Berita Terbaru
224.000 Liter Air Bersih dari Le Minerale Disalurkan BAZNAS di Gaza Utara pada Agustus 2025
Gaza Utara kembali menerima uluran tangan dari rakyat Indonesia melalui BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional). Pada bulan Agustus 2025, BAZNAS bekerja sama dengan Le Minerale menyalurkan 224.000 liter air bersih bagi masyarakat yang terdampak krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Air bersih menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak bagi warga Gaza, terutama di tengah keterbatasan sumber daya akibat blokade dan konflik berkepanjangan. Fasilitas air minum yang layak hampir tidak tersedia, dan banyak warga terpaksa mengandalkan pasokan air yang tidak aman untuk dikonsumsi. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit, terutama bagi anak-anak dan lansia.
BAZNAS, sebagai lembaga zakat nasional, berkomitmen untuk menyalurkan bantuan yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan lapangan. Melalui kemitraan strategis dengan Le Minerale, bantuan ini diangkut dan didistribusikan langsung kepada warga Gaza Utara dengan memastikan keamanan, kebersihan, dan kelayakan air.
"Bantuan ini adalah wujud nyata kepedulian umat Islam Indonesia untuk saudara kita di Palestina. Air adalah sumber kehidupan, dan kami ingin memastikan bahwa di tengah krisis ini, mereka tetap memiliki akses terhadap kebutuhan dasar yang layak," Pimpinan BAZNAS RI.
Kerja sama antara BAZNAS dan Le Minerale diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam upaya kemanusiaan. Bantuan ini bukan hanya sekadar angka dalam liter, tetapi simbol kepedulian dan persaudaraan lintas batas.
BAZNAS mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mendukung program kemanusiaan untuk Palestina, karena setiap bantuan yang disalurkan adalah investasi kebaikan yang akan terus mengalir hingga akhirat kelak.
BERITA14/08/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Kick Off Indeks Zakat Nasional & Kajian Dampak Zakat: Akselerasi Inovasi Menuju Zakat yang Berdampak
Jakarta, 6 Agustus 2025 – Bertempat di Kantor BAZNAS RI, Jl. Matraman No. 34, Jakarta Timur, digelar Kick Off Pengukuran Indeks Zakat Nasional (IZN) dan Kajian Dampak Zakat (KDZ) tahun 2025. Kegiatan ini sekaligus menjadi momen peluncuran aplikasi terbaru yang akan menjadi instrumen utama dalam pemetaan dan pengukuran efektivitas pengelolaan zakat di seluruh Indonesia.
Hadir dalam acara ini Ketua BAZNAS RI beserta jajaran pimpinan, termasuk Pimpinan Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, M. Hasbi Zaenal , Mohamad Subhan, dan Tarjuni mewaikili BAZNAS Kota Tangerang Selatan. Tak ketinggalan, para pimpinan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Jabodetabek juga turut hadir.
Peluncuran aplikasi IZN dan KDZ menjadi langkah konkret dalam meningkatkan tata kelola zakat yang transparan, terukur, dan akuntabel. Melalui pengukuran Indeks Zakat Nasional, BAZNAS bersama para stakeholders dapat memantau sejauh mana zakat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan mustahik, pengurangan kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi umat.
Sementara itu, Kajian Dampak Zakat (KDZ) memberikan data kuantitatif dan kualitatif tentang efektivitas program-program zakat. Melalui KDZ, setiap rupiah yang ditunaikan oleh muzaki dapat diukur kontribusinya terhadap perubahan nyata di masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI menyampaikan:
“Zakat bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi instrumen sosial yang sangat strategis. Dengan adanya IZN dan KDZ, kita dapat membuktikan bahwa zakat memiliki kontribusi nyata terhadap pembangunan manusia dan keadilan sosial. Mari kita wujudkan zakat yang berdampak dan terukur.”
Langkah ini merupakan bagian dari transformasi zakat nasional menuju pengelolaan yang profesional, terstruktur, dan selaras dengan prinsip-prinsip keberlanjutan. Acara ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan bagian dari komitmen BAZNAS RI untuk terus mendorong inovasi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat nasional. Harapannya, hasil dari IZN dan KDZ akan menjadi rujukan kebijakan strategis serta acuan bagi para amil zakat dalam menjalankan peran pemberdayaan yang lebih berdampak.
BERITA06/08/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Kenali 8 Asnaf Zakat : Mereka yang Berhak Menerima Hakmu
Zakat bukan sekadar kewajiban, tapi juga wujud kasih sayang dan keadilan sosial dalam Islam. Zakat merupakan salah satu dari lima rukun yang memiliki peran sosial dan ekonomi dalam masyarakat Muslim. Karena zakat merupakan suatu wujud dari keadilan, maka dari itu pendistribusiannya harus sesuai dengan kelompok-kelompoknya. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT telah menetapkan siapa saja yang berhak menerima zakat, yang dikenal dengan istilah “8 Asnaf”.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. At-Taubah ayat 60:
"Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
Berikut adalah 8 golongan penerima zakat (asnaf):
1.Fakir
Fakir adalah mereka yang hampir tidak memiliki harta atau penghasilan sama sekali. Bahkan untuk makan sehari-hari saja kesulitan. Mereka adalah kelompok paling membutuhkan, sehingga zakat menjadi penyambung hidup mereka agar bisa bertahan, memperoleh pangan, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar lainnya.
2. Miskin
Miskin masih memiliki penghasilan, namun penghasilan tersebut tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pokok (makan, tempat tinggal, kesehatan, pendidikan). Dengan zakat, mereka bisa melengkapi kekurangan agar hidup lebih layak dan tidak terus berada dalam siklus kemiskinan.
3. Amil
Amil adalah orang yang secara resmi ditunjuk untuk mengelola zakat. Mereka bekerja mulai dari mengumpulkan, mencatat, menyalurkan, hingga membuat laporan pertanggungjawaban zakat. Karena Tanggung jawab besar seorang amil adalah memberikan zakat harus pada orang yang tepat dan benar-benar membutuhkannya.
4. Mu’allaf
Mu’allaf adalah orang yang baru masuk Islam dan masih dalam proses menguatkan iman. Zakat diberikan sebagai bentuk dukungan moral, spiritual, dan sosial, agar mereka mendapatkan bantuan awal dalam adaptasi hidupnya, dan semakin yakin serta teguh dalam keislaman.
5. Riqab
Dulunya, riqab berarti budak yang ingin membebaskan diri. Di masa kini, riqab bisa dimaknai sebagai orang yang tertindas dan sedang berjuang untuk bebas dari kekangan (seperti korban perdagangan manusia, pekerja paksa, atau tawanan konflik). Zakat membantu mereka lepas dari belenggu ketidakadilan dan memulai kehidupan yang merdeka. Golongan ini mungkin saja sudah tidak relevan di zaman sekarang, karena praktik perbudakan sudah dihapuskan.
6. Gharim
Gharim adalah orang yang memiliki utang demi kebutuhan hidup dasar (bukan untuk hal maksiat atau mewah), namun tidak mampu melunasinya. Zakat meringankan beban mereka dan mencegah jatuhnya harga diri atau krisis sosial yang lebih parah karena terlilit utang.
7. Fisabilillah
Fisabilillah adalah mereka yang berjuang di jalan Allah, tidak hanya dalam peperangan, tetapi juga dalam dakwah, pendidikan, kegiatan sosial, dan penyebaran nilai-nilai Islam. Mereka berhak mendapat zakat sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan tanpa pamrih yang mereka lakukan demi umat dan agama. Namun dalam konteks sekarang, fisabilillah adalah orang-orang yang memiliki kapabilitas dalam berdakwah baik di pengajian-pengajian atau pondok pesantren.
8. Ibnu Sabil
Ibnu Sabil adalah musafir yang sedang dalam perjalanan dan kehabisan bekal atau tertimpa kesulitan. Meskipun mereka mungkin kaya di tempat asalnya, tetapi dalam kondisi saat itu mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan sendiri. Zakat membantu mereka menyelesaikan perjalanan dan kembali ke tempat asal dengan selamat.
Semua asnaf ini disebutkan secara langsung dalam Al-Qur’an (QS. At-Taubah: 60) sebagai golongan yang sah menerima zakat. Tujuannya adalah agar zakat benar-benar menyentuh berbagai lapisan masyarakat yang sedang berada dalam kondisi sulit dan butuh uluran tangan. Menunaikan z
BERITA05/08/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Melangkah Kembali : Simbol Harapan Dan Langkah Awal Menuju Kehidupan Yang Lebih Mandiri Dan Bermartabat
Hidup sering kali membawa ujian yang tak pernah kita duga. Bagi Maryanih, warga Kelurahan Serpong Utara, kehilangan salah satu kakinya bukanlah akhir dari segalanya. Justru dari keterbatasan itu, ia menunjukkan ketegaran yang luar biasa bertahan, tersenyum, dan terus berjuang menjalani hari demi hari bersama sang suami, yang selalu setia mendampingi.
Hari itu menjadi hari yang istimewa bagi Maryanih. Ditemani sang suami, ia menerima bantuan kaki palsu dari BAZNAS Kota Tangerang Selatan, yang disalurkan melalui Program Alat Kesehatan bagi Mustahik. Bantuan ini bukan sekadar alat, melainkan simbol harapan dan langkah awal menuju kehidupan yang lebih mandiri dan bermartabat.
Sebelumnya, mobilitas Maryanih sangat terbatas. Ia hanya bisa bergantung pada tongkat dan orang lain untuk melakukan aktivitas sederhana. Namun kini, bantuan kaki palsu memberinya kesempatan untuk kembali melangkah dengan percaya diri, menjalani aktivitas harian tanpa terus bergantung pada orang lain.
Suaminya yang mengantar langsung saat penyerahan bantuan, mengungkapkan rasa syukur dan haru. Ia tak menyangka bahwa lembaga seperti BAZNAS dapat hadir dan memberi perhatian yang begitu besar bagi warganya yang sedang membutuhkan. “Terima kasih kepada BAZNAS Kota Tangerang Selatan dan para muzaki. Kaki palsu ini bukan cuma bantu istri saya jalan, tapi bantu kami bangkit. Dulu kami hanya bisa bermimpi, sekarang Allah kasih jalannya lewat tangan-tangan baik seperti kalian. Insya allah dengan bantuan ini, istri saya bisa berjualan bersama saya seperti dulu.” Ucap Suami Ibu Maryanih
Program ini menjadi wujud nyata dari pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang disalurkan secara tepat dan menyentuh langsung kehidupan mustahik. Maryanih bukan hanya mendapatkan alat bantu, tapi juga semangat baru untuk kembali berdiri secara harfiah dan maknawi.
BERITA29/07/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Pintu Gerbang Menuju Dunia Luar : Kursi Roda untuk Aufa dan Kahla
Di balik senyum sederhana yang terpancar dari wajah Adik Aufa (12 tahun) dan Adik Kahla (14 tahun), tersimpan semangat besar untuk menjalani hidup dengan lebih bahagia dan mandiri. Mereka adalah dua anak luar biasa dari Kelurahan Jombang, Kota Tangerang Selatan, yang hari ini merasakan kebahagiaan baru bukan dari mainan mahal atau liburan ke luar kota, melainkan dari hadirnya kursi roda yang sangat mereka butuhkan.
Aufa kini dibantu dengan kursi roda jenis hidrolik multifungsi, yang bisa digunakan dalam posisi duduk hingga rebah (tidur), untuk menunjang aktivitas harian dengan aman dan nyaman. Sementara Kahla menerima cerebral palsy, dirancang khusus untuk mendukung kenyamanan dan postur tubuh anak-anak dengan kebutuhan khusus.
Bantuan ini datang melalui Program Alat Kesehatan BAZNAS Kota Tangerang Selatan, yang merupakan bagian dari dana zakat dan infak para muzaki yang dipercayakan setiap bulannya. Bagi sebagian orang, kursi roda hanyalah alat, namun bagi Aufa dan Kahla ini adalah gerbang menuju dunia luar, kebebasan, dan rasa percaya diri.
Dengan alat ini, mereka kini dapat keluar rumah, berinteraksi dengan teman sebaya, menikmati udara sore, hingga menghadiri kegiatan sosial keagamaan bersama keluarga. Orang tua mereka yang selama ini berjuang dengan segala keterbatasan pun merasa sangat terbantu, baik secara emosional maupun praktis. Lebih dari sekadar alat bantu gerak, kursi roda ini adalah penguat semangat hidup, sarana edukasi sosial, dan simbol bahwa mereka tidak sendiri dalam perjuangan ini.
“Dulu, Aufa hanya bisa melihat dunia dari dalam rumah. Tapi sekarang, dia bisa keluar, tersenyum, dan ikut bermain. Kursi roda ini bukan hanya alat bantu, tapi hadiah yang membuka banyak pintu harapan. Terima kasih BAZNAS, semoga Allah membalas semua kebaikan para donatur yang telah peduli kepada anak kami.” Ucap Ibu Aufa
Terima kasih kepada para muzaki yang terus menyisihkan 2.5% dari penghasilannya untuk zakat dan infak. Kebaikan Anda menjadi langkah pertama bagi mereka untuk berjalan menuju masa depan yang lebih baik.
BERITA29/07/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Zakat Bukan Cuma Transfer: Ini 4 Makna Hebatnya dalam Al-Qur’an!
Zakat bukan sekadar nominal yang kita sisihkan. Di dalam Al-Qur’an, zakat memiliki makna yang luas dan mendalam, bukan hanya sebagai ibadah sosial, tapi juga sebagai penyucian, keberkahan, dan solusi kehidupan.
Berikut 4 makna zakat menurut Al-Qur’an:
1. Zakat bermakna Al-Barakatu
“Dan Allah Telah membuat suatu perumpanaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang sellau mereka perbuat.” (QS. An Nahl : 122)
Kelalaian dalam mensyukuri nikmat termasuk enggan berbagi lewat zakat menjadi sebab datangnya krisis sosial. Zakat adalah bentuk syukur konkret agar negeri tidak kehilangan keberkahan dan keamanan.
2. Zakat bermakna An-Numuw
“Riba yang kamu berikan agar berkembang pada harta orang lain, tidaklah berkembang dalam pandangan Allah. Adapun zakat yang kamu berikan dengan maksud memperoleh keridaan Allah, (berarti) merekalah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya).” (QS. Ar-Rum : 39)
Zakat adalah jalan melipatgandakan, bukan mengurangi. Harta yang disisihkan dengan ikhlas justru akan membuka pintu rezeki baru yang tidak disangka-sangka.
3. Zakat bermakna As-Sholahu
“Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya.” Suatu apa pun yang kamu infakkan pasti Dia akan menggantinya. Dialah sebaik-baik pemberi rezeki.” (QS. Saba : 39)
Setiap rupiah yang kita zakatkan adalah investasi ilahi. Allah menjamin balasan yang lebih baik dan lebih luas, baik dalam bentuk materi, ketenangan, atau keberkahan dalam hidup.
4. Zakat bermakna At-Thohuru
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan doakanlah mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. At-Taubah : 103)
Zakat bukan hanya membersihkan harta dari hak orang lain, tapi juga menyucikan hati dari sifat kikir, tamak, dan cinta dunia yang berlebihan. Zakat menjadikan kita lebih ringan, tenang, dan ikhlas dalam menjalani hidup. Zakat adalah jembatan kebaikan antara kita dan keberkahan hidup. Maka jangan tunda, jadikan zakat sebagai gaya hidup!
BERITA25/07/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Dari Zakat Jadi Tempat Berteduh: 4 Warga Tangsel Terima Renovasi Rumah Layak Huni
BAZNAS Kota Tangerang Selatan kembali membuktikan peran nyatanya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Melalui Program Renovasi Rumah Layak Huni (RLH), kini empat keluarga dari empat kelurahan berbeda di Kota Tangerang Selatan mendapatkan harapan baru dalam bentuk renovasi tempat tinggal. Empat rumah yang akan direnovasi tersebut milik:
Bapak Dadang dari Kelurahan Kedaung
Ibu Lilis dari Kelurahan Bakti Jaya
Bapak Ibrahim dari Kelurahan Lengkong Wetan
Ibu Arsa dari Kelurahan Pondok Benda
Tingkat bantuan RLHB yang diberikan berkisar antara Rp 10.000.000 hingga Rp 25.000.000 per rumah, disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan renovasi di lokasi. Bantuan ini bersumber dari dana zakat para muzaki yang secara konsisten menyisihkan 2,5% dari penghasilannya melalui BAZNAS.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kota Tangsel, Ahmad Rifai, didampingi oleh Afif dari Bidang Pendistribusian serta perangkat lingkungan setempat seperti RT dan tokoh masyarakat. “Program ini bukan sekadar renovasi rumah, tapi upaya memanusiakan manusia. Rumah yang layak adalah hak, dan zakat adalah jembatan menuju terpenuhinya hak itu,” Ahmad Rifai, Wakil Ketua II BAZNAS Tangsel
Para penerima manfaat menyampaikan rasa haru dan syukur atas bantuan tersebut. Bapak Ibrahim, salah satu mustahik dari Lengkong Wetan, mengungkapkan “Saya nggak nyangka rumah kami bisa diperbaiki. Terima kasih BAZNAS Tangsel, terima kasih para muzaki. Kami merasa diperhatikan, dan ini jadi semangat baru buat hidup kami.”
BAZNAS Kota Tangerang Selatan terus berkomitmen menjadikan zakat sebagai instrumen keadilan sosial. Tidak hanya dalam bentuk bantuan konsumtif, tapi juga menyentuh kebutuhan dasar yang selama ini kerap luput: tempat tinggal yang aman dan layak huni. Dengan menggandeng RT, tokoh masyarakat, serta melihat langsung kondisi lapangan, program RLH ini benar-benar menyasar mereka yang paling membutuhkan dan selama ini hidup dalam kondisi rumah tak layak.
Harapannya, rumah yang direnovasi bisa menjadi tempat tumbuhnya harapan, tempat anak-anak bisa belajar dengan nyaman, serta menjadi ruang yang menghadirkan keberkahan bagi keluarga penerima manfaat.
BERITA24/07/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Perayaan 10 Muharram dan Penyerahan SK UPZ Al-Fajar Permata Pamulang : Momentum Menebar Berkah dan Memperkuat Peran Umat
Hari Sabtu, 10 Muharram 1447 H atau bertepatan dengan 18 Juli 2025, menjadi hari penuh makna di Masjid Al-Fajar Permata Pamulang, Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Setu. Dengan semangat, umat Islam di lingkungan tersebut menggelar perayaan 10 Muharram, yang dirangkai dengan kegiatan santunan anak yatim dan penyerahan SK Unit Pengumpul Zakat (UPZ) resmi dari BAZNAS Kota Tangerang Selatan kepada Masjid Al-Fajar. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh dan elemen masyarakat, mulai dari Lurah Bakti Jaya, Ketua DMI Kecamatan Setu, Ketua UPZ Al-Fajar Eldin Rizal, serta perwakilan dari BAZNAS Kota Tangerang Selatan yakni Deni Nuryadin, Wakil Ketua IV. Melalui kegiatan ini, semangat 10 Muharram yang dikenal sebagai Lebaran Anak Yatim, dihidupkan kembali dalam bentuk nyata perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak yatim di lingkungan setempat, sekaligus membangkitkan budaya saling tolong-menolong antarwarga.
Penyerahan SK UPZ Al-Fajar menjadi bagian penting dari acara ini, sebagai bentuk penguatan sinergi antara BAZNAS Kota Tangerang Selatan dengan masjid-masjid di wilayah permukiman. Dengan adanya UPZ, penghimpunan zakat, infak, dan sedekah bisa lebih terorganisir, transparan, serta berdampak langsung kepada masyarakat sekitar. “Kami bersyukur hari ini bukan hanya berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim, tapi juga mendapat amanah baru sebagai Unit Pengumpul Zakat yang sah dan resmi. Ini bukan hanya kepercayaan, tapi tanggung jawab untuk menebar manfaat lebih luas,” Eldin Rizal, Ketua UPZ Al-Fajar
Sementara itu, dalam sambutannya, Deni Nuryadin (Waka IV BAZNAS Kota Tangerang Selatan) menyampaikan harapannya agar UPZ Al-Fajar bisa menjadi motor penggerak kebaikan di lingkungannya. “UPZ bukan hanya wadah mengumpulkan dana, tapi ladang amal yang akan menjadi tabungan abadi. Mari kita jadikan zakat sebagai kekuatan umat dan solusi sosial yang nyata.” Deni Nuryadin, Waka IV BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan penyerahan simbolis santunan kepada anak-anak yatim, diiringi senyum haru yang menyelimuti suasana. Momen ini menjadi bukti bahwa kebaikan itu akan terus hidup, ketika umat mau saling menguatkan dan berjalan bersama di jalan keberkahan.
BERITA18/07/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
SENYUM HIMPAUDI : Ajarkan Anak Bersedekah Sejak Dini
Hari Jumat, 18 Juli 2025, menjadi momen penuh makna bagi BAZNAS Kota Tangerang Selatan. Dalam semangat berbagi dan menanamkan nilai kebaikan sejak dini, BAZNAS Tangsel bersilaturahmi dengan para pendidik dan pengurus HIMPAUDI Kecamatan Setu dalam kegiatan sosialisasi program sedekah Jumat yang diberi nama SENYUM (Sedekah Nyukuri Jumat). Alhamdulillah, kehadiran BAZNAS disambut dengan penuh antusias oleh para guru PAUD dan TK yang hadir. Melalui program SENYUM, anak-anak akan diberikan kencleng sedekah Jumat sebagai media edukatif untuk mengajarkan makna syukur, berbagi, dan peduli kepada sesama sejak usia dini.
SENYUM bukan sekadar celengan, tapi simbol kepedulian yang ditanamkan pelan-pelan, tumbuh besar seiring waktu. Melalui program ini, diharapkan anak-anak dapat belajar bahwa sedekah bukan hanya milik orang dewasa, namun bisa dimulai dari sisa jajan, recehan kecil, bahkan dari niat yang tulus. Sedekah Jumat menjadi pintu pembuka untuk menumbuhkan akhlak dermawan dan cinta sesama dalam hati para generasi masa depan.
“Kami sangat senang dengan kehadiran BAZNAS dan program SENYUM ini. Ini adalah langkah luar biasa untuk mengajarkan nilai berbagi kepada anak-anak kami. Semoga bisa terus berlanjut di seluruh PAUD di Setu.” Ujar salah satu perwakilan HIMPAUDI Kecamatan Setu.
Program ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara BAZNAS dan HIMPAUDI untuk membangun karakter mulia sejak dini, agar kelak anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, peduli, dan religious, selaras dengan visi Kota Tangerang Selatan.
BERITA18/07/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Kencleng Amal Sahabat Peduli: Dari Dagangan Jadi Ladang Pahala
Di tengah hiruk-pikuk pasar dan jalanan Kecamatan Pamulang, kini hadir sebuah gerakan sederhana namun berdampak besar: KASEP (Kencleng Amal Sahabat Peduli). Program inisiasi dari BAZNAS Kota Tangerang Selatan ini menyasar para pedagang dan warga untuk belajar bersedekah sedikit demi sedikit, setiap hari, melalui sebuah kencleng kecil yang ditempatkan di lokasi usaha mereka. Bagi sebagian orang, bersedekah mungkin terasa berat. Tapi melalui KASEP, para pedagang diajak untuk memulai dari hal kecil. Selembar dua ribuan, recehan seribu rupiah, atau kembalian belanja semuanya bisa menjadi amalan yang tak ternilai jika dilakukan dengan niat tulus dan konsisten. "Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Dan semoga bukit itu bukan hanya sekadar harta, tapi menjadi pahala yang tersimpan rapi sebagai investasi kita menuju surga," kata Ikin, salah satu Koordinator Kelurahan yang aktif menggerakkan program ini.
Ia tak sekadar menyampaikan, tapi benar-benar turun ke lapangan, berdialog langsung dengan para pedagang. Ia menjelaskan bahwa gerakan ini bukan hanya soal uang, tapi soal niat dan semangat. Dari mustahik yang biasanya menerima bantuan, para pedagang kini mulai belajar menjadi munfiq yaitu orang yang berinfaq. Banyak pedagang yang awalnya ragu, tapi kemudian sadar bahwa sedekah itu memang harus dilatih. "Sedekah itu harus dipaksa dulu. Kalau nunggu ikhlas terus, keburu habis godaannya. Tapi kalau sudah terbiasa, justru jadi ketagihan untuk berbagi," ujar salah satu pedagang, sambil tersenyum sambil memasukkan uang ke kencleng.
Program KASEP ini menjadi oase spiritual di tengah aktivitas ekonomi harian. Tak hanya membangun kebiasaan baik, tapi juga mempererat rasa peduli antarwarga. Setiap koin yang masuk ke kencleng menjadi simbol kebersamaan, kekuatan niat, dan langkah kecil menuju perubahan besar. Dan tentu saja, semua ini tak lepas dari peran BAZNAS Kota Tangerang Selatan yang terus berinovasi dalam mengajak masyarakat agar menjadi bagian dari solusi. Tidak harus kaya untuk memberi. Tidak harus menunggu berkecukupan untuk peduli.
KASEP adalah bukti bahwa semua bisa jadi dermawan mulai dari kencleng kecil di sudut warung. Semoga dari kencleng kecil ini, lahir jiwa-jiwa besar yang kelak menjadi pemberi di bumi dan peraih ridha di akhirat.
BERITA18/07/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Bersama di Tengah Duka : Tenda Pengungsian untuk Warga Terdampak Longsor di Puri Pamulang
Pamulang, 17 Juli 2025 - Suasana haru dan penuh keprihatinan masih menyelimuti warga Puri Pamulang, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Hujan deras yang mengguyur sejak awal pekan akhirnya menyebabkan tanah longsor yang cukup parah pada Kamis sore, 17 Juli 2025. Sejumlah rumah terdampak, akses terganggu, dan beberapa warga terpaksa harus mengungsi demi keselamatan. Melihat kondisi yang darurat, BAZNAS Kota Tangerang Selatan langsung bergerak cepat dengan membuka tenda pengungsian darurat yang dilengkapi kebutuhan dasar untuk warga terdampak. Tenda ini menjadi tempat sementara bagi warga yang rumahnya rusak atau dinilai belum aman untuk ditinggali.
Ade Sumanta, perwakilan dari BAZNAS Tangsel yang bertugas sebagai jembatan komunikasi antara tim lapangan dan warga, menyampaikan bahwa langkah cepat ini adalah bentuk kepedulian nyata dari BAZNAS terhadap masyarakat yang tertimpa musibah. "Kami hadir bukan hanya untuk memberi bantuan, tetapi juga memastikan warga merasakan kenyamanan dan perlindungan di tengah situasi yang sulit ini. Inilah bentuk nyata dari zakat yang ditunaikan para muzaki, membantu saudara kita yang sedang terpuruk," ujar Ade Sumanta.
Tak hanya itu, BAZNAS juga turut mendistribusikan makanan siap saji, alas tidur, selimut, dan kebutuhan lainnya. Koordinasi dengan RT setempat dan relawan lokal terus dilakukan agar bantuan berjalan tepat sasaran. Ketua RT setempat, Bapak Suwandi, menyampaikan rasa terima kasih dan harapan kepada seluruh pihak yang peduli. “Terima kasih kami ucapkan kepada BAZNAS Tangsel yang sigap membantu warga kami. Di tengah kondisi seperti ini, kami sangat terbantu, bukan hanya secara logistik, tapi juga secara moral. Kehadiran tenda ini seperti cahaya di tengah gelapnya cobaan,” ujar beliau.
Kini, warga masih bergantung pada tenda tersebut sembari menunggu proses pemulihan dan penanganan lanjutan dari instansi terkait. Namun, satu hal yang pasti: semangat gotong royong dan rasa peduli yang ditunjukkan BAZNAS dan masyarakat menjadi kekuatan untuk bangkit dari keterpurukan.Karena dari musibah, kita belajar saling menguatkan. Karena dari zakat, hadir harapan dan kekuatan.
BERITA17/07/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Langkah Baru, Harapan Baru: Kaki Palsu untuk Kembali Menghidupi Keluarga
Pada awal Juli 2025, dua sosok kepala keluarga yang luar biasa, Bapak Sofwan dari Ciputat Timur dan Bapak Sukarna dari Setu, menerima bantuan kaki palsu dari BAZNAS Kota Tangerang Selatan. Bantuan ini bukan hanya soal pengganti anggota tubuh, melainkan tentang memulihkan kembali kemandirian, harapan, dan peran mereka sebagai tulang punggung keluarga.
Setelah mengalami kehilangan anggota tubuh bagian bawah akibat kondisi kesehatan yang berat, mobilitas mereka sangat terbatas. Sebagai ayah dan pencari nafkah, keterbatasan fisik ini secara langsung memengaruhi kemampuan mereka bekerja, bergerak, bahkan memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Namun hari itu menjadi titik balik dalam hidup mereka.
BAZNAS Kota Tangerang Selatan melalui program pemberdayaan mustahik menghadirkan alat bantu kaki palsu, sebagai wujud nyata dari zakat yang ditunaikan para muzaki. Kaki palsu yang diberikan telah disesuaikan secara medis agar dapat menopang aktivitas harian mereka. Dengan alat bantu ini, mereka kini bisa berjalan kembali tanpa bantuan orang lain, bekerja seperti sediakala, dan melanjutkan hidup dengan lebih percaya diri.
Dalam ungkapan syukurnya, Bapak Sofwan menyampaikan “Alhamdulillah… dengan kaki palsu ini saya bisa kembali mencari nafkah. Dulu saya hanya bisa duduk, sekarang saya bisa bantu istri, bisa pergi kerja lagi. Semoga semua yang membantu dibalas Allah dengan keberkahan.”
Senada dengan itu, Bapak Sukarna menyampaikan “Saya pikir hidup saya akan berakhir hanya di kursi. Tapi sekarang saya bisa berdiri lagi. Bisa antar anak sekolah, bisa belanja sendiri, dan yang paling penting, saya bisa kembali kerja. Terima kasih BAZNAS dan para donatur.”
Program ini menunjukkan bahwa zakat tidak berhenti pada penyaluran dana, tetapi benar-benar menyentuh aspek kemanusiaan yang paling mendasar yaitu harga diri, harapan, dan keberlanjutan hidup. Bantuan ini juga merupakan buah kolaborasi dan kepercayaan yang terus tumbuh antara BAZNAS Kota Tangerang Selatan dengan para muzaki, ASN, dan masyarakat umum yang telah menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS.
Karena sesungguhnya, kebaikan yang kita berikan hari ini bukan hanya meringankan beban sesaat, tetapi membuka lembaran hidup baru bagi mereka yang sempat kehilangan arah. Mari terus bersatu dalam kebaikan. Karena dari satu kontribusi kecil, kita bisa menggerakkan langkah-langkah besar bagi masa depan banyak keluarga. Bersama BAZNAS, kita wujudkan masyarakat yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaya.
BERITA15/07/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Karena lansia berhak bahagia, Karena zakat kita, ada senyum yang kembali merekah
Kota Tangerang Selatan, Juli 2025 - BAZNAS Kota Tangerang Selatan kembali menyalurkan keberkahan melalui Program GAUL (Gerakan Amal Untuk Lansia) tahap kedua. Ini adalah salah satu bentuk nyata perhatian kita terhadap para lansia yang telah mengabdikan hidupnya untuk keluarga, lingkungan, dan kota ini. Selama 7 hari penuh (1–9 Juli 2025), tim BAZNAS bersama Koordinator Kelurahan resmi yang memiliki SK BAZNAS serta Kesos tiap Kecamatan turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Hasilnya, sebanyak 830 lansia dari berbagai kecamatan di Kota Tangerang Selatan telah menerima bantuan berupa beras dan santunan tunai, dengan total nilai distribusi mencapai Rp 311.223.000. Bantuan ini diberikan tidak hanya sebagai bentuk tanggung jawab sosial, tetapi juga sebagai wujud kasih sayang dan penghormatan kita kepada mereka yang sering kali terlupakan di masa senjanya.
Kepala Bidang Pendistribusian BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Noor Syaibani, menyampaikan “Program GAUL ini menjadi cara kita untuk mendekatkan perhatian kepada lansia di wilayah Tangsel. Harapan kami, program ini dapat membantu meringankan beban, membawa senyum, dan memperkuat kebermanfaatan zakat untuk kesejahteraan masyarakat.”
Tentu saja, program ini tak akan terlaksana dengan baik tanpa adanya dukungan luar biasa dari para muzaki serta ASN Kota Tangerang Selatan yang telah menunaikan zakat melalui pemotongan penghasilan bulanannya. Terima kasih atas kepercayaan yang terus diberikan. Semoga Allah balas dengan keberkahan rezeki dan pahala yang terus mengalir tanpa henti.
Salah satu mustahik lansia yang menerima bantuan mengungkapkan rasa harunya “Terima kasih banyak atas bantuan ini, saya tidak menyangka masih ada yang begitu peduli. Semoga Allah balas kebaikan semuanya.”
Program GAUL bukan sekadar penyaluran bantuan, tapi bentuk penghormatan pada mereka yang telah lebih dahulu menempuh perjalanan panjang kehidupan. Mari terus bersama-sama menjaga kebaikan ini.
BERITA14/07/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Buka Jalan Menuju Sarjana : 35 Peserta Terima Beasiswa SKSS BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Sebagai bentuk nyata dalam mendukung akses pendidikan tinggi yang merata, BAZNAS Kota Tangerang Selatan kembali meluncurkan program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) tahun 2025. Dari total 80 pendaftar, sebanyak 35 peserta dinyatakan lolos seleksi dan resmi menjadi penerima manfaat program beasiswa ini. Salah satu diantaranya sudah ada yang hafal Al-Qur’an sebanyak 30 Juz.
Ceremoni penyerahan beasiswa dilaksanakan dengan penuh antusias dan haru, dihadiri oleh seluruh pimpinan BAZNAS Kota Tangerang Selatan dan Wakil Walikota Tangerang Selatan, Bapak Pilar Saga Ichsan. Para penerima beasiswa adalah generasi muda dari keluarga yang belum memiliki sarjana, dan memiliki semangat tinggi untuk menempuh pendidikan tinggi. Beasiswa SKSS disalurkan dalam bentuk bantuan dana, untuk mendukung biaya pendidikan dan kebutuhan penunjang studi. Mayoritas penerima beasiswa SKSS tahun ini melanjutkan pendidikannya di berbagai perguruan tinggi.
Dalam sambutannya, Wakil Walikota Pilar Saga Ichsan menyampaikan harapannya “Kami sangat mengapresiasi peran BAZNAS dalam menjangkau generasi muda yang berjuang mengubah masa depan keluarganya. Beasiswa ini bukan hanya soal dana, tapi tentang membuka jalan perubahan bagi satu keluarga melalui pendidikan.”
Senada dengan itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kota Tangsel, Ahmad Rifai, turut menegaskan bahwa program ini memiliki dampak jangka panjang “Melalui SKSS, kita ingin setiap keluarga memiliki ‘penyala harapan’. Kami yakin, satu sarjana dalam sebuah keluarga bisa membawa perubahan sosial dan ekonomi yang signifikan.”
Program ini juga selaras dengan motto Kota Tangerang Selatan Cerdas, Modern, dan Religius, di mana pendidikan menjadi tulang punggung utama dalam pembangunan moral, karakter, dan kesejahteraan masyarakat. Ucapan terima kasih dan air mata haru turut menyertai acara ini dari para orang tua penerima, yang melihat anak-anak mereka akhirnya bisa melangkah lebih jauh dalam pendidikan tinggi.
BERITA12/07/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
70 Pejuang Qur’an Terima Beasiswa Tahfidz SMA 2025: Menjadi Generasi Cerdas, Modern, dan Religius
Sebanyak 70 peserta resmi dinyatakan sebagai penerima Beasiswa Tahfidz Tingkat SMA Tahun 2025, yang diselenggarakan oleh BAZNAS Kota Tangerang Selatan. Acara seremonial ini berlangsung penuh khidmat dan syukur atas karunia yang Allah berikan, pada sebuah momentum penting menuju Kota yang lebih Cerdas, Modern, dan Religius.
Program ini adalah hasil sinergi BAZNAS bersama Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam rangka membangun generasi muda Qur’ani yang memiliki semangat pendidikan tinggi serta akhlak mulia. Para penerima merupakan siswa SMA yang telah berhasil menghafal minimal 3 Juz Al-Qur’an dan berdomisili di wilayah Kota Tangerang Selatan.
Penyaluran beasiswa ini mencapai total Rp 387.890.000,- dan disalurkan secara simbolis dalam kegiatan seremoni yang dihadiri oleh para pimpinan BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Asisten Daerah I, Bapak Chaerudin, serta Wakil Ketua II BAZNAS, Ahmad Rifai, para peserta dan orang tua mereka.
Dalam sambutannya, Bapak Chaerudin menyampaikan, “Program ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga investasi untuk masa depan Kota Tangerang Selatan. Kita sedang membangun generasi religius yang mencintai Al-Qur’an dan mencerminkan nilai-nilainya dalam kehidupan.”
Senada dengan itu, Ahmad Rifai, Wakil Ketua II BAZNAS Tangsel mengatakan, “Kami yakin, anak-anak inilah yang akan membawa semangat Al-Qur’an untuk kemajuan bangsa dan daerah. Mari bersama menjaga dan mendukung mereka.”
Salah satu orang tua peserta juga menyampaikan rasa harunya,“Kami bersyukur sekali. Bantuan ini sangat berarti, tidak hanya meringankan beban pendidikan tapi juga menjadi motivasi untuk anak kami terus menjaga hafalan Qur’annya.”
Program Beasiswa Tahfidz ini menjadi bentuk nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dikelola dengan amanah mampu memberikan dampak besar bagi masa depan generasi bangsa.
BERITA12/07/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Menjadi Muslim Seutuhnya: Pembinaan Akidah untuk Mualaf Kota Tangerang Selatan
Dalam semangat meneguhkan keyakinan dan mempererat ukhuwah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan bersama BAZNAS Kota Tangerang Selatan menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Pembinaan Keimanan dan Akidah bagi Mualaf”. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 9 Juli 2025, bertempat di MUI Center, Gedung Kelembagaan Kota Tangsel, Pamulang. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran dan pembinaan spiritual bagi para mualaf mereka yang baru memeluk Islam agar semakin kokoh dalam keimanan, serta memahami akidah Islam sebagai pondasi hidup yang baru.
Acara ini diisi oleh berbagai tokoh ulama dan pimpinan lembaga, salah satunya adalah Taufik Setyaudin, Wakil Ketua I BAZNAS Kota Tangerang Selatan. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya akidah yang lurus sebagai dasar setiap amal ibadah dan aktivitas hidup seorang muslim. “Akidah bukan sekadar pengetahuan, tetapi fondasi batin yang menentukan arah hidup kita. Para mualaf perlu dibekali dengan pemahaman yang benar tentang tauhid, agar mereka tak hanya berislam secara lahir, tetapi juga menyatu secara ruhani.” Taufik Setyaudin, Wakil Ketua I BAZNAS Tangsel
Beliau mengajak para mualaf untuk memperkuat keyakinan terhadap Allah SWT, sebagaimana yang tertuang dalam surah Al-Ikhlas. Bahwa keimanan harus berdiri pada pengakuan bahwa Allah adalah Esa, tidak beranak dan tidak diperanakkan, serta tidak ada yang menyamai-Nya.
Taufik juga menyinggung pentingnya toleransi sosial dan hubungan muamalah yang baik, seperti dalam hal amanah, utang-piutang, serta tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari, yang juga bagian dari syariat Islam. “Islam bukan hanya ibadah, tapi juga etika bermasyarakat. Jangan sampai kita rajin shalat, tapi lupa menunaikan hak-hak orang lain.”
Kegiatan ini turut menghadirkan KH Saidih, Ketua Umum MUI Tangsel, yang menyampaikan materi dengan gaya ringan namun mengandung nasihat mendalam. Dalam salah satu kisahnya, ia mengangkat hikmah dari kisah cinta Nabi Adam dan Siti Hawa, yang disampaikan dengan nuansa moral sosial untuk menjaga etika dan adab. “Saya doakan para mualaf bisa menapaki jejak para nabi, dan suatu hari nanti berangkat ke Tanah Suci. Di sanalah hati akan benar-benar bersujud.” KH Saidih, Ketua MUI Kota Tangsel
Kegiatan ini adalah bagian dari program Muallaf Center MUI Tangsel, dengan BAZNAS sebagai mitra utama dalam mendampingi para mualaf secara spiritual dan sosial, termasuk dalam hal dukungan kebutuhan dasar dan pemberdayaan ekonomi. Dengan kegiatan seperti ini, MUI dan BAZNAS berharap tidak hanya memperkuat keimanan para mualaf, tetapi juga mengantarkan mereka menjadi bagian utuh dari masyarakat muslim yang mandiri dan berdaya.
BERITA09/07/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
BAZNAS TANGGAP BENCANA HADIR UNTUK WARGA : TANGSEL DILANDA BANJIR & LONGSOR, LEBIH DARI 400 KK TERDAMPAK!
BAZNAS TANGGAP BENCANA HADIR UNTUK WARGA : TANGSEL DILANDA BANJIR & LONGSOR, LEBIH DARI 400 KK TERDAMPAK!
Hujan deras yang mengguyur Kota Tangerang Selatan pada Senin, 7 Juli 2025, mengakibatkan banjir dan longsor di sejumlah wilayah seperti Taman Mangu (Pondok Aren), Puri Pamulang, Pondok Maharta, serta Kampung Bulak Pondok Kacang Timur. Bencana ini menyebabkan lebih dari 400 Kepala Keluarga (KK) terdampak secara langsung. Sejumlah rumah terendam, bahkan roboh akibat derasnya air dan kondisi tanah yang labil.
Menanggapi kondisi darurat ini, Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kota Tangerang Selatan yang terdiri dari Ade Suryadi, Ade Sumanta, Nabilah Azhari, serta tim relawan lainnya, segera turun ke lapangan melakukan survey kebutuhan mendesak dan observasi titik-titik rawan. Kehadiran tim ini bertujuan untuk menilai secara langsung bantuan seperti apa yang paling diperlukan masyarakat saat ini.
“Survey ini bukan sekadar pencatatan. Kami ingin mendengar langsung keluhan warga dan melihat kondisi sesungguhnya di lapangan agar bantuan dari BAZNAS benar-benar tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan paling mendesak,” ujar Ade Suryadi, Komandan Tim BTB BAZNAS Kota Tangerang Selatan.
Sementara itu, Ketua RT di wilayah Kampung Bulak Pondok Kacang Timur turut menyampaikan kronologi singkat kondisi banjir yang mengejutkan warganya “Jam 3 sore hujan deras, jam 8 malam banjir sudah hampir sepunggung. Rumah yang ditinggikan pun tetap kemasukan air karena derasnya aliran dan tingginya genangan. Akhirnya, bapak-bapak di lingkungan kami membuat sistem penjagaan dan bergantian tidur untuk berjaga malam,” ungkapnya.
Dari hasil survey, kebutuhan utama yang sangat mendesak bagi para korban banjir dan longsor meliputi:
Makanan siap saji
Family Kit (perlengkapan kebutuhan dasar keluarga)
Alat kebersihan
Peralatan tidur (seperti selimut, bantal, tikar, dan matras)
BAZNAS Kota Tangerang Selatan terus berkoordinasi dengan pihak BPBD dan laporan dari masyarakat untuk memastikan tidak ada warga yang terlewat dari pendataan dan bantuan. Aksi ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Tangerang Selatan untuk hadir cepat tanggap dalam setiap bencana.
Kami mengajak seluruh masyarakat, para muzaki untuk ikut andil membantu saudara-saudara kita yang terdampak musibah. Bantuan Anda sangat berarti bagi mereka yang kehilangan banyak hal akibat bencana ini.
Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Tangerang Selatan. Bersama, kita ringankan beban mereka.
BERITA07/07/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
BAZNAS Tangsel Salurkan Bantuan Kesehatan untuk Ifan Fauzi, Korban Penusukan di Jurang Mangu Barat
Tangerang Selatan – 3 Juli 2025. Kejadian memilukan menimpa Ifan Fauzi, warga Kelurahan Jurang Mangu Barat, yang menjadi korban penusukan oleh seseorang yang ia kenal. Insiden tragis ini meninggalkan luka fisik dan batin yang dalam bagi Ifan dan keluarganya.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, BAZNAS Kota Tangerang Selatan hadir memberikan bantuan kesehatan kepada Ifan Fauzi. Bantuan senilai Rp 2.300.000 diserahkan langsung oleh Ade Sumanta, perwakilan dari BAZNAS Kota Tangerang Selatan, kepada korban di kediamannya.
"Kami tidak hanya menyalurkan bantuan, tapi juga membawa harapan dan dukungan moral kepada korban. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban Ifan dan mempercepat proses pemulihan,” ujar Ade Sumanta.
Kehadiran BAZNAS Tangsel disambut hangat oleh Ifan Fauzi dan keluarganya. Dengan suara terbata, Ifan menyampaikan rasa terima kasihnya "Terima kasih kepada BAZNAS Kota Tangerang Selatan dan para muzaki yang sudah peduli dan membantu saya di saat sulit ini. Semoga Allah membalas segala kebaikan kalian."
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Tangsel dalam memberikan bantuan kemanusiaan bagi warga yang tertimpa musibah dan membutuhkan uluran tangan. BAZNAS berharap, dengan kolaborasi antara para muzaki dan lembaga, semakin banyak warga yang terbantu dan dikuatkan dalam kondisi darurat.
BERITA03/07/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Sentuhan Kebaikan: Baznas Kota Tangerang Selatan Salurkan Bantuan Infak Untuk Lansia Stunting Di Posbindu Babakan
Alhamdulillah, kebaikan tak pernah salah alamat. Kamis, 3 Juli 2025 menjadi hari penuh berkah bagi para lansia di Kelurahan Babakan, Lengkong Gudang, Kota Tangerang Selatan. Melalui Program Kesehatan, BAZNAS Kota Tangerang Selatan kembali menyalurkan amanah infak dari para donatur dengan memberikan bantuan kepada para lansia stunting yang tergabung dalam kegiatan Pos Binaan Terpadu (POSBINDU).
Penyaluran bantuan ini dilaksanakan langsung di lokasi kegiatan POSBINDU dan disalurkan sebesar Rp 3.000.000, sebagai wujud perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan para lansia yang membutuhkan. Bantuan ini diserahkan oleh Supriadi, selaku perwakilan dari BAZNAS Kota Tangerang Selatan.
“Bantuan ini merupakan bentuk nyata dari kepedulian masyarakat yang telah menunaikan infaknya melalui BAZNAS. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata dan meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan,” ujar Supriadi.
Selain penyaluran bantuan, kegiatan ini juga diisi dengan pengecekan kesehatan kepada para lansia, guna memastikan kondisi fisik mereka tetap terpantau dan mendapat perhatian. Pemeriksaan meliputi tensi darah, kadar gula, dan berat badan untuk mendeteksi kondisi stunting serta potensi masalah kesehatan lainnya.
Ungkapan haru dan syukur juga disampaikan oleh salah satu penerima manfaat, Ibu Suebah, yang mengatakan “Terima kasih banyak kepada BAZNAS dan para donatur. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, semoga Allah membalas semua kebaikannya.”
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Tangerang Selatan tidak hanya hadir sebagai lembaga penyalur dana zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga sebagai penggerak semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Semoga langkah-langkah kecil ini menjadi pijakan bagi terwujudnya masyarakat Tangsel yang sehat, peduli, dan sejahtera.
BERITA03/07/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
BAZNAS KOTA TANGERANG SELATAN BANTU RENOVASI RUMAH TIDAK LAYAK HUNI DI KECAMATAN SETU
Setu, 11 Juni 2025 - Langit cerah menyambut langkah kebaikan di RT 006 RW 03, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Pagi itu, sekitar pukul 10.00 WIB, BAZNAS Kota Tangerang Selatan hadir untuk menyalurkan bantuan renovasi rumah dalam program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) kepada warga yang membutuhkan. Salah satu penerima bantuan adalah Bapak Ade, warga yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak huni.
Program RLHB adalah bagian dari komitmen BAZNAS dalam membantu pemerintah daerah menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan tiga kategori bantuan berat, sedang, dan ringan program ini menyesuaikan kondisi kerusakan rumah dengan bantuan dana yang diberikan, mulai dari Rp15 juta hingga Rp25 juta per unit rumah. Untuk rumah Bapak Ade, BAZNAS menyalurkan bantuan senilai Rp20.000.000,- sebagai bagian dari kategori renovasi sedang.
Acara pendistribusian bantuan ini dihadiri langsung oleh pimpinan BAZNAS Kota Tangerang Selatan, antara lain Ahmad Rifai (Wakil Ketua II), Tarjuni (Wakil Ketua III), serta staf pelaksana Afif Musthafa dan Ade Sumanta. Turut hadir pula jajaran pemerintah kelurahan Kademangan, seperti Jupri (Sekretaris Kelurahan), Bambang, Baihaqi, serta Ketua RT dan RW setempat.
Kehadiran BAZNAS bukan sekadar bentuk distribusi dana, tetapi juga bentuk kepedulian dan empati terhadap masyarakat kurang mampu. Program ini menjadi bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan masyarakat melalui BAZNAS, mampu memberikan dampak langsung dan nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Bantuan RLHB bukan hanya memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga memulihkan semangat dan harapan hidup warga,” ungkap Ahmad Rifai dalam sambutannya.
Kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa sinergi antara lembaga, masyarakat, dan pemerintah daerah dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun kota yang lebih sejahtera dan berkeadilan sosial.
BERITA19/06/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
