Berita Terbaru
Masjid Al Istiqomah Menunjukkan Bagaimana Satu Masjid Bisa Menguatkan Banyak Jiwa
Bencana kembali melanda berbagai wilayah di Indonesia, dengan dampak paling parah terjadi di sejumlah daerah di Sumatera. Banjir bandang yang melanda kawasan tersebut meninggalkan luka mendalam. Tidak sedikit warga yang terdampak, kehilangan tempat tinggal, kehilangan anggota keluarga, bahkan banyak yang hingga kini masih dinyatakan hilang dan meninggal dunia.
Di tengah duka yang menyelimuti saudara-saudara kita di Sumatera, kebutuhan hidup semakin mendesak. Perlengkapan kebersihan, obat-obatan, kebutuhan kesehatan, makanan, hingga kebutuhan dasar lainnya menjadi hal yang sangat dibutuhkan untuk bertahan dan memulai kembali kehidupan pasca bencana.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kota Tangerang Selatan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai lembaga, organisasi, dan elemen masyarakat, salah satunya melalui peran masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Alhamdulillah, semangat kepedulian ini diwujudkan nyata oleh jamaah Masjid Al Istiqomah, Kecamatan Ciputat Timur. Melalui proses pengumpulan donasi dari jamaah dan masyarakat sekitar, telah terkumpul bantuan sebesar Rp 21.156.500,-
Donasi ini secara resmi diserahkan pada hari Senin, 8 Desember 2025 oleh Ketua DKM Masjid Al Istiqomah, Amud, yang didampingi oleh Koordinator Kelurahan, Mahmud, dan diterima langsung oleh Kepala Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Supriadi.
Penyerahan donasi ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi simbol kuat bahwa kemanusiaan masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kepedulian, tempat lahirnya rasa empati, dan ruang lahirnya aksi nyata untuk sesama. Rasa kemanusiaan tumbuh karena kepedulian manusia kepada manusia lainnya. Dan Masjid Al Istiqomah telah menunjukkan hal itu dengan ketulusan.
BAZNAS Kota Tangerang Selatan memastikan bahwa donasi yang terkumpul akan disalurkan secara amanah, tepat sasaran, dan transparan untuk membantu para korban bencana di Sumatera agar dapat bertahan dan bangkit kembali. Tidak ada kata terlambat untuk kebaikan. Tidak ada batas untuk kemanusiaan. Selama masih ada hati yang peduli, harapan akan selalu hidup.
#SahabatBAZNAS, mari terus menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan. Salurkan donasi Anda melalui UPZ BAZNAS Kota Tangerang Selatan.
BERITA08/12/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Siapa Bilang Belajar Zakat Cuma Buat Orang Dewasa? Anak SD Juga Bisa Kok!
Tangerang Selatan - Suasana ceria memenuhi kantor BAZNAS Kota Tangerang Selatan pada Jumat, 21 November 2025. Hari itu, BAZNAS Kota Tangerang Selatan kedatangan tamu istimewa, adik-adik super semangat dari SDN Lengkong Karya yang datang untuk belajar tentang zakat, infak, dan sedekah. Setelah minggu lalu menerima kunjungan dari SDN Rawa Mekar Jaya, kali ini semangat belajar semakin meriah karena para siswa membawa energi positif yang luar biasa.
Sejak tiba, wajah polos mereka tampak penuh rasa penasaran. Biasanya, mereka hanya belajar di dalam kelas atau lingkungan sekolah, namun hari itu mereka mendapatkan pengalaman baru belajar sambil berkeliling, bertanya, bermain mini quiz, hingga kerja kelompok seru. Lima guru pendamping dan Kepala Sekolah turut hadir memastikan kegiatan berjalan aman dan menyenangkan.
Kegiatan ini dibuka dengan hangat oleh Tarjuni, Wakil Ketua III BAZNAS Kota Tangerang Selatan, bersama para amil yang memandu jalannya pembelajaran. Mereka menjelaskan konsep zakat, infak, dan sedekah dengan bahasa sederhana, contoh sehari-hari, dan metode interaktif agar anak-anak mudah memahami.
“Memberikan pemahaman zakat sejak usia dini itu penting, karena di usia inilah nilai kebaikan mudah sekali tertanam, Kami ingin adik-adik ini tumbuh menjadi generasi yang peduli, dermawan, dan paham bahwa zakat adalah kewajiban serta bagian dari rukun Islam,” ujar Tarjuni.
Anak-anak pun tampak antusias mengikuti setiap sesi. Ketika mini quiz dimulai, mereka berlomba-lomba mengangkat tangan lebih cepat dari bayangan sendiri. Saat kerja kelompok, suasana semakin seru. Ada yang jadi ketua kelompok dadakan, ada yang sibuk menggambar, ada juga yang menyusun ilmu yang sudah di ajarkan melalui tulisan.
Salah satu guru pendamping mengatakan, “Anak-anak terlihat jauh lebih fokus dan kompak hari ini. Mungkin karena suasana barunya ya, jadi mereka semangat sekali.”
BAZNAS Kota Tangerang Selatan terus membuka kesempatan bagi sekolah maupun masyarakat umum yang ingin belajar lebih dalam mengenai zakat, infak, sedekah, maupun program kemanusiaan lainnya.
“BAZNAS Kota Tangerang Selatan sangat terbuka, dan kami menyambut baik siapa pun yang ingin belajar dan berbagi pemahaman. Semoga kegiatan seperti ini membuat anak-anak semakin dekat dengan nilai-nilai kebaikan,” tutup Tarjuni.
Dengan semangat tawa, rasa ingin tahu, dan keceriaan yang tak putus, kegiatan edukasi ini menjadi bukti bahwa belajar kebaikan sejak kecil adalah investasi besar untuk masa depan.
BERITA02/12/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Pembukaan Program 3D BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Dilatih • Disertifikasi • Ditempatkan
Dalam upaya memperluas akses pendidikan dan menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat, BAZNAS Kota Tangerang Selatan bekerja sama dengan PT. INAKAZ Citraniaga Intranasional melalui Program GEMAS (Generasi Mandiri Studi). Kolaborasi ini hadir untuk memberikan kesempatan nyata bagi generasi muda Tangsel agar dapat meraih pendidikan tinggi sekaligus memasuki dunia kerja dengan kompetensi yang siap bersaing.
Salah satu program utamanya adalah Program 3D (Dilatih, Disertifikasi, Ditempatkan), sebuah inisiatif yang dirancang untuk mewujudkan visi “1 Keluarga 1 Sarjana”. Melalui program ini, peserta memperoleh kesempatan kuliah sambil bekerja selama 2,5 tahun tanpa hambatan biaya, lengkap dengan pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan kepastian penempatan kerja.
Program ini mengajak putra–putri terbaik Kota Tangerang Selatan yang memenuhi kriteria:
Muslim/Muslimah
Lulusan SMA/sederajat
Usia 18–25 tahun
Berdomisili di Kota Tangerang Selatan
Memiliki komitmen dan semangat belajar yang kuat
Benefit Program
Peserta yang lolos akan mendapatkan berbagai keuntungan, antara lain:
Pelatihan profesional tanpa biaya
Kepastian kuliah dengan pilihan berbagai jurusan
Penempatan kerja pasti melalui mitra industri terpercaya
A. Mitra Industri – Program 3D “Pasti Kerja”
Untuk memastikan peserta siap memasuki dunia kerja, BAZNAS Tangsel bekerja sama dengan sejumlah perusahaan industri terkemuka. Kolaborasi ini memberikan peluang pelatihan, sertifikasi, hingga penyerapan tenaga kerja secara langsung. Bersama mitra-mitra ini, jalan menuju kemandirian dan masa depan yang lebih stabil semakin terbuka lebar.
PT. Hoplun Indonesia
PT. Morich Indo Fashion
PT. Sahabat Unggul Internasional
PT. Sumber Bintang Rejeki
PT. Woori Sukses Apparel
PT. Hesed
PT. Pertiwi Indo Mas
PT. Mod Indo
PT. Sam Sam Jaya Garment
PT. Starlight Garment
PT. Star Fashion
PT. Jaya Asri Garmindo Karang Anyar
PT. Sariwarna Garmindo Surakarta
B. Mitra Pendidikan – Program 3D “Pasti Kuliah”
Sisi pendidikan dalam Program 3D didukung oleh institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen memberikan pembelajaran berkualitas serta pendampingan berkelanjutan. Dengan kerja sama ini, peserta tidak hanya berkesempatan menempuh pendidikan formal, tetapi juga memperoleh arahan untuk meraih prestasi dan masa depan yang lebih baik.
Institut Teknologi Bisnis & Kesehatan Bhakti Putra Bangsa Indonesia (IBISA)
Universitas Bhakti Kencana
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha
Akademi Seni Rupa & Desain MSD
Pendaftaran Program 3D
Daftar melalui tautan: bit.ly/baznastangselkarir
Link pendaftaran akan otomatis tertutup apabila kuota telah terpenuhi.Pendaftaran dibuka hingga 30 Desember 2025.
BERITA01/12/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Dapatkah Cahaya Zakat Mengubah Rumah Rawan Ambruk Menjadi Hunian Layak? Ini Jawabannya!
Tangerang Selatan - Sebuah pertanyaan sederhana jadi awal kisah haru ini “Apa yang terjadi ketika atap rumah tiba-tiba ambruk saat hujan deras?” Bagi Abdul Rohim, warga Kelurahan Pondok Jaya, momen tersebut menjadi peristiwa yang hampir merenggut keselamatan keluarganya. Namun pertanyaan berikutnya muncul “iapa yang dapat datang untuk membantu?” Jawabannya adalah BAZNAS Kota Tangerang Selatan.
Kronologi kejadian bermula ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Saat itu, istri dan kedua anak Abdul Rohim sedang berada di dalam rumah. Tiba-tiba, bagian atap belakang rumah ambruk dan hampir menimpa mereka. Kondisi atap yang sudah sangat usang, tanpa plafon penahan, membuat struktur bangunan rentan runtuh. Selain membahayakan, kondisi tersebut juga menyebabkan banyak debu dan serpihan material jatuh ke dalam rumah, membuat lingkungan tidak sehat dan sangat tidak layak dihuni.
Mengetahui kondisi tersebut, BAZNAS Kota Tangerang Selatan segera melakukan survei lapangan dan memutuskan untuk memberikan bantuan Bedah Rumah. Pada 24 Oktober 2025, BAZNAS Kota Tangerang Selatan secara simbolis menyerahkan bantuan perbaikan hunian kepada keluarga Abdul Rohim, didampingi oleh pihak RT dan perwakilan Kelurahan Pondok Jaya.
Wakil Ketua II, Ahmad Rifai, menyampaikan, “Kondisi rumah Pak Abdul Rohim saat itu sangat membahayakan. Alhamdulillah melalui program Bedah Rumah, kini keluarga beliau bisa tinggal dengan penuh ketenangan. Inilah pentingnya zakat yang dikelola dengan amanah.”
Kini, tepat pada 27 November 2025, proses bedah rumah telah rampung sepenuhnya. Rumah lama yang semula hampir roboh kini berubah menjadi tempat tinggal yang layak digunakan kembali. Abdul Rohim bersama istri dan kedua anaknya kini dapat hidup lebih tenang dan aman di rumah yang kokoh, bersih, serta memiliki sirkulasi udara yang sehat. Ruang-ruang di dalam rumah kini bisa ditempati tanpa rasa cemas, memungkinkan keluarga tersebut mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Penyerahan kunci ini di simboliskan yang dihadiri oleh :
· Ketua BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Mohamad Subhan
· Wakil Ketua II BAZNAS, Ahmad Rifai
· Staf Pendistribusian, Ade Sumanta dan Ade Kartadinata
· Pihak RT setempat dan perwakilan kelurahan
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Mohamad Subhan, menyampaikan,
“Kami hadir untuk memastikan setiap keluarga di Kota Tangerang Selatan mendapatkan hunian yang aman dan layak. Terima kasih kepada para muzaki yang terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Bantuan ini adalah wujud nyata kolaborasi kebaikan.”
Abdul Rohim, dengan suara haru, menyampaikan rasa terima kasihnya “Saya dan keluarga tidak menyangka bisa di bantu agar rumah saya bisa jadi tempat berlindung yang aman. Tapi sekarang berkat bantuan dari para muzaki, Anak istri saya bisa berlindung di rumah yang aman dan nyaman. Terima kasih BAZNAS Kota Tangerang Selatan dan para muzaki. Semoga Allah membalas semua kebaikan yang telah diberikan.”
BAZNAS Kota Tangerang Selatan menyampaikan terima kasih kepada seluruh muzaki yang telah menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Berkat kontribusi dan kepercayaan para muzaki, program-program kemanusiaan seperti bedah rumah dapat terus berjalan untuk membantu warga yang membutuhkan.
Kebaikan tidak pernah berhenti, tidak mengenal batas nominal, dan tidak ada waktu untuk menundanya. Dengan hati yang ikhlas, setiap orang dapat menjadi bagian dari perubahan. Yuk terus bersama wujudkan hunian layak bagi mereka yang membutuhkan melalui BAZNAS Kota Tangerang Selatan!
BERITA27/11/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Halo Muzaki! Alhamdulillah, BAZNAS Pastikan Amanahmu Telah Diantar hingga ke Rumah Mereka
Tangerang Selatan – Penyaluran bantuan penunjang gizi untuk anak stunting yang dilakukan oleh BAZNAS Kota Tangerang Selatan bersama Pemerintah Kota Tangerang Selatan bukan sekadar program seremonial, melainkan bagian dari gerakan nyata dalam menjawab persoalan stunting yang masih menjadi perhatian bersama.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 25 November 2025, dan dipusatkan secara simbolis di Kelurahan Serua Indah, Kecamatan Ciputat. Program ini menyasar 289 anak stunting dengan total santunan sebesar Rp130.050.000,-, yang sepenuhnya bersumber dari dana infak para muzaki BAZNAS Kota Tangerang Selatan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Angka prevelensi stunting di Kota Tangerang Selatan naik menjadi 10,5 persen. Sebelumnya, pada 2024 angka stunting berada pada 9,2% walaupun berada dalam kategori rendah dibandingkan wilayah lain di Provinsi Banten. Namun demikian, angka ini masih menjadi perhatian serius karena menyangkut kualitas tumbuh kembang generasi masa depan.
Selain itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga telah memiliki basis data prevalensi stunting per kecamatan yang menjadi rujukan dalam menentukan titik intervensi program penanganan stunting bersama lintas sektor, termasuk dengan BAZNAS. Penyaluran bantuan ini diserahkan langsung oleh:
· Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan
· Dewan Pengawas BAZNAS, Dadang Raharja
· Wakil Ketua II BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Ahmad Rifai
· Wakil Ketua III BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Tarjuni
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menegaskan bahwa peran lembaga filantropi seperti BAZNAS menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak yang masuk dalam data berisiko stunting. “Data Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa stunting masih menjadi PR bersama. Kolaborasi dengan BAZNAS ini adalah langkah konkret agar bantuan tidak hanya berhenti di laporan, tetapi benar-benar dirasakan langsung oleh anak-anak dan keluarga,” ujar Pilar.
Sementara itu, Ahmad Rifai, selaku Wakil Ketua II BAZNAS Kota Tangerang Selatan dan penanggung jawab pendistribusian, menegaskan bahwa penyaluran ini merupakan bentuk akuntabilitas atas amanah para muzaki. “Infak yang kami kumpulkan adalah titipan kepercayaan. Hari ini kami buktikan bahwa dana tersebut benar-benar kami antarkan sampai ke pintu rumah anak-anak yang masuk dalam data stunting Dinas Kesehatan. Inilah bentuk tanggung jawab kami,” ungkap Ahmad Rifai.
Tidak berhenti pada simbolisasi, kegiatan ini dilanjutkan dengan kunjungan langsung rumah ke rumah (door to door) bersama Wakil Wali Kota Tangerang Selatan. Tim menyambangi keluarga anak-anak penerima manfaat yang tercatat dalam basis data terintegrasi lintas kelurahan.
Langkah ini sekaligus menjadi bentuk transparansi publik bahwa dana infak yang dihimpun BAZNAS bukan hanya tercatat secara administratif, tetapi dapat disaksikan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Melalui program ini, BAZNAS Kota Tangerang Selatan menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Dinas Kesehatan dan Pemerintah Kota dalam mempercepat penurunan angka stunting dan memastikan setiap infak yang ditunaikan para muzaki menjadi kekuatan nyata dalam membangun generasi yang lebih sehat.
BERITA25/11/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
10 Contoh Sedekah Gratis Tanpa Uang
Sedekah tidak selalu berbentuk harta, karena Islam memberikan banyak jalan kebaikan sehingga setiap orang bisa beramal sesuai kemampuannya. Dengan memahami bahwa sedekah bisa dilakukan tanpa uang, kita menyadari bahwa peluang meraih pahala hadir setiap hari. Banyak orang merasa sulit bersedekah karena keterbatasan materi, padahal ada banyak bentuk sedekah sederhana yang tetap bernilai besar di sisi Allah.
Penting bagi umat memahami bahwa Allah tidak membatasi kebaikan hanya pada materi. Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap kebaikan adalah sedekah, menegaskan bahwa amal bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dalam berbagai bentuk manfaat. Artikel ini hadir untuk memberikan contoh sedekah non-materi yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar pembaca semakin termotivasi memperbanyak kebaikan tanpa harus mengeluarkan biaya.
Pada bagian penutup, artikel ini menegaskan kembali bahwa memahami sedekah non-materi membantu setiap muslim menyadari bahwa peluang berbuat baik selalu terbuka. Bahkan kebaikan kecil yang dilakukan dengan tulus dapat menjadi amalan besar di sisi Allah.
1. Memberikan Senyuman
Salah satu bentuk sedekah tanpa biaya yang paling mudah adalah tersenyum. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa senyum kepada sesama adalah sedekah. Meski sederhana, senyuman mampu memberi energi positif, membuat orang lain merasa diperhatikan, dan memperbaiki suasana hati.
Senyum tidak membutuhkan kondisi khusus dan bisa dilakukan kapan saja, bahkan di tengah kesibukan. Hubungan keluarga, pekerjaan, hingga pertemanan sering kali menjadi lebih hangat hanya karena dimulai dengan senyum tulus. Bagi seseorang yang sedang tertekan, senyuman kecil bisa menjadi penyemangat. Dari sisi psikologis, tersenyum juga meningkatkan hormon kebahagiaan, sehingga manfaatnya kembali kepada diri sendiri. Karena itulah, senyum menjadi sedekah non-materi yang ringan namun berdampak besar bagi siapa pun yang melakukannya.
2. Mengucapkan Kata-Kata Baik
Ucapan yang baik merupakan salah satu bentuk sedekah tanpa uang yang sangat dianjurkan dalam Islam. Kalimat yang lembut, doa untuk orang lain, atau kata-kata yang menenangkan termasuk amal kebaikan yang bernilai pahala, sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.
Di masa kini, sedekah berupa kata-kata baik juga bisa disampaikan lewat pesan digital atau media sosial, mulai dari memberi semangat, mengucapkan terima kasih, hingga menyampaikan doa. Hal sederhana ini mampu membuat seseorang merasa dihargai. Ucapan baik juga berperan besar dalam membangun keharmonisan keluarga. Kata-kata positif kepada pasangan atau anak dapat menumbuhkan ketenangan dan kasih sayang. Dalam hubungan sosial, salam dan doa pun menguatkan ukhuwah antar sesama muslim.
Dengan membiasakan berkata baik, seseorang telah melakukan sedekah ringan yang memberikan manfaat luas dan membawa pahala besar.
3. Menyingkirkan Gangguan dari Jalan
Menyingkirkan duri, batu, atau halangan dari jalan termasuk sedekah non-materi yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW menyebut tindakan ini sebagai bagian dari iman karena menjaga keselamatan dan kenyamanan orang lain.
Amal ini tidak membutuhkan biaya dan bisa dilakukan siapa saja, hanya memerlukan kepedulian terhadap lingkungan. Mengangkat benda tajam, menutup lubang kecil, atau membersihkan gangguan di jalan dapat mencegah orang lain dari bahaya. Selain meningkatkan keamanan, tindakan ini juga membantu menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan. Lingkungan yang rapi menciptakan rasa nyaman bagi banyak orang.
Karena itu, menyingkirkan halangan di jalan adalah bentuk sedekah sederhana yang mencerminkan kepedulian sosial dan tanggung jawab seorang muslim terhadap sesama.
4. Membantu Pekerjaan Rumah
Membantu pekerjaan rumah termasuk sedekah tanpa uang yang sering dilupakan. Rasulullah SAW pun memberikan teladan dengan ikut membantu urusan rumah tangga, sehingga setiap bantuan kecil kepada keluarga bernilai amal.
Sedekah ini tidak membutuhkan biaya, hanya tenaga dan niat yang tulus. Kegiatan sederhana seperti mencuci piring, menyapu, atau merapikan rumah dapat meringankan beban anggota keluarga lain. Kerjasama dalam pekerjaan rumah juga menciptakan suasana keluarga yang lebih hangat. Ketika semua saling membantu, hubungan menjadi lebih dekat dan penuh kasih sayang.
Di era yang serba sibuk, bantuan kecil di rumah bisa memberi kenyamanan besar bagi keluarga. Karena itu, membantu pekerjaan rumah adalah bentuk sedekah ringan yang memperkuat keharmonisan dan berpahala besar.
5. Mengajarkan Ilmu
Mengajarkan ilmu adalah salah satu bentuk sedekah tanpa uang yang pahalanya terus mengalir. Baik itu ilmu agama, keterampilan, maupun pengetahuan sederhana, semua yang bermanfaat bagi orang lain menjadi sedekah jariyah. Amal ini tidak memerlukan biaya, hanya kemauan untuk berbagi waktu dan kemampuan. Bahkan ilmu yang terlihat kecil bagi kita bisa menjadi hal berharga bagi orang lain.
Islam sangat menganjurkan sedekah berupa ilmu karena setiap manfaat yang lahir dari ilmu tersebut akan kembali sebagai pahala bagi yang mengajarkannya. Di era digital, berbagi ilmu juga dapat dilakukan melalui media sosial, tulisan, atau video singkat tidak harus dalam bentuk kelas formal.
Karena itu, membagikan ilmu menjadi sedekah non-materi yang ringan dilakukan namun memberi manfaat jangka panjang.
6. Mendamaikan Orang yang Berselisih
Mendamaikan dua orang yang berselisih merupakan bentuk sedekah tanpa uang yang bernilai tinggi. Allah memuji orang yang mampu membawa perdamaian karena tindakan itu termasuk amal yang mulia. Upaya ini tidak memerlukan harta, hanya ketulusan, kebijaksanaan, dan keberanian untuk membantu menyelesaikan masalah. Mereka yang berusaha meredakan konflik mendapatkan pahala besar karena mencegah permusuhan.
Perdamaian juga memberi dampak sosial yang luas, hubungan kembali baik, masalah mereda, dan suasana menjadi lebih harmonis. Selain menenangkan pihak yang bermasalah, orang yang menjadi penengah pun merasakan kepuasan karena telah membantu menghindarkan dosa dan pertikaian.
Karena itu, mendamaikan orang adalah sedekah non-materi yang sangat bermanfaat bagi keharmonisan hidup bersama.
7. Memberi Tumpangan Memberi tumpangan kepada orang lain adalah salah satu bentuk sedekah tanpa uang yang sangat dianjurkan. Mengantar seseorang dengan kendaraan yang kita miliki, meski hanya sampai rute yang searah, sudah termasuk amal kebaikan. Sedekah ini mudah dilakukan, baik di lingkungan rumah maupun tempat kerja misalnya, menawarkan tumpangan kepada teman yang pulangnya searah.
Tindakan sederhana ini mencerminkan sikap tolong-menolong dan sangat membantu mereka yang mengalami kesulitan transportasi. Selain bermanfaat, memberi tumpangan juga menumbuhkan rasa peduli dan mempererat hubungan. Karena itu, berbagi tumpangan menjadi sedekah non-materi yang ringan dilakukan, namun memberi manfaat besar bagi kedua belah pihak.
8. Menjenguk Orang Sakit Menjenguk orang sakit adalah salah satu bentuk sedekah tanpa uang yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW. Kehadiran singkat untuk memberi dukungan bisa membuat hati pasien lebih tenang dan semangat mereka kembali tumbuh. Amalan ini tidak membutuhkan biaya cukup perhatian dan waktu. Selain menghilangkan rasa sepi pada orang yang sedang sakit, kunjungan juga mempererat hubungan dan menghadirkan kenyamanan.
Dalam hadis disebutkan bahwa menjenguk orang sakit mendatangkan doa malaikat, menjadikannya ibadah ringan namun penuh keutamaan. Karena itu, menjenguk orang yang sedang sakit menjadi sedekah non-materi yang menghadirkan banyak keberkahan.
9. Menjadi Relawan Sosial
Menjadi relawan adalah bentuk sedekah tanpa uang yang memiliki manfaat besar. Baik membantu korban bencana, kegiatan masjid, maupun aksi sosial lainnya, semua termasuk amal kebaikan. Relawan tidak memberikan harta, tetapi mengorbankan tenaga dan waktu. Pahalanya sangat besar karena manfaatnya dirasakan banyak orang sekaligus.
Kegiatan ini juga menumbuhkan empati dan kepedulian, sekaligus memberi dampak langsung seperti menyalurkan bantuan, membersihkan lingkungan, atau membantu pelaksanaan acara. Karena itu, kerelawanan merupakan salah satu sedekah non-materi yang sangat dianjurkan dalam Islam.
10. Mendoakan Sesama Muslim Mendoakan seseorang tanpa sepengetahuannya adalah salah satu bentuk sedekah tanpa harta yang sangat mulia. Doa menjadi wujud kasih sayang, dan Allah menjanjikan pengabulan doa seorang muslim untuk saudaranya. Amalan ini sangat mudah dilakukan tanpa biaya, tanpa tenaga, cukup dengan ketulusan hati.
Doa untuk orang lain juga mempererat persaudaraan, dan malaikat akan membalas doa tersebut untuk diri kita. Bahkan ketika kita tidak mampu membantu secara materi, doa tetap menjadi bentuk dukungan terbaik. Karena itu, mendoakan sesama adalah sedekah sederhana namun bernilai pahala besar.
Dari berbagai penjelasan di atas, jelas bahwa sedekah tidak selalu berkaitan dengan harta. Siapa pun, apa pun kondisi ekonominya, bisa beramal melalui hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari mulai dari senyuman, ucapan baik, bantuan kecil, hingga doa. Memahami bentuk-bentuk sedekah non-materi ini membantu seorang muslim lebih ringan dalam berbuat baik, karena setiap kebaikan memiliki nilai besar di sisi Allah.
Mengamalkan sedekah tanpa uang juga membuat hidup lebih bermakna, mempererat hubungan sosial, dan menumbuhkan rasa syukur. Semoga artikel ini menginspirasi untuk terus berbuat baik tanpa harus menunggu memiliki banyak harta
BERITA20/11/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
BAZNAS Kota Tangerang Selatan Kedatangan Tamu Kecil Penuh Cerita, Canda dan Tawa!
BAZNAS Kota Tangerang Selatan kembali menjadi ruang belajar penuh inspirasi, kali ini dengan kehadiran tamu istimewa yang berbeda dari biasanya. Bukan dari dinas, kementerian, ataupun lembaga formal lainnya, tetapi sebanyak 50 siswa Sekolah Dasar Negeri Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, yang datang berkunjung pada Senin, 17 November 2025. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI) untuk siswa kelas 5.
Sejak pagi, suasana kantor BAZNAS Kota Tangerang Selatan terasa lebih ceria dari biasanya. Tawa dan rasa penasaran anak-anak menyambut hangat kedatangan mereka. Para amilin dan amilat pun memberikan sambutan penuh keakraban, menjadikan kunjungan ini tak hanya penuh ilmu tetapi juga penuh kehangatan.
Kegiatan dimulai dengan pemaparan materi oleh beberapa bidang, di antaranya Bidang Pengumpulan, Bidang Pendistribusian Zakat, Infak, Sedekah (ZIS), serta Bidang Sumber Daya Administrasi dan Umum. Meski tema yang dibawakan berkaitan dengan pengelolaan ZIS, topik yang biasanya terdengar berat namun penyampaian dibuat ringan, interaktif, dan menyenangkan. Anak-anak tampak fokus menyimak, sementara para pemateri menghadirkan suasana kelas yang hidup dan tidak membosankan.
Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan mini quiz. Para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menjawab pertanyaan terkait materi yang telah dipelajari. Suasana kompetitif namun ceria menyelimuti ruangan. Mereka tampak bersemangat, aktif berdiskusi, dan saling bekerja sama. Mini quiz ini menjadi cara yang efektif untuk memastikan materi tersampaikan sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang berkesan.
Kunjungan ini didampingi oleh Aedih Amaroh, perwakilan guru dari SDN Rawa Mekar Jaya. “Kami sangat senang melihat antusiasme adik-adik dalam belajar. Semoga kunjungan ini menjadi pengalaman berharga yang melekat di hati mereka.” - Aedih Amaroh, Guru Pendamping SDN Rawa Mekar Jaya
Dari pihak BAZNAS Kota Tangerang Selatan, turut hadir para pimpinan yaitu Tarjuni, Taufik Setyaudin, dan Ahmad Rifai, yang ikut menyaksikan jalannya kegiatan serta memberikan apresiasi atas inisiatif edukatif ini. “Anak-anak adalah penerus gerakan kebaikan. Semakin dini mereka memahami makna zakat, infak, dan sedekah, semakin kuat pula nilai kepedulian yang tumbuh dalam diri mereka.” – Rifai, Waka II BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Kunjungan siswa SDN Rawa Mekar Jaya ini menjadi pengingat bahwa edukasi mengenai zakat, infak, dan sedekah dapat ditanamkan sejak dini secara menyenangkan. Selain meningkatkan pemahaman tentang PAI, kegiatan ini juga membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya berbagi dan empati dalam kehidupan sosial.
BERITA17/11/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
100 Hari Lagi Menuju Ramadhan! Sudah Bayar Fidyah Belum?
Tidak terasa, sebentar lagi umat Muslim akan menyambut datangnya Bulan Ramadhan, bulan penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Waktu terasa cepat berlalu, kini hanya tersisa sekitar 100 hari lagi sebelum azan maghrib pertama di bulan suci itu kembali terdengar. Nah, sebelum Ramadhan tiba, yuk kita cek kembali ibadah kita di tahun lalu. Apakah masih ada puasa yang belum sempat diganti? Jika iya, mungkin sudah waktunya untuk membayar fidyah.
APA ITU FIDYAH?
Fidyah berasal dari kata fadaa yang berarti mengganti atau menebus. Dalam ajaran Islam, fidyah adalah bentuk tanggung jawab bagi orang yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa dan tidak memungkinkan untuk menggantinya di hari lain. Jadi, fidyah bukan sekadar “bayar puasa” dengan uang, tetapi bentuk tebusan berupa memberi makan kepada orang miskin.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 184:
“(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin...”
Ayat ini menjelaskan bahwa bagi orang yang benar-benar tidak sanggup berpuasa karena alasan tertentu, diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Namun, sebagai gantinya, wajib membayar fidyah.
SIAPA YANG WAJIB MEMBAYAR FIDYAH?
Tidak semua orang yang meninggalkan puasa wajib membayar fidyah. Hanya mereka yang tidak mampu berpuasa secara permanen atau tidak memungkinkan untuk menggantinya di kemudian hari. Berikut beberapa contohnya:
Orang tua renta, yang sudah tidak kuat lagi menjalankan puasa.
Orang sakit parah, dengan kondisi yang kecil kemungkinan untuk sembuh.
Ibu hamil atau menyusui, yang dikhawatirkan berpuasa dapat membahayakan diri sendiri atau bayinya (berdasarkan saran dokter)
BERAPA BESAR FIDYAH YANG HARUS DIBAYAR?
Para ulama memiliki perhitungan berbeda tentang jumlah fidyah, tapi prinsipnya sama: mengganti setiap 1 hari puasa yang ditinggalkan dengan memberi makan 1 orang miskin.
· Menurut Imam Malik, Imam As-Syafi'I, fidyah yang harus dibayarkan sebesar 1 mud gandum (kira-kira 6 ons = 675 gram = 0,75 kg atau seukuran telapak tangan yang ditengadahkan saat berdoa).
· Sedangkan menurut Ulama Hanafiyah, fidyah yang harus dikeluarkan sebesar 2 mud atau setara 1/2 sha' gandum. (Jika 1 sha' setara 4 mud = sekitar 3 kg, maka 1/2 sha' berarti sekitar 1,5 kg). Aturan kedua ini biasanya digunakan untuk orang yang membayar fidyah berupa beras.
· Cara membayar fidyah ibu hamil bisa berupa makanan pokok. Misal, ia tidak puasa 30 hari, maka ia harus menyediakan fidyah 30 takar di mana masing-masing 1,5 kg. Fidyah boleh dibayarkan kepada 30 orang fakir miskin atau beberapa orang saja (misal 2 orang, berarti masing-masing dapat 15 takar).
· Menurut kalangan Hanafiyah, fidyah boleh dibayarkan dalam bentuk uang sesuai dengan takaran yang berlaku seperti 1,5 kilogram makanan pokok per hari dikonversi menjadi rupiah.
Fidyah juga boleh dibayarkan dalam bentuk uang. Berdasarkan SK Ketua BAZNAS No. 10 Tahun 2024 tentang Nilai Zakat dan Fidyah untuk wilayah JABODETABEK, ditetapkan bahwa nilai fidyah adalah Rp60.000,- per hari per jiwa.
Membayar fidyah bukan hanya soal kewajiban, tapi juga bentuk kepedulian dan rasa syukur. Dengan menunaikannya sebelum Ramadhan tiba, kita menyambut bulan suci dengan hati yang bersih tanpa beban tanggungan ibadah sebelumnya.
Karena itu, yuk, selagi masih ada waktu, pastikan fidyah atau puasa yang tertinggal sudah diselesaikan. Agar nanti, saat Ramadhan datang, kita bisa fokus beribadah dengan tenang, tanpa rasa waswas, dan dengan hati penuh keikhlasan.
BERITA13/11/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Perkuat Perlindungan Pekerja, BAZNAS dan BPJS TK Sepakati Kerja Sama Strategis
Dalam upaya memperkuat sinergi dan meningkatkan efektivitas penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, BAZNAS Kota Tangerang Selatan bersama BPJS Ketenagakerjaan secara resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Rabu, 12 November 2025. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Aston Boru, Kota Serang, ini merupakan bagian dari agenda besar penandatanganan PKS antara BAZNAS Se-Provinsi Banten dan BPJS Ketenagakerjaan Se-Provinsi Banten.
Penandatanganan PKS ini menjadi langkah strategis dalam memanfaatkan potensi sumber daya kedua lembaga agar dapat saling mendukung dan memperkuat pelaksanaan program perlindungan jaminan sosial bagi masyarakat. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS dan BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen untuk memastikan layanan jaminan sosial dapat berjalan secara efektif, efisien, terkoordinasi, dan tepat sasaran.
Fokus utama dari kerja sama ini adalah memberikan perlindungan sosial kepada para pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) dari kelompok mustahik. Melalui program Sedekah Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang dikelola BAZNAS, para pekerja rentan ini akan mendapatkan manfaat perlindungan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Skema ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kepastian sosial bagi mereka yang bekerja dalam risiko tinggi namun belum mampu mendaftar sebagai peserta mandiri BPJS Ketenagakerjaan.
Acara ini dihadiri oleh pimpinan BAZNAS se-Provinsi Banten, pimpinan BPJS Ketenagakerjaan se-Provinsi Banten, Ketua DMI Wilayah Banten, Ketua Umum MUI Wilayah Banten, Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten Hasbi Sidik, serta berbagai tokoh penting lainnya. Dari pihak BAZNAS Kota Tangerang Selatan, hadir Dr. Deni Nuryadin, SE., M.Si dan Toto Al Sundawi, sementara BPJS Ketenagakerjaan Tangerang Selatan diwakili oleh Kepala Kantor, Muhammad Imam Saputra.
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata komitmen kedua lembaga dalam mendorong perlindungan sosial yang inklusif dan berkelanjutan, terutama bagi mereka yang paling membutuhkan. Kerja sama lintas lembaga ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem kesejahteraan masyarakat Banten secara menyeluruh, sejalan dengan visi “Mewujudkan Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Provinsi Banten.”
BERITA12/11/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Dari Desa, Retail, hingga CSR : Jejak Perkuatan Zakat, Infak dan Sedekah di Tanah Jawara
Dalam semangat memperkuat sinergi dan optimalisasi pengumpulan Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL), BAZNAS Kabupaten Tangerang kembali menggelar pertemuan penting bertajuk “Penguatan Pengumpulan ZIS se-Provinsi Banten”. Agenda ini diselenggarakan pada Rabu, 12 November 2025 bertempat di Gubuk Makan Mang Engking, Jl. Citra Raya Boulevard Utara No. 78, Mekar Bakti, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari agenda sebelumnya yang berfokus pada penguatan sistem dan strategi pengumpulan ZIS di wilayah Banten. BAZNAS Kabupaten Tangerang sebagai tuan rumah mengundang seluruh perwakilan bidang pengumpulan dari BAZNAS Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten untuk hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Tujuan utama dari pertemuan ini adalah mengoptimalkan capaian target pengumpulan ZIS-DSKL di tingkat provinsi, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target nasional.
Kegiatan ini turut menghadirkan pemateri dari Tim Penguatan Pengumpulan BAZNAS RI, yaitu Budi Setiawan dan Halim Hady, yang memberikan pemaparan mendalam mengenai strategi penguatan pengumpulan zakat berbasis retail, potensi di tingkat desa/kelurahan, serta kerja sama dengan pihak Corporate Social Responsibility (CSR).
Dalam kesempatan ini, BAZNAS Kota Tangerang Selatan turut berpartisipasi dengan mengirimkan tiga perwakilannya, yakni Tarjuni, Firda Lailatul, dan Syifa Nabilah. Ketiganya aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan terlibat dalam diskusi interaktif yang membahas berbagai inovasi dan pendekatan baru untuk memperkuat pengumpulan zakat di daerah perkotaan.
“Penguatan ini adalah langkah strategis agar zakat semakin berdampak. Sinergi antar BAZNAS se-Banten adalah kunci agar potensi zakat di wilayah ini bisa dioptimalkan dengan lebih maksimal. Bersama, kita wujudkan zakat yang tidak hanya terkumpul, tapi juga memberi kehidupan” Halim Hady, Tim Penguatan Pengumpulan BAZNAS RI.
Selain menjadi forum konsolidasi antar daerah, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi antar BAZNAS Kabupaten/Kota. Banyak pengalaman dan strategi yang disampaikan, mulai dari pengembangan kanal digital, kemitraan dengan lembaga swasta, hingga optimalisasi potensi zakat di tingkat akar rumput.
“Kami di Tangerang Selatan berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi dalam penghimpunan, terutama di sektor retail dan kolaborasi CSR. Setiap langkah kecil akan menjadi bagian dari gerakan besar untuk membangun kesejahteraan umat,” Tarjuni, Perwakilan BAZNAS Kota Tangerang Selatan.
Dengan sinergi yang terjalin, diharapkan penguatan pengumpulan ZIS di seluruh wilayah Banten mampu memberikan dampak nyata dalam pencapaian target provinsi sekaligus memperkuat posisi BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat yang profesional, amanah, dan berdaya guna bagi masyarakat luas.
Pertemuan ini menegaskan satu hal penting: keberhasilan pengumpulan zakat bukan hanya bergantung pada sistem yang baik, tetapi juga pada semangat kebersamaan yang kokoh antar daerah. Semangat itulah yang tampak nyata di ruang pertemuan hari itu sinergi yang dibangun
BERITA12/11/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Mengapa Kita Harus Berbagi? Karena Cahaya Zakat Mampu Menyalakan Hidup Seseorang
Suasana hangat terasa di sebuah rumah sederhana di Kecamatan Ciputat pada Kamis pagi, 6 November 2025. Di rumah itu, Ibu Susi Salawati menyambut kedatangan tim dari BAZNAS Kota Tangerang Selatan dengan wajah penuh harap. Hari itu bukan hari biasa. Bagi Ibu Susi, hari itu adalah awal dari lembaran baru dalam hidupnya. Sudah cukup lama Ibu Susi hidup dengan keterbatasan fisik akibat kehilangan salah satu kakinya. Kondisi itu membuatnya harus beradaptasi dengan banyak hal: pekerjaan rumah yang menjadi lebih berat, mobilitas yang terbatas, hingga rasa percaya diri yang sempat menurun. Meski begitu, Ibu Susi tidak pernah menyerah. Ia terus berusaha menjalani hari-harinya dengan keteguhan dan senyuman yang tidak pernah hilang.
Di tengah perjalanan perjuangannya itu, datanglah kabar yang menguatkan: BAZNAS Kota Tangerang Selatan akan memberikan bantuan kaki palsu yang selama ini sangat ia butuhkan. Bantuan yang tidak hanya akan membantu aktivitas sehari-harinya, tetapi juga membuka kesempatan baginya untuk kembali aktif, mandiri, bahkan mungkin bekerja kembali. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Kepala Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Tangsel, Noor Syaibani. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk menghadirkan dukungan nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama para mustahik yang ingin bangkit dan produktif kembali.
“Kami tidak hanya menyalurkan zakat dalam bentuk bantuan materi, tetapi juga ingin memastikan penerima bantuan dapat merasakan manfaatnya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Kami percaya bahwa setiap orang berhak memiliki kesempatan untuk bangkit. Dan hari ini, Ibu Susi mendapatkan kembali pijakan itu,” ujar Noor Syaibani.
Momen itu berjalan penuh haru. Saat kaki palsu tersebut disesuaikan untuknya, tatapan Ibu Susi perlahan berubah: dari ragu menjadi yakin, dari takut menjadi berani, dari pasrah menjadi siap melangkah kembali. Tangan yang tadinya gemetar kini menggenggam harapan baru. Dengan suara lembut namun penuh makna, Ibu Susi menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Saya benar-benar bersyukur. Terima kasih kepada BAZNAS Kota Tangerang Selatan dan semua orang baik yang telah membantu saya. Saya merasa seperti diberi kesempatan kedua untuk bisa beraktivitas tanpa bergantung pada orang lain. Semoga Allah membalas semua kebaikan ini. Saya akan jaga, saya akan manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ucapnya sambil menahan haru.
Warga sekitar yang turut menyaksikan penyerahan itu pun ikut tersentuh. Banyak di antara mereka yang tahu perjuangan Ibu Susi selama ini, sehingga melihatnya dapat kembali berdiri tegak menjadi pemandangan penuh makna dan doa. BAZNAS Kota Tangerang Selatan berharap program ini dapat menjadi penyemangat bagi masyarakat, sekaligus pengingat bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan hanya angka. Ia adalah bentuk kasih sayang, empati, dan keikhlasan yang dapat menghidupkan kembali harapan seseorang.
Karena pada akhirnya, langkah paling sederhana pun bisa membawa perubahan besar dalam hidup seseorang.
BERITA06/11/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Tahukah Anda? Zakat yang Anda Salurkan Membantu Perjuangan Labib!
BAZNAS Kota Tangerang Selatan kembali menunjukkan kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam bidang kesehatan. Pada Rabu, 5 November 2025, BAZNAS Kota Tangerang Selatan memberikan bantuan kesehatan kepada adik Labib, seorang anak berusia 6 tahun 9 bulan yang saat ini tengah berjuang melawan Sindrom Nefrotik atau Proteinuria, kondisi di mana ginjal mengalami kebocoran hingga menyebabkan tubuh kehilangan banyak protein.
Anak dari Bapak Sidik Fauzi ini membutuhkan dukungan biaya untuk transportasi dan pengobatan lanjutan. Meskipun telah memiliki BPJS, namun tidak semua obat yang digunakan dapat tertanggung, termasuk obat Albumin, yang menjadi salah satu penunjang utama bagi kondisi Labib. Selain itu, tindakan operasi juga belum dapat dilakukan karena usia Labib belum menginjak usia yang dianjurkan untuk menjalani prosedur tersebut.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kota Tangerang Selatan melalui Bidang Pendistribusian memberikan bantuan secara langsung yang diserahkan oleh Ade Sumanta dan Ade Suryadi, kepada orang tua Labib di RS Fatmawati, tempat Labib menjalani perawatan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga serta memberikan semangat untuk terus berjuang mendampingi kesembuhan Labib.
“Kami hadir bukan hanya sebagai lembaga, tetapi sebagai saudara bagi sesama. Bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki, donatur, dan masyarakat. Semoga menjadi penguat bagi keluarga dan menjadi jalan bagi Allah untuk memberikan kesembuhan bagi adik Labib,” ujar Ade Sumanta, perwakilan BAZNAS Kota Tangerang Selatan.
Kisah Labib menjadi pengingat bahwa setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan memiliki arti yang sangat besar. Bukan hanya angka, tetapi harapan. Kebaikan yang disalurkan mampu menguatkan langkah keluarga yang tengah berjuang menghadapi ujian kesehatan.
BAZNAS Kota Tangerang Selatan terus mengajak masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam program-program kemanusiaan, agar semakin banyak saudara yang terbantu dan semakin banyak doa yang saling menguatkan di antara umat.
BERITA05/11/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
BAZNAS Kota Tangerang Selatan Hadiri Seminar Al-Qur’an Bersanad
Tangerang Selatan, 1 November 2025 - Bertempat di Blandongan Lantai 4 Puspemkot Tangerang Selatan, Jl. Maruga Raya No.1 Ciputat, telah dilaksanakan kegiatan Seminar Al-Qur’an Bersanad, sebuah forum ilmu yang meneguhkan pentingnya menjaga kemurnian dan otentisitas bacaan Al-Qur’an sesuai kaidah makhorijul huruf dan tajwid yang benar. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh dan lembaga keagamaan, di antaranya perwakilan BAZNAS Kota Tangerang Selatan (Tarjuni dan Ahmad Rifai), Ketua Harian LPTQ, Sekjen MUI Kota Tangsel, Kasie Bimas Kemenag Tangsel, Asisten Daerah II Pemkot Tangsel yang sekaligus membuka acara, serta perwakilan dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan berbagai ormas Islam lainnya.
Hadir sebagai narasumber utama, Syeikh Nashirudin dari Universitas Al-Azhar Mesir, yang dikenal sebagai ulama bersanad dalam ilmu qira’at dan tajwid. Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa sanad merupakan bukti otentik dan rantai keilmuan yang menjaga kemurnian bacaan Al-Qur’an hingga kini. “Sanad adalah warisan keilmuan yang tidak hanya menjaga bacaan, tetapi juga menjaga nilai-nilai adab, keikhlasan, dan keberkahan dalam mempelajari Al-Qur’an,” — Syeikh Nashirudin, Al-Azhar Mesir.
Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab sebagai petunjuk kehidupan bagi seluruh umat manusia. Namun, kemuliaan seseorang tidak diukur dari asal-usulnya, melainkan dari ketaqwaannya kepada Allah SWT. Perwakilan BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Tarjuni, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting dalam membangun karakter masyarakat yang religius dan berilmu. “Kegiatan seperti ini adalah wujud aplikasi menuju Tangsel yang religius. Membangun sumber daya manusia tidak hanya melalui pendidikan umum, tetapi juga dengan memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dalam segala aspek kehidupan,” — Tarjuni, BAZNAS Kota Tangerang Selatan.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Tangerang Selatan turut menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan nilai-nilai spiritual masyarakat. Karena membangun kota yang berdaya dan berakhlak harus berawal dari membangun hati dan pemahaman terhadap kalam Ilahi. Dengan terselenggaranya seminar ini, diharapkan lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya pandai membaca, tetapi juga mampu mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari menjadikan Tangsel bukan hanya kota modern, tetapi juga kota yang bercahaya dengan nilai-nilai Qur’ani.
BERITA01/11/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Tim SAR Gabungan Temukan Seorang Anak Yang Hanyut di Pamulang Timur, Tangerang Selatan
Tangerang Selatan, 27 Oktober 2025 — Duka mendalam menyelimuti warga Pamulang Timur, Kota Tangerang Selatan. Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun dilaporkan tenggelam dan hanyut di saluran air kawasan Perumahan Pamulang Estate pada Minggu (26/10) sekitar pukul 14.30 WIB. Kejadian bermula saat korban bermain hujan bersama teman-temannya di tepi selokan yang memiliki arus cukup deras. Saat itu, sandal korban terjatuh ke dalam aliran air. Tanpa pikir panjang, korban berusaha mengambil sandalnya dengan melompat ke dalam selokan namun ia justru terseret arus dan tenggelam. Keenam teman korban yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut segera melaporkan kejadian kepada warga sekitar dan pihak berwenang.
Mendapat laporan tersebut, tim SAR gabungan segera dikerahkan untuk melakukan pencarian. Upaya dilakukan dengan menyusuri aliran kali dari titik awal korban terseret hingga radius sekitar 1,8 kilometer. Dalam operasi yang melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur, termasuk Kantor SAR Jakarta, Polsek Pamulang, Koramil, BPBD Tangsel, Satpol PP, Damkar Tangsel, Kelurahan Pamulang Timur, dan BAZNAS Tanggap Bencana Kota Tangerang Selatan, pencarian dilakukan dengan metode penyisiran air dan darat secara intensif.
Setelah upaya pencarian selama hampir 19 jam, pada Senin (27/10) pukul 09.25 WIB, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran kali, dalam posisi telungkup dan tertutup pasir. Kepala Kantor SAR Jakarta sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Desiana Kartika Bahari, menyampaikan “Korban akhirnya kami temukan pagi tadi dalam kondisi meninggal dunia, dan jenazah langsung kami evakuasi menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.
Dalam operasi ini, BAZNAS Tanggap Bencana Kota Tangerang Selatan (BTB Tangsel) turut mengambil bagian bersama unsur SAR lainnya. BTB Tangsel menurunkan relawan untuk membantu proses pencarian, koordinasi lapangan. Partisipasi ini menjadi bukti nyata kepedulian BAZNAS Tangsel terhadap musibah kemanusiaan dan situasi darurat di masyarakat. Melalui unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), lembaga ini terus aktif dalam aksi tanggap darurat, penyaluran bantuan, serta upaya kemanusiaan lainnya di wilayah Tangerang Selatan.
Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
BERITA29/10/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Ngobrol Santai, Ilmunya Dalam! Ini Pesan BAZNAS Tangsel di Al Fajar
Ahad, 26 Oktober 2025 - BAZNAS Kota Tangerang Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengelolaan zakat yang profesional dan sesuai syariat. Kali ini, melalui kegiatan Sosialisasi Zakat di UPZ Al Fajar Bakti Jaya, Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Setu, kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus pembekalan penting bagi para pengurus UPZ agar lebih memahami peran strategis zakat dalam konteks keagamaan, regulasi, dan kebangsaan.
Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Al Fajar Bakti Jaya ini dihadiri oleh jajaran BAZNAS Kota Tangerang Selatan, antara lain Tarjuni (Wakil Ketua III), Eldin, Asep, Ary, serta pengurus UPZ setempat. Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat, para peserta antusias mengikuti pemaparan materi yang disampaikan secara lugas oleh narasumber.
Dalam sambutannya, Tarjuni (Wakil Ketua III BAZNAS Kota Tangerang Selatan) menegaskan bahwa pengelolaan zakat bukan hanya perkara administratif, melainkan juga amanah besar yang memiliki nilai spiritual dan sosial yang tinggi. “Sosialisasi ini penting agar pengurus UPZ memahami bahwa zakat harus dikelola dengan benar, sesuai syariat dan peraturan yang berlaku. Zakat bukan sekadar ibadah personal, tetapi juga instrumen untuk membangun keadilan sosial dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan,” ujar Tarjuni.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya sinergi antara BAZNAS dan lembaga keagamaan di tingkat lokal agar distribusi dan pendayagunaan zakat lebih tepat sasaran dan berdaya guna bagi mustahik di lingkungan sekitar.
Sementara itu, Eldin selaku Ketua Yayasan Masjid Al Fajar Bakti Jaya, menyampaikan apresiasi atas kehadiran BAZNAS Kota Tangerang Selatan yang secara aktif turun ke lapangan memberikan pemahaman kepada masyarakat. “Kami merasa terhormat dan bersyukur atas kegiatan ini. Edukasi zakat seperti ini sangat dibutuhkan, agar para pengurus masjid dan masyarakat bisa menyalurkan zakat dengan benar melalui lembaga resmi yang terpercaya,” ungkap Eldin.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pengurus UPZ dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menunaikan zakat melalui saluran resmi, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas dan berdampak bagi pemberdayaan umat. BAZNAS Kota Tangerang Selatan berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan sosialisasi serupa di berbagai wilayah, sebagai bagian dari upaya membangun literasi zakat yang kuat, akuntabel, dan berkelanjutan sejalan dengan semangat Zakat Tumbuh, Umat Maju, Indonesia Kuat
BERITA29/10/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
GAUL Bareng Lansia, Karena Cinta Zakat Gak Pernah Pensiun : 830 Lansia Tangsel Tersenyum Bahagia
Kepedulian terhadap para lansia menjadi perhatian khusus bagi BAZNAS Kota Tangerang Selatan. Melalui program Gerakan Amal untuk Lansia (GAUL), BAZNAS kembali menyalurkan bantuan berupa beras 10 kg dan uang santunan kepada para mustahik lansia yang membutuhkan. Alhamdulillah, di bulan Oktober 2025, sebanyak 830 mustahik lansia telah menerima bantuan ini dengan total penyaluran mencapai Rp 311.223.000,- yang bersumber dari dana zakat. Program GAUL ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali sepanjang tahun, dan pada tahun ini telah terlaksana sebanyak tiga kali.
Pelaksanaan program ini tidak lepas dari sinergi antara BAZNAS Kota Tangerang Selatan, koordinator kelurahan, serta relawan yang turut membantu dalam proses pendistribusian dan koordinasi di lapangan. Dukungan ini menjadi kunci keberhasilan agar bantuan dapat tersalurkan tepat sasaran, langsung kepada para lansia yang benar-benar membutuhkan.
Menurut Noor Syaibani, Kepala Bagian Pendistribusian BAZNAS Kota Tangerang Selatan, program GAUL hadir sebagai bentuk tanggung jawab sosial untuk menebarkan manfaat dan kesejahteraan bagi para lansia dhuafa. “Asal dasar dari program ini adalah untuk membantu para lansia agar mereka dapat hidup lebih sejahtera dan merasa diperhatikan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban kehidupan mereka, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Noor Syaibani.
Sementara itu, Ustadz Ikin, Koordinator Kelurahan Pamulang yang turut terlibat dalam pelaksanaan program ini, menyampaikan apresiasinya terhadap BAZNAS dan para muzaki yang telah menyalurkan zakatnya. “Alhamdulillah, program GAUL ini sangat dirasakan manfaatnya oleh para lansia. Banyak di antara mereka yang hidup sendiri atau sudah tidak memiliki penghasilan tetap. Bantuan seperti ini benar-benar membantu dan menguatkan mereka,” ungkapnya.
Program GAUL tidak hanya sekadar kegiatan sosial, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa zakat mampu menjadi instrumen pemberdayaan dan kasih sayang bagi mereka yang berada di usia senja. Dengan semangat kepedulian dan kebersamaan, BAZNAS Kota Tangerang Selatan akan terus berupaya menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat, terutama bagi para lansia yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang lebih
BERITA28/10/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Kenapa Sih BAZNAS Ikut Bantu UMKM? Karena Zakat Juga Bisa Dorong Roda Ekonomi Umat!
Langkah nyata untuk menggerakkan ekonomi masyarakat terus digencarkan. Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Dinkopukm) Kota Tangerang Selatan berkolaborasi dengan BAZNAS Kota Tangerang Selatan dalam program pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang digelar pada Selasa, 27 Oktober 2025, di Gedung Galeri Koperasi dan UMKM Kota Tangerang Selatan.
Sebanyak 100 pelaku UMKM terpilih menerima alat bantu usaha berupa gerobak dari Dinkopukm Kota Tangerang Selatan. Sementara itu, BAZNAS Kota Tangerang Selatan turut memperkuat program ini dengan memberikan pelatihan, pembinaan, pendampingan usaha, serta bantuan modal usaha senilai Rp50.000.000 yang bersumber dari dana infak masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan, Ketua BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Waka II Ahmad Rifai, Waka III Tarjuni, Dewan Pengawas BAZNAS, perwakilan BTN Syariah, serta seluruh penerima bantuan.
Dalam sambutannya, WaliKota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga zakat dalam menguatkan sektor UMKM. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Kolaborasi seperti ini bukan hanya soal bantuan fisik, tetapi tentang menumbuhkan semangat mandiri dan menebar keberkahan. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, dan kehadiran BAZNAS menjadi energi baru dalam mendorong kemandirian ekonomi umat,” ujar Benyamin.
Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Ahmad Rifai, menegaskan bahwa sinergi ini merupakan bentuk nyata implementasi zakat, infak, dan sedekah yang produktif. “Kami tidak ingin dana infak hanya berhenti di tangan penerima, tapi berkembang. Karena itu, kami dampingi mereka agar usaha yang dirintis bisa tumbuh dan bertahan. Inilah semangat zakat produktif yang sesungguhnya membantu, mendidik, dan memberdayakan,” ungkap Rifai.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal dari banyak kolaborasi ke depan. Dinkopukm dan BAZNAS Kota Tangerang Selatan berkomitmen untuk terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, agar UMKM tidak hanya bertahan di tengah tantangan zaman, tetapi juga mampu naik kelas dan bersaing secara berkelanjutan.
BERITA28/10/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Akhirnya Masuk Gaza! 35.000 Paket Harapan dari Indonesia Tiba Lewat Jalur Darat
Akhirnya, harapan itu kembali datang! Setelah sekian lama tertahan akibat situasi yang mencekam, sebanyak 35.000 paket bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia berhasil masuk ke Gaza melalui jalur darat. Kabar ini menjadi angin segar di tengah duka panjang yang melanda masyarakat Palestina, yang hingga kini terus berjuang di tengah keterbatasan, kehilangan, dan rasa sakit yang tak kunjung usai.
Bantuan yang berhasil menembus Gaza ini bukan sekadar logistik ini adalah simbol kemanusiaan dan solidaritas lintas batas. Di balik setiap paket yang dikirim, tersimpan doa, empati, dan cinta dari rakyat Indonesia yang tak pernah berhenti peduli. Mereka ingin menunjukkan bahwa dari jauh, di negeri yang damai, masih ada jutaan hati yang senantiasa membersamai Gaza dalam setiap sujud, setiap doa, dan setiap langkah perjuangan.
Selama masa gencatan senjata, BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) Republik Indonesia mengambil peran aktif dalam menyalurkan 35.000 paket bantuan berisi kebutuhan pokok, makanan, air bersih, perlengkapan sanitasi, dan barang-barang penting lainnya bagi masyarakat Gaza yang terdampak konflik. Setiap paket dikirim dengan harapan sederhana namun besar maknanya agar mereka mampu bertahan, tetap berdaya, dan merasakan bahwa dunia belum sepenuhnya berpaling.
Bantuan besar ini merupakan hasil penggalangan dana nasional bertajuk “Membasuh Luka Palestina” yang dilakukan oleh seluruh BAZNAS se-Indonesia mulai dari tingkat pusat, provinsi, hingga kota dan kabupaten. Dari Sabang sampai Merauke, masyarakat menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui gerakan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara kita di Palestina. Dari masjid kecil di desa hingga kantor zakat di kota besar, dari tangan-tangan masyarakat sederhana hingga para dermawan, semuanya bersatu dalam satu niat yang sama yaitu membasuh luka, menyalakan harapan.
BAZNAS terus berkomitmen untuk menyalurkan bantuan bagi rakyat Palestina melalui jalur apa pun yang memungkinkan, dengan tetap menjaga keamanan dan keberlangsungan distribusi di tengah situasi yang sulit. Upaya ini dilakukan secara terencana dan terkoordinasi dengan lembaga-lembaga kemanusiaan internasional agar setiap bantuan yang dikirim benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan.
Momen gencatan senjata ini bukan akhir dari perjuangan, tapi justru kesempatan untuk memperkuat kepedulian. Kesempatan untuk kembali hadir, kembali membantu, dan kembali mengulurkan tangan kepada mereka yang tengah berjuang di tanah penuh ujian itu. Karena semangat kemanusiaan tidak mengenal jarak, bahasa, maupun batas negara. Selama masih ada kasih, selama masih ada kepedulian harapan akan selalu menemukan jalannya.
BERITA27/10/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Gerobak Jalan, Rezeki Datang! Cerita di Balik 40 Gerobak Usaha BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Senin, 20 Oktober 2025 menjadi hari penuh harapan bagi puluhan pelaku usaha kecil binaan BAZNAS Kota Tangerang Selatan. Melalui program Gerobak Usaha 2025, sebanyak 40 unit gerobak usaha resmi diserahkan kepada 40 mustahik yang telah terdata dan dinilai layak menerima bantuan. Kegiatan launching ini dihadiri langsung oleh Ahmad Rifai (Wakil Ketua II), Tarjuni (Wakil Ketua III), dan Supriadi (Kepala Bidang Pengumpulan). Kehadiran para pimpinan ini menjadi simbol nyata komitmen BAZNAS Kota Tangerang Selatan untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan umat.
Program gerobak usaha ini bukan sekadar memberikan alat berdagang, tetapi menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi mustahik. Para mustahik juga mendapatkan modal awal usaha, agar bisa langsung memulai langkah pertama menuju kemandirian. Setiap gerobak dibuat berdasarkan kebutuhan usaha masing-masing penerima, mulai dari desain, ukuran, hingga fungsi yang disesuaikan dengan jenis dagangan mereka. Dengan begitu, gerobak tidak hanya menjadi alat, tapi juga identitas usaha baru bagi para mustahik.
Selasa, 21 Oktober 2025, tim BAZNAS Kota Tangerang Selatan melanjutkan proses pengiriman gerobak secara bertahap ke kediaman para penerima. Program ini sepenuhnya didanai dari dana infak masyarakat, yang menjadi bukti kuat bahwa kebaikan kecil dari para donatur dapat menumbuhkan perubahan besar bagi mereka yang membutuhkan.
Menariknya, para penerima bantuan tidak hanya mendapatkan gerobak, tapi juga KASEP (Kencleng Amal Sahabat Peduli) sebuah inovasi dari BAZNAS Kota Tangerang Selatan untuk mengedukasi mustahik agar mulai belajar menjadi munfiq (orang yang gemar bersedekah).
Meski nilainya tidak besar, namun langkah kecil ini mengajarkan bahwa memberi tidak menunggu cukup, tetapi berawal dari niat yang tulus. Dengan bersedekah, harta menjadi suci, rezeki menjadi berkah, dan semangat kemandirian tumbuh dari dalam diri para mustahik itu sendiri.
“Sedikit demi sedikit, para mustahik berdaya untuk menyejahterakan hidup mereka dengan berjualan menggunakan gerobak ini. Semoga bantuan ini menjadi pintu rezeki yang luas dan berkah,” ungkap Ahmad Rifai di sela acara.
BAZNAS Kota Tangerang Selatan terus berkomitmen untuk mengubah penerima zakat menjadi pemberi zakat. Program Gerobak Usaha 2025 ini menjadi bukti nyata bahwa kemandirian ekonomi umat dapat tumbuh jika diberi kesempatan dan didampingi dengan keikhlasan.
Dari infak yang tulus, tumbuh keberdayaan yang nyata. Karena setiap gerobak bukan sekadar roda usaha tapi roda perubahan.
BERITA23/10/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Zakat, Pendidikan, dan Usaha : Wujud Nyata Cinta Rasul dari BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Kota Tangerang Selatan menggelar acara “Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW & Halaqah Ulama Muda Kota Tangerang Selatan” pada Jumat, 17 Oktober 2025, bertempat di Islamic Center Baiturrahmi, BSD City. Kegiatan yang berlangsung penuh hikmah dan kebersamaan ini dihadiri oleh para tokoh agama, ulama muda, serta lembaga sosial dan keagamaan di wilayah Tangerang Selatan. Salah satu yang turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini adalah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tangerang Selatan.
Melalui kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Tangerang Selatan tidak hanya menghadiri secara seremonial, tetapi juga berkontribusi langsung dalam bentuk santunan yatim, beasiswa pendidikan, serta bantuan gerobak usaha bagi para mustahik. Bantuan tersebut menjadi wujud nyata komitmen BAZNAS Tangsel dalam menebar keberkahan dan memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan.
Turut hadir dalam acara tersebut, Tarjuni, selaku Wakil Ketua III BAZNAS Kota Tangerang Selatan, yang berkesempatan melakukan penyerahan simbolis bantuan sekaligus menyampaikan materi bertema “Evaluasi Kinerja, Tata Kelola, dan Transparansi Lembaga Amil Zakat di Kota Tangerang Selatan.”
Dalam paparannya, Tarjuni menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga zakat, pemerintah, dan masyarakat untuk menjaga kepercayaan publik serta meningkatkan profesionalitas dalam pengelolaan dana zakat. “Zakat bukan hanya tentang menunaikan kewajiban, tapi juga tentang membangun sistem yang transparan dan akuntabel. Dengan tata kelola yang baik, insya Allah kepercayaan masyarakat akan semakin kuat, dan manfaat zakat akan semakin luas,” Tarjuni, Wakil Ketua III BAZNAS Kota Tangerang Selatan.
Lebih dari sekadar perayaan, acara ini menjadi momentum spiritual dan sosial yang mengingatkan umat akan suri teladan Rasulullah SAW khususnya dalam hal kepedulian terhadap sesama. Melalui santunan yatim, dukungan pendidikan, dan bantuan usaha, semangat kebaikan itu diwujudkan dalam bentuk nyata. Kegiatan Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW & Halaqah Ulama Muda ini juga menjadi wadah sinergi antar-lembaga Islam di Kota Tangerang Selatan, termasuk BAZNAS Tangsel yang terus berkomitmen menghadirkan program-program yang berorientasi pada kesejahteraan dan pemberdayaan umat.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai Rasulullah SAW, BAZNAS Kota Tangerang Selatan berharap agar kegiatan seperti ini dapat terus menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk memperkuat ukhuwah, meningkatkan kepedulian, dan memperluas manfaat zakat di tengah masyarakat.
BERITA22/10/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
