang, sebagai bentuk dukungan terhadap para santri yang memiliki semangat dalam mempelajari dan menghafalkan Al-Qur’an. Kota Tangerang Selatan Mengaji merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh FPGN Kota Tangerang Selatan dan dilaksanakan secara bergilir di setiap kecamatan. Pada bulan Agustus 2026, Kecamatan Pamulang menjadi wilayah yang mendapatkan giliran pelaksanaan. Selain menjadi sarana silaturahmi bagi para guru ngaji, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendukung pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda di Kota Tangerang Selatan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Tangerang Selatan, Camat Pamulang, serta sekitar 300 guru ngaji se-Kecamatan Pamulang. Kehadiran Wakil Wali Kota Tangerang Selatan bersama unsur pemerintah daerah dan para guru ngaji menunjukkan adanya sinergi dalam menjaga keberlangsungan pendidikan keagamaan di tengah masyarakat. Selain pemberian beasiswa kepada santri tahfiz, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Dalam kesempatan tersebut turut dilakukan penggalangan donasi untuk membantu masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT). Para peserta diajak untuk bersama-sama menyisihkan sebagian rezekinya sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap saudara-saudara yang membutuhkan bantuan. Taufik Setyaudin selaku Wakil Ketua I BAZNAS Kota Tangerang Selatan menyampaikan bahwa dukungan terhadap santri tahfiz dan penggalangan donasi untuk NTT merupakan dua bentuk kepedulian yang memiliki semangat yang sama, yaitu menghadirkan manfaat bagi sesama. “Hari ini kita tidak hanya memberikan dukungan kepada para santri tahfiz agar terus semangat belajar dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mengajak seluruh yang hadir untuk berbagi kepedulian kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga apa yang kita berikan, baik untuk pendidikan maupun kemanusiaan, dapat memberikan manfaat dan menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” ujar Taufik. Menurutnya, keberadaan guru ngaji memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga memiliki akhlak dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. Karena itu, sinergi antara pemerintah, BAZNAS, FPGN, guru ngaji, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan keagamaan yang berkelanjutan. Pemberian beasiswa kepada delapan santri tahfiz diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para penerima untuk terus meningkatkan semangat dalam menghafal Al-Qur’an. Dukungan tersebut juga diharapkan dapat mendorong para santri untuk terus berprestasi dan kelak menjadi generasi yang mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan umat. Sementara itu, penggalangan donasi untuk NTT menjadi pengingat bahwa semangat berbagi dapat tumbuh dari berbagai ruang, termasuk dari kegiatan keagamaan. Para guru ngaji dan masyarakat yang hadir diajak untuk menjadikan momentum tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang sedang menghadapi kesulitan dan membutuhkan dukungan. BAZNAS Kota Tangerang Selatan terus mendorong sinergi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas, baik dalam bidang pendidikan, keagamaan maupun kemanusiaan. Melalui kegiatan seperti Kota Tangerang Selatan Mengaji, semangat membangun generasi Qur’ani dapat berjalan beriringan dengan semangat berbagi dan membantu sesama. Kegiatan di Masjid Al-Mujahidin Pamulang ini menjadi momentum untuk memperkuat dua nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat, yaitu mencintai Al-Qur’an dan peduli terhadap sesama. Dari Pamulang, semangat tersebut diharapkan terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang lebih luas.
BERITA19/08/2026 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
BAZNAS Kota Tangerang Selatan Hadir Bantu Perbaikan Rumah Hasan Basari yang Rusak Akibat Hujan Deras
BAZNAS Kota Tangerang Selatan Hadir Bantu Perbaikan Rumah Hasan Basari yang Rusak Akibat Hujan Deras
Hujan deras yang mengguyur wilayah Tangerang Selatan pada Sabtu, 15 Agustus 2026, menyebabkan kerusakan pada rumah milik Hasan Basari, warga Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Atap rumah mengalami kerusakan hingga roboh dan menyebabkan air hujan merembes masuk melalui genteng sehingga kondisi rumah menjadi bocor. Saat kejadian berlangsung, rumah dalam keadaan kosong karena Hasan Basari sedang tidak berada di rumah. Kerusakan tersebut membuat kondisi tempat tinggalnya tidak lagi memberikan rasa aman dan nyaman, terutama ketika hujan kembali turun. Mengetahui kondisi tersebut, Ketua BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Mohamad Subhan, didampingi oleh staf BAZNAS Kota Tangerang Selatan, mendatangi kediaman Hasan Basari untuk melihat secara langsung kondisi kerusakan yang terjadi. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Tangerang Selatan dalam memastikan kebutuhan masyarakat yang mengalami kondisi darurat dapat segera mendapatkan perhatian dan penanganan. Setelah melihat kondisi rumah secara langsung, BAZNAS Kota Tangerang Selatan melalui Program Rumah Layak Huni akan membantu melakukan perbaikan rumah Hasan Basari. Program tersebut merupakan salah satu bentuk ikhtiar BAZNAS dalam membantu masyarakat yang membutuhkan agar dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan layak untuk dihuni. Ketua BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Mohamad Subhan, menyampaikan bahwa bantuan perbaikan rumah merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk menghadirkan manfaat zakat secara nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. “Kami melihat langsung kondisi rumah Pak Hasan yang mengalami kerusakan akibat hujan deras. Melalui Program Rumah Layak Huni, BAZNAS Kota Tangerang Selatan berupaya membantu memperbaiki rumah ini agar kembali aman dan layak untuk ditempati. Semoga bantuan ini dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi Pak Hasan dan keluarga,” ujar Mohamad Subhan. Perbaikan rumah ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kerusakan fisik, tetapi juga mengembalikan rasa aman bagi Hasan Basari untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari tanpa khawatir terhadap kondisi tempat tinggalnya, khususnya saat hujan turun. Bagi Hasan Basari, perhatian dan bantuan yang diberikan menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada BAZNAS Kota Tangerang Selatan dan para muzaki yang telah turut membantu melalui zakat dan sedekah yang ditunaikan. “Saya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Tangerang Selatan yang sudah datang melihat kondisi rumah saya dan membantu memperbaikinya. Semoga kebaikan para muzaki dan semua yang telah membantu dibalas oleh Allah SWT,” ungkap Hasan Basari. Melalui Program Rumah Layak Huni, BAZNAS Kota Tangerang Selatan terus berupaya mengubah kepedulian menjadi manfaat nyata. Zakat dan sedekah yang ditunaikan masyarakat tidak hanya menjadi bantuan, tetapi juga dapat menjadi jalan untuk menghadirkan tempat tinggal yang lebih aman serta kehidupan yang lebih baik bagi para mustahik. Dari kepedulian, hadir perlindungan. Dari zakat, tumbuh harapan.
BERITA15/08/2026 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
BAZNAS Kota Tangerang Selatan Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Bantu Mobilitas Bapak Ukarni
BAZNAS Kota Tangerang Selatan Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Bantu Mobilitas Bapak Ukarni
TANGERANG SELATAN — BAZNAS Kota Tangerang Selatan kembali menghadirkan manfaat melalui program kesehatan dengan menyalurkan bantuan kursi roda kepada Bapak Ukarni, warga Kecamatan Ciputat Timur yang mengalami stroke. Bantuan tersebut disalurkan pada Kamis, 13 Agustus 2026, sebagai bentuk kepedulian BAZNAS Kota Tangerang Selatan terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Kursi roda diharapkan dapat membantu Bapak Ukarni dalam meningkatkan mobilitas serta memberikan kemudahan dalam beraktivitas. Program kesehatan ini merupakan salah satu bentuk nyata pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya dalam aspek kesehatan. BAZNAS Kota Tangerang Selatan terus berupaya memastikan dana yang dihimpun dari para muzaki dan donatur dapat memberikan manfaat yang tepat sasaran bagi para penerima manfaat. Melalui bantuan tersebut, BAZNAS Kota Tangerang Selatan berharap dapat memberikan sedikit kemudahan bagi Bapak Ukarni dan keluarga. Lebih dari sekadar bantuan, dukungan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan kepedulian, memberikan manfaat, serta membantu masyarakat agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik. BAZNAS Kota Tangerang Selatan mengajak masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga yang terpercaya. Setiap kebaikan yang ditunaikan dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk membantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
BERITA13/08/2026 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Perkuat Sinergi Pengelolaan DAM dan Infak Haji, BAZNAS Kota Tangerang Selatan Bersama Stakeholder Sepakati Langkah Syari dan Amanah
Perkuat Sinergi Pengelolaan DAM dan Infak Haji, BAZNAS Kota Tangerang Selatan Bersama Stakeholder Sepakati Langkah Syari dan Amanah
TANGERANG SELATAN – BAZNAS Kota Tangerang Selatan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pengelolaan DAM dan Infak Haji pada Jumat, 31 Juli 2026, di Rawabuntu, Serpong, Kota Tangerang Selatan. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan tata kelola DAM dan infak haji yang syar'i, amanah, transparan, akuntabel, serta memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Rapat koordinasi dihadiri oleh perwakilan Kementerian Haji dan Umrah Kota Tangerang Selatan, Bagian Kesra Setda Kota Tangerang Selatan, MUI Kota Tangerang Selatan, Forum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Kota Tangerang Selatan, jajaran Pimpinan, serta Dewan Pengawas BAZNAS Kota Tangerang Selatan. Pertemuan ini menjadi ruang diskusi sekaligus penyamaan persepsi mengenai mekanisme pengelolaan DAM Haji sesuai syariat Islam dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Melalui pembahasan yang konstruktif, forum menghasilkan kesepakatan bahwa pelaksanaan DAM Haji dapat dilakukan melalui dua alternatif. Pertama, pelaksanaan DAM di Arab Saudi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kedua, pelaksanaan DAM di Indonesia melalui BAZNAS Kota Tangerang Selatan dengan tetap memenuhi ketentuan syariah serta regulasi yang berlaku. Kesepakatan tersebut diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi para jemaah sekaligus memastikan manfaat DAM dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan. Selain membahas DAM Haji, rapat juga mendorong penguatan kolaborasi dalam optimalisasi pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan DAM Haji sebagai instrumen pemberdayaan umat. Sinergi yang dibangun diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penghimpunan dan pendistribusian dana sosial keagamaan sehingga dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang Selatan. Ketua BAZNAS Kota Tangerang Selatan menyampaikan bahwa kolaborasi seluruh pihak merupakan kunci dalam menghadirkan tata kelola dana keagamaan yang profesional dan terpercaya. "Melalui rapat koordinasi ini, kami ingin membangun kesepahaman bersama bahwa pengelolaan DAM dan infak haji harus dilaksanakan secara syar'i, amanah, transparan, dan akuntabel. Dengan sinergi antara pemerintah, ulama, lembaga pendamping haji, dan BAZNAS, insya Allah manfaat DAM Haji maupun dana ZIS dapat semakin optimal dalam meningkatkan kesejahteraan umat," ujar Ketua BAZNAS Kota Tangerang Selatan. BAZNAS Kota Tangerang Selatan berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menghadirkan tata kelola zakat, infak, sedekah, dan DAM Haji yang profesional, akuntabel, serta memberikan kebermanfaatan yang berkelanjutan bagi masyarakat. Sinergi yang terbangun diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kesejahteraan umat melalui pengelolaan dana sosial keagamaan yang semakin optimal.
BERITA31/07/2026 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
BAZNAS Tanggap Bencana Kota Tangerang Selatan Salurkan Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan di Kelurahan Keranggan
BAZNAS Tanggap Bencana Kota Tangerang Selatan Salurkan Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan di Kelurahan Keranggan
Tangerang Selatan – BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kota Tangerang Selatan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di Kelurahan Keranggan pada Selasa (28/7/2026). Penyaluran ini merupakan bentuk respons cepat terhadap dampak musim kemarau panjang yang menyebabkan berkurangnya ketersediaan air bersih bagi warga. Dalam aksi kemanusiaan tersebut, Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kota Tangerang Selatan, Ade Sumanta, turun langsung ke lokasi terdampak untuk memastikan proses distribusi berjalan dengan baik dan bantuan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Sebanyak 222 kepala keluarga (KK) menerima manfaat dari penyaluran air bersih dengan kapasitas 8.000 liter yang didistribusikan ke 4 titik setiap harinya. Komandan BTB Kota Tangerang Selatan, Ade Sumanta, mengatakan bahwa kehadiran BTB di lokasi merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana. "Kekeringan bukan hanya tentang berkurangnya pasokan air, tetapi juga menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, BTB bersama BPBD hadir untuk memastikan warga tetap mendapatkan akses air bersih. Kami akan terus berkoordinasi dan bersinergi selama kondisi ini masih berlangsung agar bantuan dapat tersalurkan secara optimal," ujarnya. Sinergi antara BTB dan BPBD Kota Tangerang Selatan menjadi langkah nyata dalam memperkuat penanganan bencana di wilayah. Koordinasi yang baik diharapkan mampu mempercepat proses penanganan sekaligus meminimalkan dampak yang dirasakan masyarakat akibat kekeringan. BAZNAS Kota Tangerang Selatan berharap kondisi kekeringan yang melanda segera berakhir sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. Melalui kolaborasi dan kepedulian berbagai pihak, diharapkan setiap masyarakat yang terdampak dapat terus memperoleh bantuan yang dibutuhkan hingga situasi kembali membaik.
BERITA28/07/2026 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Setelah Tiga Hari Pencarian Korban Tenggelam di Kali Cisadane Berhasil Ditemukan Berkat Sinergi Tim Gabungan
Setelah Tiga Hari Pencarian Korban Tenggelam di Kali Cisadane Berhasil Ditemukan Berkat Sinergi Tim Gabungan
Alhamdulillah, proses pencarian terhadap seorang anak berusia 13 tahun yang dilaporkan hanyut di aliran Kali Cisadane telah membuahkan hasil. Korban berhasil ditemukan pada Senin pagi, 27 Juli 2026, setelah dilakukan upaya pencarian selama tiga hari oleh tim gabungan yang terdiri dari BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kota Tangerang Selatan bersama BPBD dan unsur terkait lainnya. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 25 Juli 2026. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban saat itu berada bersama beberapa temannya untuk bermain di sekitar lokasi dan kemudian melakukan aktivitas di aliran sungai hingga akhirnya terbawa arus. Sejak menerima laporan, tim gabungan segera melakukan koordinasi dan upaya pencarian secara intensif dengan tetap mengutamakan keselamatan personel serta memperhatikan kondisi di lapangan. Proses pencarian dilakukan dengan penuh kesungguhan melalui penyisiran di beberapa titik aliran sungai. Berkat sinergi, kerja sama, dan ikhtiar bersama, korban akhirnya berhasil ditemukan oleh tim gabungan pada Senin pagi. Penemuan tersebut menjadi akhir dari rangkaian pencarian yang selama beberapa hari terus dilakukan oleh para petugas dan relawan di lapangan. Selain mendukung proses pencarian, BAZNAS Tanggap Bencana Kota Tangerang Selatan juga menyalurkan bantuan kepada keluarga yang ditinggalkan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril. Kehadiran bantuan ini diharapkan dapat memberikan penguatan serta menjadi wujud nyata semangat saling peduli di tengah masyarakat. "Setiap proses pencarian adalah bentuk ikhtiar kemanusiaan yang dilakukan dengan penuh kepedulian, kehati-hatian, dan harapan terbaik bagi keluarga yang menanti. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi ujian ini." Ujar Supriadi, Kepala Bidang 1 BAZNAS Tanggap Bencana Kota Tangerang Selatan menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian, mulai dari BPBD, relawan, hingga masyarakat yang turut membantu dan memberikan dukungan. Semangat kolaborasi dan kemanusiaan yang terjalin menjadi pengingat bahwa kebersamaan memiliki peran penting dalam menghadapi setiap peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat.
BERITA27/07/2026 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Membangun Kampung Yang Siap Siaga Agar Keselamatan Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Membangun Kampung Yang Siap Siaga Agar Keselamatan Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Keselamatan masyarakat saat menghadapi bencana tidak hanya bergantung pada kecepatan tim penyelamat, tetapi juga pada kesiapsiagaan warga di lingkungan tempat tinggalnya. Berangkat dari semangat tersebut, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kota Tangerang Selatan terus memperkuat edukasi kebencanaan melalui Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) yang dilaksanakan di Pondok Payung Mas, Kelurahan Cipayung, pada Minggu, 26 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Puluhan peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK, Ketua RT, Ketua RW, Karang Taruna, hingga tokoh masyarakat mengikuti rangkaian materi yang disampaikan secara interaktif. Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai kajian risiko bencana, peran dan sistem penanggulangan bencana di tingkat masyarakat, serta penyusunan peta jalur evakuasi sebagai pedoman ketika terjadi keadaan darurat. Pelaksanaan kegiatan ini juga mendapat dukungan dari BPBD Kota Tangerang Selatan yang turut memberikan pemaparan materi mengenai kesiapsiagaan dan langkah-langkah yang harus dilakukan masyarakat sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. Program KATANA tidak hanya memberikan teori, tetapi juga membentuk kelompok kerja masyarakat yang nantinya menjadi motor penggerak kesiapsiagaan di lingkungan Kelurahan Cipayung. Kelompok kerja tersebut diharapkan mampu mengedukasi warga lainnya, melakukan upaya pencegahan risiko, memberikan pertolongan pertama, membantu proses penanganan awal, hingga mengoordinasikan evakuasi mandiri apabila sewaktu-waktu terjadi bencana. "Bencana memang tidak dapat kita hindari, tetapi dampaknya dapat kita kurangi apabila masyarakat memiliki pengetahuan, kesiapsiagaan, dan mampu bertindak dengan cepat serta tepat." Ade Sumanta, Komandan BTB Kota Tangerang Selatan Melalui pembentukan kelompok kerja ini, masyarakat didorong untuk tidak hanya menjadi objek penerima bantuan ketika bencana terjadi, tetapi juga menjadi subjek yang mampu melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitarnya. Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) merupakan salah satu program nasional BAZNAS RI yang dilaksanakan secara bertahap di berbagai daerah di Indonesia. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya membangun ketangguhan masyarakat berbasis komunitas melalui edukasi, pelatihan, dan penguatan kapasitas warga dalam menghadapi berbagai potensi bencana. BAZNAS Tanggap Bencana Kota Tangerang Selatan memulai implementasi program ini secara bertahap dengan harapan semakin banyak wilayah yang memiliki masyarakat tangguh, siap siaga, dan mampu melakukan penanganan awal secara mandiri sebelum bantuan lanjutan tiba. "Ketangguhan sebuah daerah tidak hanya diukur dari kuatnya infrastruktur, tetapi juga dari kesiapan masyarakatnya dalam menghadapi setiap kemungkinan. Karena penyelamat pertama saat bencana terjadi adalah warga yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian." Ujar Aceng, BPBD Kota Tangerang Selatan Melalui sinergi antara BAZNAS Tanggap Bencana, BPBD Kota Tangerang Selatan, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan budaya sadar bencana dapat terus tumbuh sehingga masyarakat semakin siap menghadapi berbagai risiko yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Sebab, membangun kesiapsiagaan hari ini adalah investasi keselamatan untuk masa depan.
BERITA26/07/2026 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
BAZNAS Kota Tangerang Selatan Salurkan Jumat Berkah untuk 100 Anak Penyandang Disabilitas
BAZNAS Kota Tangerang Selatan Salurkan Jumat Berkah untuk 100 Anak Penyandang Disabilitas
TANGERANG SELATAN – BAZNAS Kota Tangerang Selatan kembali menghadirkan kepedulian melalui Program Jumat Berkah. Pada Jumat, 24 Juli 2026, BAZNAS Kota Tangerang Selatan menyalurkan paket makanan dan santunan kepada 100 anak penyandang disabilitas beserta orang tua mereka di Unit Pelayanan Disabilitas (UPD) Kota Tangerang Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Kota Tangerang Selatan untuk memastikan manfaat zakat, infak, dan sedekah dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan, termasuk kelompok penyandang disabilitas. Paket Jumat Berkah yang disalurkan telah disesuaikan dengan kebutuhan makanan dan minuman yang dapat dikonsumsi oleh para penerima manfaat. Selain paket makanan, para penerima juga mendapatkan santunan yang bersumber dari dana infak dan sedekah yang diamanahkan melalui BAZNAS Kota Tangerang Selatan. Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Ahmad Rifai, menyampaikan bahwa penyaluran tersebut bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan perhatian kepada anak-anak penyandang disabilitas serta keluarga yang mendampingi mereka. “Melalui Program Jumat Berkah ini, kami ingin menghadirkan manfaat yang tidak hanya berupa makanan dan santunan, tetapi juga perhatian dan kepedulian kepada anak-anak penyandang disabilitas. Kami berharap apa yang disalurkan melalui amanah para muzaki dan donatur dapat memberikan kebahagiaan sekaligus menguatkan para penerima manfaat dan keluarganya,” ujar Ahmad Rifai. Menurutnya, zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat memiliki peran penting dalam menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas. BAZNAS Kota Tangerang Selatan terus berupaya memastikan dana yang dipercayakan masyarakat dapat dikelola dan disalurkan secara tepat sasaran kepada para penerima manfaat. Kepala Yayasan, Adi Supanggih, turut menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian BAZNAS Kota Tangerang Selatan kepada anak-anak penyandang disabilitas di UPD Kota Tangerang Selatan. Menurutnya, kehadiran program seperti Jumat Berkah memberikan kebahagiaan sekaligus menjadi bentuk dukungan moral bagi anak-anak dan orang tua mereka. “Kami sangat mengapresiasi perhatian BAZNAS Kota Tangerang Selatan kepada anak-anak penyandang disabilitas. Bantuan ini tentu sangat berarti, bukan hanya dari apa yang diberikan, tetapi dari kepedulian yang ditunjukkan. Semoga sinergi dan perhatian seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak anak dan keluarga penyandang disabilitas yang merasakan manfaatnya,” ungkap Adi Supanggih. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat kolaborasi antara BAZNAS Kota Tangerang Selatan dengan berbagai pihak dalam menghadirkan program-program sosial yang inklusif dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Kehadiran para orang tua yang mendampingi anak-anak penerima manfaat turut menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. BAZNAS Kota Tangerang Selatan menyampaikan terima kasih kepada seluruh muzaki, donatur, dan masyarakat yang telah menitipkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Setiap dana yang ditunaikan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan manfaat bagi mereka yang membutuhkan. Melalui Program Jumat Berkah, BAZNAS Kota Tangerang Selatan terus berkomitmen menebarkan kepedulian dan memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang terlewat dari perhatian. Sebab, ketika zakat, infak, dan sedekah dikelola dengan amanah, manfaatnya dapat menjadi senyum, harapan, dan kekuatan bagi sesama.
BERITA24/07/2026 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Alat Bantu Dengar untuk Adik Aqilah Menjadi Bukti Zakat Menghadirkan Manfaat Nyata
Alat Bantu Dengar untuk Adik Aqilah Menjadi Bukti Zakat Menghadirkan Manfaat Nyata
Senyum bahagia terpancar dari wajah Adik Aqilah, balita berusia empat tahun yang kini memiliki kesempatan untuk mendengar dunia lebih jelas melalui bantuan alat bantu dengar dari BAZNAS Kota Tangerang Selatan. Bantuan tersebut diserahkan melalui Program Tangsel Mendengar dan didampingi oleh Kepala Bidang Pendistribusian BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Noor Syaibani. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung proses tumbuh kembang Aqilah, terutama dalam kemampuan mendengar, berbicara, dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya. Aqilah merupakan putri semata wayang pasangan Bapak Samsul dan Ibu Linda. Di balik kebahagiaan yang terlihat, keluarga kecil ini menjalani kehidupan dengan penuh perjuangan. Bapak Samsul bekerja sebagai kuli bangunan panggilan, sehingga penghasilannya tidak menentu dan bergantung pada ada atau tidaknya pekerjaan. Sementara itu, Ibu Linda bekerja sebagai pengemudi ojek online untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Di tengah keterbatasan tersebut, keduanya saling berbagi peran dalam mengurus rumah tangga dan memberikan perhatian terbaik bagi putri mereka. Selama ini, kondisi pendengaran Aqilah menjadi perhatian utama keluarga. Keterbatasan ekonomi membuat kebutuhan alat bantu dengar belum dapat dipenuhi secara mandiri. Kehadiran bantuan dari BAZNAS Kota Tangerang Selatan menjadi angin segar yang membawa harapan baru agar Aqilah dapat mengenal lebih banyak suara, berinteraksi dengan lebih baik, serta memiliki kesempatan belajar dan berkembang seperti anak-anak seusianya. "Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Semoga Aqilah bisa mendengar lebih jelas, lebih semangat belajar, dan tumbuh menjadi anak yang sehat serta membanggakan. Terima kasih kepada BAZNAS Kota Tangerang Selatan dan seluruh muzaki yang telah membantu keluarga kami," ujar Bapak Samsul. Kepala Bidang Pendistribusian BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Noor Syaibani, menyampaikan bahwa bantuan alat bantu dengar merupakan salah satu bentuk komitmen BAZNAS dalam menghadirkan layanan kesehatan yang tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan. "Kami berharap bantuan ini menjadi awal yang baik bagi tumbuh kembang Aqilah. Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar, berkomunikasi, dan meraih masa depan yang lebih baik. Terima kasih kepada seluruh muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kota Tangerang Selatan. Amanah yang dititipkan ini akan terus kami salurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan," ungkap Noor Syaibani. Melalui Program Tangsel Mendengar, BAZNAS Kota Tangerang Selatan terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Bantuan ini menjadi bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga membuka harapan baru bagi masa depan penerima manfaat.
BERITA20/07/2026 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Kampung Tanggap Bencana Pertama Di Tangerang Selatan Resmi Dibentuk Di Kelurahan Cipayung
Kampung Tanggap Bencana Pertama Di Tangerang Selatan Resmi Dibentuk Di Kelurahan Cipayung
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tangerang Selatan terus memperkuat peran zakat dalam menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Tidak hanya melalui program pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kemanusiaan, BAZNAS Kota Tangerang Selatan juga berkomitmen membangun masyarakat yang tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana melalui pembentukan Kampung Tanggap Bencana (KATANA). KATANA merupakan program nasional BAZNAS RI yang bertujuan memberikan bentuk penyaluran dana zakat bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan risiko bencana, sekaligus memperkuat upaya pengurangan risiko bencana melalui pemberdayaan masyarakat. Program ini mengedepankan edukasi, kolaborasi, dan partisipasi aktif warga agar mampu mengenali potensi ancaman di lingkungannya, menyusun langkah kesiapsiagaan, hingga melakukan tindakan yang tepat ketika bencana terjadi. Pada Senin, 20 Juli 2026, Alhamdulillah BAZNAS Kota Tangerang Selatan secara resmi melaksanakan sosialisasi sekaligus membentuk Kampung Tanggap Bencana (KATANA) di Kelurahan Cipayung. Kegiatan ini dihadiri oleh Lurah Cipayung beserta jajaran pemerintah kelurahan, Wakil Ketua II BAZNAS Kota Tangerang Selatan Ahmad Rifai, Kepala Bidang Pendistribusian Noor Syaibani, Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), serta unsur masyarakat yang terdiri dari RT/RW, Karang Taruna, PKK, tokoh masyarakat, komunitas lokal, hingga pelaku usaha. Sosialisasi berlangsung interaktif dengan penyampaian materi mengenai mitigasi bencana, pengurangan risiko, sistem peringatan dini, jalur evakuasi, pertolongan pertama, serta pentingnya membangun budaya saling peduli di tengah masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, Tim BAZNAS Tanggap Bencana juga memberikan pendampingan mengenai tahapan pelaksanaan program KATANA yang akan terus dilakukan hingga masyarakat mampu menyusun rencana aksi penanggulangan bencana secara mandiri dan partisipatif. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, Alhamdulillah telah terbentuk Kelompok Kerja (POKJA) yang akan menjadi motor penggerak Kampung Tanggap Bencana di Kelurahan Cipayung. Kelompok ini nantinya berperan dalam menyusun peta risiko bencana, menentukan jalur evakuasi yang aman, membangun sistem peringatan dini, hingga menyelenggarakan simulasi kebencanaan secara berkala agar masyarakat semakin siap menghadapi situasi darurat. Wakil Ketua II BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Ahmad Rifai, menyampaikan bahwa pembentukan KATANA bukan sekadar membentuk sebuah kelompok, tetapi juga membangun budaya kesiapsiagaan yang tumbuh dari masyarakat itu sendiri. "KATANA hadir sebagai sarana edukasi bagi masyarakat agar semakin memahami mitigasi kebencanaan, mengetahui cara melakukan evakuasi ke tempat yang aman, memahami penanganan medis dasar saat kondisi darurat, dan yang tidak kalah penting menumbuhkan rasa saling menjaga serta kepedulian antar sesama. Ketika masyarakat sudah siap, maka dampak bencana dapat diminimalkan bersama." ujar Ahmad Rifai. Melalui program ini, masyarakat diharapkan mampu mengenali risiko bencana di wilayahnya, menyusun dokumen rencana kontinjensi secara partisipatif, memiliki peta risiko dan jalur evakuasi, serta melaksanakan simulasi sebagai bentuk kesiapsiagaan nyata. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengetahui apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi, tetapi juga mampu melindungi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Kelurahan Cipayung menjadi Kampung Tanggap Bencana pertama yang terbentuk di Kota Tangerang Selatan. Hal ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Ke depan, BAZNAS Kota Tangerang Selatan berharap program KATANA dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak wilayah sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan mitigasi, kesiapsiagaan, serta semangat gotong royong dalam menghadapi bencana. Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan BAZNAS, diharapkan hadir lingkungan yang lebih tangguh, lebih peduli, dan lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana. Sebab, kesiapsiagaan bukan hanya tentang menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga tentang menjaga keselamatan sesama.
BERITA20/07/2026 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Kaki Palsu Ini Bukan Sekadar Bantuan Melainkan Langkah Baru Bagi Pak Amrullah Untuk Terus Mencari Nafkah Dengan Semangat
Kaki Palsu Ini Bukan Sekadar Bantuan Melainkan Langkah Baru Bagi Pak Amrullah Untuk Terus Mencari Nafkah Dengan Semangat
Tangerang Selatan – BAZNAS Kota Tangerang Selatan kembali menghadirkan manfaat melalui Program Tangsel Berjalan dengan menyalurkan bantuan kaki palsu kepada Bapak Amrullah, warga Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, pada Rabu (15/7/2026). Bantuan ini diberikan untuk membantu beliau kembali beraktivitas dan bekerja mencari nafkah sebagai sales penjual minyak urut. Di tengah keterbatasan fisik dan penghasilan yang tidak menentu karena sepinya pembeli, Pak Amrullah tetap menunjukkan semangat luar biasa untuk terus bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup. Yang menginspirasi, di balik segala keterbatasannya, Pak Amrullah tidak hanya datang sebagai penerima manfaat. Beliau juga menyisihkan sebagian rezekinya untuk berinfak kepada BAZNAS Kota Tangerang Selatan sesuai dengan kemampuannya. Semangat tersebut menjadi bukti bahwa berbagi tidak harus menunggu berkecukupan, melainkan berawal dari hati yang ikhlas dan rasa syukur atas setiap nikmat yang diberikan Allah SWT. Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Ahmad Rifai, yang didampingi Kepala Bidang Pendistribusian Noor Syaibani, menyampaikan bahwa bantuan kaki palsu ini diharapkan menjadi penyemangat baru bagi Pak Amrullah untuk terus menjalani kehidupan dengan lebih mandiri. "Pak Amrullah mengajarkan kepada kita bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berusaha ataupun berhenti berbagi. Beliau tetap bekerja keras mencari nafkah dan bahkan masih menyempatkan diri berinfak sesuai kemampuannya. Semoga bantuan kaki palsu ini menjadi wasilah agar beliau dapat kembali melangkah dengan lebih percaya diri, lebih nyaman dalam bekerja, dan semakin dimudahkan rezekinya," ujar Ahmad Rifai. Melalui Program Tangsel Berjalan, BAZNAS Kota Tangerang Selatan terus berkomitmen menghadirkan manfaat dari dana zakat, infak, dan sedekah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini bukan hanya menghadirkan alat bantu, tetapi juga mengembalikan harapan, semangat, dan kesempatan bagi para penerima manfaat untuk terus berkarya, hidup mandiri, dan menjemput rezeki dengan langkah yang lebih kokoh
BERITA15/07/2026 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Alat Bantu Dengar Dari Zakat Anda Mengantarkan Dua Anak Mendengar Lebih Jelas
Alat Bantu Dengar Dari Zakat Anda Mengantarkan Dua Anak Mendengar Lebih Jelas
BAZNAS Kota Tangerang Selatan kembali menghadirkan manfaat nyata melalui Program Tangsel Mendengar, salah satu program unggulan di bidang kesehatan yang berfokus pada pemberian alat bantu dengar bagi penyandang disabilitas tunarungu dari keluarga kurang mampu. Kali ini, bantuan disalurkan kepada anak dari Bapak Sugeng, warga Pamulang, dan anak dari Bapak Dede, warga Ciputat. Keduanya mengalami gangguan pendengaran yang memengaruhi aktivitas sehari-hari, khususnya dalam berkomunikasi, mengikuti proses belajar, serta berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Program Tangsel Mendengar merupakan wujud komitmen BAZNAS Kota Tangerang Selatan dalam memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat. Alat bantu dengar yang diberikan diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi anak-anak untuk mendengar dengan lebih baik, memahami pelajaran di sekolah, membangun rasa percaya diri, serta tumbuh dan berkembang sebagaimana anak-anak lainnya. Kepala Bidang Pendistribusian BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Noor Syaibani, mengatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, berkomunikasi, dan meraih cita-cita tanpa terhalang keterbatasan pendengaran. Menurutnya, kehadiran Program Tangsel Mendengar menjadi salah satu bentuk ikhtiar BAZNAS dalam menghadirkan harapan baru bagi anak-anak yang membutuhkan. "Bantuan ini bukan sekadar memberikan alat bantu dengar, tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk tumbuh lebih percaya diri, lebih mudah berkomunikasi, dan memiliki masa depan yang lebih baik. Semoga amanah dari para muzaki ini menjadi jalan lahirnya lebih banyak senyum dan harapan bagi anak-anak di Kota Tangerang Selatan," ujar Noor Syaibani. Melalui Program Tangsel Mendengar, BAZNAS Kota Tangerang Selatan terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghadirkan manfaat melalui zakat, infak, dan sedekah. Sebab di balik setiap amanah yang ditunaikan, tersimpan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. Tidak hanya menghadirkan bantuan kesehatan, program ini juga menjadi langkah nyata dalam menciptakan masyarakat yang lebih inklusif, di mana setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendengar, belajar, bersosialisasi, dan menggapai masa depan yang lebih cerah.
BERITA15/07/2026 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Tak Lagi Menunggu Kaya Kini Mustahik Pun Ikut Berinfak Lewat Sekantong Sampah
Tak Lagi Menunggu Kaya Kini Mustahik Pun Ikut Berinfak Lewat Sekantong Sampah
Siapa bilang berinfak harus menunggu kaya? Anggapan tersebut perlahan dipatahkan melalui Program Green Zakat dan Gerakan Sedekah Sampah BAZNAS Kota Tangerang Selatan. Tidak hanya masyarakat umum, kini semakin banyak mustahik yang ikut berpartisipasi dengan membawa sampah yang telah dipilah untuk disedekahkan. Meskipun nilainya tidak besar, semangat mereka menjadi bukti bahwa berbagi tidak diukur dari banyaknya harta, melainkan dari ketulusan hati. Fenomena ini menjadi hal yang menggembirakan. Dari waktu ke waktu, partisipasi mustahik dalam Gerakan Sedekah Sampah terus meningkat. Mereka yang sebelumnya menerima manfaat zakat, infak, dan sedekah kini ikut mengambil peran sebagai pemberi manfaat. Melalui sekantong sampah yang memiliki nilai ekonomi, mereka berkontribusi mendukung berbagai program sosial sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Program Green Zakat yang diinisiasi BAZNAS Kota Tangerang Selatan menghadirkan pendekatan baru dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dengan mengintegrasikan kepedulian sosial dan kepedulian lingkungan. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai diolah menjadi sumber manfaat yang hasilnya kembali disalurkan kepada masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan. Gerakan Sedekah Sampah sendiri lahir sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan sampah yang terus meningkat di Indonesia. Berdasarkan data nasional, Indonesia menghasilkan sekitar 68 juta ton sampah setiap tahun, yang berdampak pada pencemaran air, tanah, dan udara. Melalui gerakan ini, masyarakat diajak untuk mulai memilah sampah dari rumah, kemudian menyalurkannya sebagai sedekah sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus menjadi amal jariyah. Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan, Tujuan 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta Tujuan 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim. Dengan mengusung semangat "Langkah Kecil Sejuta Manfaat", BAZNAS Kota Tangerang Selatan berharap Gerakan Sedekah Sampah terus menjadi budaya bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang latar belakang maupun kondisi ekonomi. "Semakin banyak mustahik yang ikut berinfak melalui Gerakan Sedekah Sampah menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kesempatan berbuat baik selalu ada. Berbagi bukan tentang siapa yang paling mampu, tetapi siapa yang mau memulai. Inilah makna sesungguhnya dari berbagi. Bukan menunggu memiliki lebih, tetapi memulai dari apa yang kita miliki hari ini. Bahkan mustahik pun ingin menjadi bagian dari kebaikan." Taufik Setyaudin, Wakil Ketua 1 BAZNAS Kota Tangerang Selatan Melalui gerakan ini, BAZNAS Kota Tangerang Selatan ingin menegaskan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi bagian dari kebaikan. Karena pada akhirnya, nilai sebuah infak tidak ditentukan oleh besar kecilnya yang diberikan, melainkan oleh keikhlasan hati untuk berbagi dan menghadirkan manfaat bagi sesama.
BERITA15/07/2026 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Tangerang Selatan.

Lihat Daftar Rekening →