WhatsApp Icon
Dari Bencana Sumatera Hingga NTT Siswa Dan Guru Al-Fath BSD Konsisten Bergerak Untuk Kemanusiaan

Tangerang Selatan — Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh keluarga besar SD dan SMP Al Fath BSD. Melalui aksi penggalangan dana yang melibatkan para siswa dan guru, berhasil terkumpul donasi kebencanaan untuk saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur sebesar Rp48.596.500.

Donasi tersebut diserahkan kepada BAZNAS Kota Tangerang Selatan pada Rabu, 9 September 2026. Penggalangan dana ini menjadi bentuk kepedulian para murid dan guru Al Fath BSD terhadap kondisi masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Semangat kemanusiaan tersebut bukan kali pertama ditunjukkan oleh para siswa Al Fath BSD. Sebelumnya, saat bencana melanda sejumlah wilayah di Sumatera, keluarga besar Al Fath BSD juga turut menghimpun donasi sebesar Rp40.000.000 untuk membantu masyarakat terdampak. Konsistensi tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama terus ditanamkan dan diwujudkan melalui aksi nyata di lingkungan sekolah.

Salah satu perwakilan Al Fath BSD menyampaikan bahwa keterlibatan para siswa dalam penggalangan donasi merupakan bagian dari upaya menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. “Anak-anak ingin ikut peduli terhadap saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Semoga donasi yang terkumpul ini dapat membantu dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana di NTT,” ujarnya.

Melalui donasi tersebut, para siswa belajar bahwa kepedulian tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata. Setiap rupiah yang terkumpul menjadi bentuk solidaritas dari anak-anak dan guru di Tangerang Selatan untuk saudara-saudara mereka yang berada jauh di Nusa Tenggara Timur.

BAZNAS Kota Tangerang Selatan mengapresiasi kepercayaan dan kepedulian keluarga besar SD dan SMP Al Fath BSD. Donasi yang telah diserahkan akan menjadi bagian dari dukungan kemanusiaan BAZNAS untuk masyarakat terdampak bencana di NTT, sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Kepedulian yang tumbuh dari lingkungan pendidikan ini menjadi pengingat bahwa semangat kemanusiaan dapat dimulai dari hal sederhana. Dari siswa dan guru di Al Fath BSD, bantuan kembali dikirimkan untuk mereka yang sedang membutuhkan. Semoga kebaikan ini menjadi manfaat bagi masyarakat NTT sekaligus menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk terus peduli dan berbagi.

11/09/2026 | Kontributor: BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Dorong Lingkungan Lebih Sehat BAZNAS Kota Tangerang Selatan Hadirkan Sanitasi Modern Bio Kasta di Kelurahan Muncul

Tangerang Selatan — Sanitasi menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Namun, masih terdapat masyarakat yang belum memiliki fasilitas sanitasi yang layak karena berbagai kendala, mulai dari keterbatasan ekonomi hingga keterbatasan lahan untuk membangun septic tank konvensional.

Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kota Tangerang Selatan menghadirkan program sanitasi bagi masyarakat di Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu. Kegiatan sosialisasi dan penyaluran program sanitasi dilaksanakan pada Kamis, 10 September 2026, sebagai bentuk upaya BAZNAS dalam membantu masyarakat mendapatkan fasilitas sanitasi yang lebih layak dan sesuai dengan kondisi lingkungan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kota Tangerang Selatan Mohamad Subhan, Wakil Ketua III Tarjuni, Lurah Muncul, Kepala Puskesmas Setu, serta narasumber dari Bio Kasta. Dalam kegiatan ini, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai pentingnya sanitasi sekaligus pengenalan teknologi Bio Kasta sebagai salah satu solusi pengolahan limbah rumah tangga.

Bio Kasta adalah merek atau jenis tangki septik modern (septic tank) ramah lingkungan yang menggunakan teknologi pengolahan biologis untuk mengurai limbah kotoran tanpa memerlukan proses penyedotan berkala. Kehadiran teknologi ini menjadi salah satu alternatif untuk membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan maupun membutuhkan sistem sanitasi yang lebih praktis dan ramah lingkungan.

Kepala Puskesmas Setu menyampaikan bahwa keberadaan fasilitas sanitasi yang layak memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan lingkungan masyarakat. Menurutnya, sanitasi yang baik merupakan salah satu langkah penting dalam mencegah berbagai persoalan kesehatan yang dapat muncul akibat lingkungan yang tidak terjaga.

“Sanitasi sangat mempengaruhi kesehatan lingkungan. Karena itu, Puskesmas memberikan data kepada BAZNAS Kota Tangerang Selatan untuk ditinjau melalui program sanitasi dengan sistem Bio Kasta,” ujarnya.

Data yang diberikan Puskesmas Setu kemudian menjadi salah satu bahan bagi BAZNAS Kota Tangerang Selatan dalam meninjau kondisi dan kebutuhan masyarakat. Melalui sinergi tersebut, program sanitasi dapat diarahkan kepada masyarakat yang membutuhkan dan diharapkan mampu memberikan manfaat secara langsung.

Program ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kota Tangerang Selatan dalam menyalurkan manfaat zakat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Tidak hanya membantu dari sisi ekonomi, zakat juga dihadirkan melalui program yang mendukung kesehatan, kebersihan, dan kualitas lingkungan tempat masyarakat tinggal.

Dengan hadirnya fasilitas sanitasi melalui sistem Bio Kasta, masyarakat diharapkan dapat memiliki lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman. BAZNAS Kota Tangerang Selatan juga terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah wilayah dan fasilitas kesehatan agar program-program yang disalurkan dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.

10/09/2026 | Kontributor: BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Debu Vulkanik Masih Tersebar, BAZNAS Tanggap Bencana Kota Tangerang Selatan Bagikan Masker Untuk Warga

Debu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebar di sejumlah wilayah Jabodetabek turut menjadi perhatian karena masyarakat masih harus menjalankan berbagai aktivitas di luar rumah. Kondisi tersebut membuat perlindungan diri menjadi hal penting, khususnya bagi masyarakat yang setiap hari beraktivitas dan berinteraksi langsung dengan lingkungan luar.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat, Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kota Tangerang Selatan bergerak melakukan distribusi masker gratis di sejumlah titik wilayah Tangerang Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya tanggap bencana sekaligus bentuk kehadiran BAZNAS dalam membantu masyarakat menghadapi kondisi lingkungan akibat paparan abu vulkanik.

Distribusi masker dilakukan di beberapa titik, di antaranya Ciputat, Cipayung bersama Kampung Tanggap Bencana (KATANA), Jombang, dan Ciater. Tim menyasar masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas di ruang terbuka, mulai dari pengendara sepeda motor, pedagang kaki lima, pejalan kaki, hingga masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi pembagian.

Masker diberikan secara langsung kepada masyarakat sebagai perlindungan sederhana yang diharapkan dapat membantu mengurangi paparan debu dan partikel abu vulkanik selama berada di luar rumah. Kehadiran tim di tengah masyarakat juga menjadi bentuk ikhtiar untuk meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan bersama dalam menghadapi kondisi bencana.

Bagi sebagian masyarakat, aktivitas di luar rumah tidak dapat sepenuhnya dihentikan. Pedagang tetap harus berjualan, pengendara harus melakukan perjalanan, dan berbagai kebutuhan sehari-hari tetap harus dipenuhi. Karena itu, bantuan masker menjadi salah satu langkah kecil yang dapat memberikan perlindungan sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat tidak menghadapi kondisi ini sendirian.

Melalui aksi berbagi masker ini, BAZNAS Tanggap Bencana Kota Tangerang terus berupaya hadir dalam situasi yang membutuhkan kepedulian dan respons cepat. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menguatkan semangat untuk saling menjaga di tengah kondisi yang sedang dihadapi.

BAZNAS mengajak masyarakat untuk tetap waspada, memperhatikan kondisi lingkungan, serta menggunakan perlindungan yang diperlukan ketika melakukan aktivitas di luar rumah. Kepedulian dan kewaspadaan bersama menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dan keselamatan, khususnya bagi masyarakat yang harus tetap beraktivitas di tengah paparan abu vulkanik.

Semoga kondisi segera membaik, paparan abu vulkanik dapat segera berkurang, dan seluruh masyarakat senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta perlindungan.

08/09/2026 | Kontributor: BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Jelang Persalinan Rumah Rubuh Keluarga Hasan Basri Direnovasi BAZNAS Kota Tangerang Selatan

Hujan deras yang mengguyur wilayah Tangerang Selatan dalam waktu cukup lama membawa dampak bagi keluarga Hasan Basri, warga Kelurahan Kademangan. Rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal keluarganya mengalami kerusakan hingga roboh akibat tidak mampu menahan derasnya hujan. Kondisi tersebut turut menyebabkan sejumlah barang dan isi rumah mengalami kerusakan.

Rumah tersebut saat ini ditempati oleh cucu Hasan Basri bersama suaminya. Di tengah musibah yang terjadi, sang cucu juga sedang menantikan kelahiran buah hatinya yang telah memasuki usia kehamilan sembilan bulan. Kondisi rumah yang mengalami kerusakan tentu menjadi kekhawatiran tersendiri, terlebih waktu persalinan semakin dekat.

Rumah yang sebelumnya menjadi tempat berlindung kini membutuhkan perbaikan agar kembali dapat digunakan dengan aman. Kerusakan yang terjadi tidak hanya berdampak pada kondisi bangunan, tetapi juga membuat keluarga harus menghadapi ketidaknyamanan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kota Tangerang Selatan hadir melalui program Renovasi Rumah Layak Huni untuk membantu keluarga Hasan Basri memperbaiki hunian yang mengalami kerusakan. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar berupa tempat tinggal yang aman dan layak.

Penyerahan bantuan renovasi rumah secara simbolis dilaksanakan pada Senin, 31 Agustus 2026. Bantuan diserahkan oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Ahmad Rifai, dan diterima langsung oleh cucu Hasan Basri yang saat ini tengah mengandung sembilan bulan.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Rifai menyampaikan bahwa bantuan renovasi rumah ini diharapkan dapat segera direalisasikan sehingga keluarga dapat kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman. Terlebih, kondisi kehamilan yang sudah memasuki usia sembilan bulan membuat proses renovasi perlu dilakukan dengan sebaik dan secepat mungkin.

“Kami berharap proses renovasi rumah ini dapat segera dilaksanakan dan berjalan dengan lancar. Saat ini cucu Pak Hasan Basri sedang mengandung sembilan bulan, sehingga kami berharap ketika waktunya melahirkan nanti, rumah ini sudah dapat ditempati dalam kondisi yang lebih aman dan nyaman,” ujar Ahmad Rifai.

Menurut Ahmad Rifai, bantuan tersebut bukan sekadar perbaikan bangunan, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian kepada keluarga yang sedang menghadapi musibah sekaligus mempersiapkan kelahiran anggota keluarga baru. Kehadiran rumah yang layak diharapkan dapat memberikan rasa aman dan ketenangan bagi keluarga dalam menyambut kelahiran sang buah hati.

“Program Renovasi Rumah Layak Huni merupakan salah satu bentuk nyata bagaimana zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban keluarga dan menjadi awal untuk kembali membangun kehidupan yang lebih baik setelah rumah mereka mengalami kerusakan,” tambahnya.

Program Renovasi Rumah Layak Huni BAZNAS Kota Tangerang Selatan merupakan salah satu bentuk pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan diarahkan untuk membantu mustahik mendapatkan hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman sehingga dapat mendukung kualitas kehidupan keluarga.

Bagi keluarga Hasan Basri, bantuan tersebut membawa harapan baru setelah rumah yang ditempati mengalami kerusakan akibat hujan deras. Terlebih bagi sang cucu yang dalam waktu dekat akan menjalani persalinan, rumah yang aman dan nyaman menjadi kebutuhan yang semakin penting.

Renovasi diharapkan dapat segera dilakukan sehingga sebelum atau saat sang cucu melahirkan, keluarga sudah dapat menempati rumah yang lebih layak. Dengan demikian, kehadiran anggota keluarga baru nantinya dapat disambut dalam suasana yang lebih tenang, nyaman, dan penuh kebahagiaan.

Kepedulian yang diberikan melalui program ini juga menjadi gambaran bahwa zakat, infak, dan sedekah tidak hanya memberikan bantuan dalam bentuk materi, tetapi dapat menjadi bagian dari proses pemulihan kehidupan masyarakat setelah menghadapi musibah. Dukungan para muzaki dan donatur melalui BAZNAS turut membuka jalan bagi keluarga yang membutuhkan untuk kembali memiliki tempat tinggal yang layak.

BAZNAS Kota Tangerang Selatan terus berkomitmen menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Melalui program Renovasi Rumah Layak Huni, BAZNAS berharap semakin banyak keluarga yang membutuhkan dapat memiliki hunian yang lebih aman dan nyaman, sekaligus mendapatkan harapan baru untuk melanjutkan kehidupan bersama keluarga tercinta.

03/09/2026 | Kontributor: BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Renovasi Rumah Yang Lebih Layak Huni Untuk Harapan Dua Anak

TANGERANG SELATAN — Bagi Ibu Asih, rumah bukan sekadar tempat tinggal. Rumah menjadi tempat berlindung sekaligus tempat ia membesarkan dan mendampingi kedua anaknya yang masih duduk di bangku SMP. Meski kondisi hunian yang ditempatinya belum dapat dikategorikan sebagai rumah layak huni, Ibu Asih tetap berusaha menjadikan rumah tersebut sebagai tempat yang nyaman bagi kedua buah hatinya.

Ibu Asih merupakan warga Kelurahan Jelupang yang sehari-hari bekerja sebagai asisten rumah tangga di tiga tempat. Pekerjaan tersebut ia jalani untuk memenuhi kebutuhan keluarga, terutama memastikan kedua anaknya tetap dapat memperoleh pendidikan. Di tengah keterbatasan yang dimiliki, ia terus berupaya memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mempertahankan pendidikan kedua anaknya.

Namun, perjuangan tersebut harus dijalani dengan kondisi tempat tinggal yang memprihatinkan. Rumah yang ditempati Ibu Asih dan kedua anaknya memiliki bagian atap yang terbuat dari asbes dan kondisinya sudah sangat ringkih. Kerusakan pada atap terjadi secara bertahap, sementara kemampuan untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh masih terbatas.

Setiap kali terdapat bagian asbes yang patah, Ibu Asih berupaya memperbaikinya dengan menggunakan sisa asbes yang masih ada. Perbaikan dilakukan seadanya agar rumah tetap dapat digunakan sebagai tempat berlindung. Seiring waktu, tumpukan sisa asbes tersebut justru membuat kondisi atap semakin rentan dan menyebabkan keretakan di sejumlah bagian.

Ketika hujan turun, kebocoran terjadi di berbagai titik rumah. Air hujan masuk melalui celah-celah atap dan membuat kondisi di dalam rumah menjadi tidak nyaman. Sementara ketika cuaca terik, panas matahari dapat menembus bagian atap yang sudah tidak lagi mampu memberikan perlindungan dengan baik.

Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Ibu Asih yang harus menjalani aktivitas bekerja di tiga tempat demi memenuhi kebutuhan kedua anaknya yang masih bersekolah. Di tengah kesibukannya mencari nafkah, ia juga harus memastikan rumah yang menjadi tempat kedua anaknya beristirahat tetap dapat memberikan perlindungan.

Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kota Tangerang Selatan melalui program Renovasi Rumah Layak Huni menyalurkan bantuan kepada Ibu Asih dan kedua anaknya. Bantuan ini diberikan sebagai upaya membantu memperbaiki kondisi hunian agar menjadi tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi keluarga.

Dalam penyaluran bantuan tersebut, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Ahmad Rifai, didampingi staf Bidang II, turut hadir melihat kondisi rumah sekaligus menyerahkan bantuan renovasi kepada keluarga Ibu Asih.

Ahmad Rifai menyampaikan bahwa program Renovasi Rumah Layak Huni merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian BAZNAS Kota Tangerang Selatan kepada masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, hunian yang aman dan layak merupakan bagian penting dalam mendukung kehidupan keluarga, termasuk anak-anak agar dapat tumbuh dan belajar dengan lebih nyaman.

“Kami melihat bagaimana Ibu Asih terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan kedua anaknya, termasuk memastikan mereka tetap mendapatkan pendidikan. Melalui bantuan renovasi ini, kami berharap rumah yang ditempati dapat menjadi lebih aman dan nyaman, sehingga Ibu Asih dan kedua anaknya memiliki tempat berlindung yang lebih layak,” ujar Ahmad Rifai.

Ia menambahkan bahwa bantuan yang disalurkan BAZNAS merupakan amanah dari masyarakat yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Karena itu, setiap bantuan diupayakan agar dapat memberikan manfaat yang nyata dan menyentuh kebutuhan dasar para mustahik.

“Semoga bantuan ini tidak hanya memperbaiki kondisi rumah, tetapi juga memberikan semangat dan harapan baru bagi keluarga Ibu Asih. Kami juga mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS agar semakin banyak keluarga yang dapat merasakan manfaatnya,” tambahnya.

Bagi Ibu Asih, rumah yang lebih layak berarti lebih dari sekadar bangunan yang diperbaiki. Hunian tersebut menjadi tempat kedua anaknya menjalani masa sekolah dan tempat mereka kembali setelah menjalani aktivitas sehari-hari. Di tengah perjuangannya bekerja di tiga tempat, adanya tempat tinggal yang lebih aman diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi Ibu Asih dalam menjalankan perannya sebagai orang tua.

Program Renovasi Rumah Layak Huni menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana zakat, infak, dan sedekah dapat menghadirkan perubahan dalam kehidupan mustahik. Dari kepedulian para muzaki, lahir hunian yang lebih layak sekaligus harapan baru bagi keluarga yang sedang berjuang.

BAZNAS Kota Tangerang Selatan berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, termasuk melalui pemenuhan kebutuhan dasar dan pemberdayaan mustahik. Sebab, setiap kebaikan yang ditunaikan melalui zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi jalan hadirnya kehidupan yang lebih baik bagi sesama.

02/09/2026 | Kontributor: BAZNAS Kota Tangerang Selatan

Berita Terbaru

LEMBAGA UTAMA MENYEJAHTERAKAN UMAT : RAKORNAS BAZNAS 2025 SUKSES DILAKSANAKAN
LEMBAGA UTAMA MENYEJAHTERAKAN UMAT : RAKORNAS BAZNAS 2025 SUKSES DILAKSANAKAN
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, dengan penuh rasa syukur ke hadirat Allah SWT, Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) Badan Amil Zakat Nasional Tahun 2025 telah sukses terselenggara pada Selasa–Jumat, 26–29 Agustus 2025 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta. RAKORNAS BAZNAS 2025 menjadi momentum penting yang mempertemukan Pimpinan BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia dalam satu forum besar, dengan mengusung tema “Menguatkan BAZNAS dalam Mendukung Asta Cita”. Forum ini tidak hanya menjadi ruang konsolidasi, tetapi juga sarana strategis untuk merumuskan langkah bersama, memperkuat sistem, dan memperbaharui kinerja pengelolaan zakat nasional. BAZNAS hadir sebagai lembaga terpercaya dengan tiga komitmen utama, yang dikenal dengan 3A: Aman Syari – memastikan pengelolaan zakat sesuai tuntunan syariat Islam. Aman Regulasi – menjaga kepatuhan terhadap hukum dan tata kelola negara. Aman NKRI – menghadirkan zakat sebagai kekuatan yang memperkuat persatuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat. RAKORNAS 2025 diisi dengan laporan pelaksanaan kinerja, serta penyampaian materi yang komprehensif dari tokoh-tokoh penting bangsa. Hadir memberikan pemaparan, antara lain: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Agama Republik Indonesia, Kepala Badan Pusat Statistik, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. Dalam forum ini juga disampaikan strategi dan target utama BAZNAS, meliputi: Penguatan pengumpulan dan penyaluran zakat, Perencanaan dan pengembangan program, Transformasi digital dalam pengelolaan zakat, Pengendalian audit internal dan eksternal, Penguatan kapasitas SDM, keuangan, dan aspek hukum kelembagaan. RAKORNAS 2025 meneguhkan bahwa zakat bukan hanya ibadah personal, melainkan instrumen strategis pembangunan bangsa. Zakat hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat dalam bentuk bantuan pangan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga penanggulangan bencana. Dengan optimalisasi zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS berkomitmen untuk menjadi motor penggerak kesejahteraan dan penguatan sosial bangsa. “Zakat bukan hanya ibadah yang membersihkan harta, tetapi instrumen strategis yang mampu menggerakkan roda kesejahteraan bangsa. Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita menghadirkan program-program nyata dari bantuan pangan, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Inilah wujud zakat sebagai kekuatan yang menolong masyarakat dan menguatkan NKRI.” – Ketua BAZNAS RI Alhamdulillah, RAKORNAS BAZNAS 2025 telah berjalan dengan lancar, penuh semangat kebersamaan, dan menghasilkan rekomendasi strategis yang akan menjadi peta jalan BAZNAS ke depan. Dengan semangat Asta Cita, BAZNAS siap melangkah bersama, menjaga amanah umat, memperkuat sinergi, dan menghadirkan keberkahan bagi Indonesia.
BERITA02/09/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Momentum Bersejarah! Guru, Pemerintah, dan BAZNAS Bersatu dalam Gerakan Sekolah Menyenangkan
Momentum Bersejarah! Guru, Pemerintah, dan BAZNAS Bersatu dalam Gerakan Sekolah Menyenangkan
BAZNAS Kota Tangerang Selatan kembali meneguhkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan yang berkualitas dan berkarakter melalui keikutsertaannya pada kegiatan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) dengan tema “Berubah, Berbagi, dan Peduli”. Kegiatan yang digelar pada 30 Agustus 2025 bertempat di Syahida Inn UIN Jakarta, menghadirkan lebih dari 700 guru dari berbagai tingkat sekolah, serta turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Bapak Deden Deni, Kasi Penmad Kemenag Kota Tangerang Selatan, Bapak Pudin, dan PGMI, Bapak Kosim. Dalam kesempatan tersebut, Tarjuni, mewakili Pimpinan BAZNAS Kota Tangerang Selatan, menyampaikan pentingnya menjadikan nilai berubah, berbagi, dan peduli sebagai pedoman hidup, khususnya di dunia pendidikan. “Berubah menjadi keniscayaan untuk menjadi yang lebih baik, sebagaimana dalam Al Qur’an, yang artinya: ‘Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga kaum tersebut mengubah dirinya sendiri.’ Berbagi, kita harus yakin pada janji Allah, bahwa setiap harta yang dibelanjakan di jalan-Nya akan mendatangkan kemuliaan. Peduli, sebab kita hidup membutuhkan orang lain, dan di sanalah ukuran seberapa besar kemanfaatan kita bagi sesama,” ujar Tarjuni. Melalui semangat GSM ini, BAZNAS Kota Tangerang Selatan berupaya menanamkan nilai kepedulian dan kebersamaan, agar guru sebagai pilar utama pendidikan mampu menghadirkan suasana belajar yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membentuk generasi yang berkarakter, cerdas, dan penuh empati. BAZNAS Kota Tangerang Selatan percaya bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah-langkah kecil, salah satunya melalui pendidikan yang menanamkan nilai luhur kepada peserta didik. Dengan semangat berubah, berbagi, dan peduli, mari bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik, penuh keberkahan, dan berdampak luas bagi masyarakat.
BERITA30/08/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Ketika Rumah Roboh, Zakat Menegakkannya Kembali: Harapan Baru untuk Keluarga Bapak Rachman
Ketika Rumah Roboh, Zakat Menegakkannya Kembali: Harapan Baru untuk Keluarga Bapak Rachman
Kehidupan Bapak Rachman dan keluarga, warga Pamulang selama ini dijalani dalam rumah sederhana yang sudah rapuh. Dinding yang lapuk, dan atap yang hampir roboh menjadi saksi bisu perjuangan mereka bertahan hidup. Hingga akhirnya, rumah itu benar-benar roboh, menyisakan kepedihan sekaligus harapan akan kehidupan yang lebih baik. BAZNAS Kota Tangerang Selatan hadir melalui Program RLHB (Rumah Layak Huni BAZNAS) dengan memberikan bantuan sebesar Rp 18.000.000,- yang berasal dari dana zakat para muzaki. Dana ini dialokasikan untuk membangun kembali rumah Bapak Rachman agar layak, aman, dan nyaman dihuni bersama keluarga. Sebagaimana pesan Rasulullah SAW “Barangsiapa melepaskan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan di hari kiamat.” (HR. Muslim). Bapak Rachman menyampaikan rasa syukur dan harunya “Terima kasih banyak kepada BAZNAS dan para muzaki. Rumah ini adalah anugerah besar bagi kami. Semoga Allah membalas semua kebaikan Bapak/Ibu yang sudah membantu kami sekeluarga.” Program RLHB bukan sekadar renovasi rumah, tetapi juga perwujudan kasih sayang umat terhadap sesama. Rumah baru ini menjadi simbol bahwa zakat mampu mengubah kehidupan, menghadirkan senyum, dan menumbuhkan kembali semangat hidup bagi mereka yang membutuhkan. BAZNAS Kota Tangerang Selatan menyampaikan terima kasih yang tulus kepada para muzaki yang telah mempercayakan zakatnya. Dari zakat yang Anda titipkan, tumbuh harapan baru. Semoga setiap kebaikan yang Anda salurkan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.
BERITA25/08/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Merdeka Bersama, Bahagia Bersama : PWI Tangsel & BAZNAS Santuni Anak Yatim dan Dhuafa di Bulan Kemerdekaan
Merdeka Bersama, Bahagia Bersama : PWI Tangsel & BAZNAS Santuni Anak Yatim dan Dhuafa di Bulan Kemerdekaan
Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang Selatan bersama BAZNAS Kota Tangerang Selatan menggelar acara “Semangat Berbagi Sesama di Bulan Kemerdekaan”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 22 Agustus 2025 di Gedung Layanan Informasi Kota Tangerang Selatan, dan dihadiri oleh berbagai pihak, Lurah Rawa Buntu, Ketua PWI, Ketua BAZNAS Kota Tangerang Selatan, insan pers, hingga para penerima manfaat, yaitu anak yatim, piatu, dan dhuafa. Acara dibuka oleh Lurah Rawa Buntu, Wawan Darmawan, yang menekankan pentingnya perhatian terhadap generasi muda agar terhindar dari pergaulan negatif seperti narkoba dan minuman keras. Menurutnya, momentum kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai pesta, tetapi juga sebagai sarana membangun generasi yang sehat, berakhlak, dan berdaya. Sementara itu, Ketua PWI Tangsel, Ahmad Eko Susanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa kolaborasi antara wartawan dan BAZNAS menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan dengan makna mendalam, memerdekakan anak yatim dan dhuafa dari kesulitan hidup melalui santunan dan kepedulian nyata. “Kita ingin mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjadikan kemerdekaan sebagai ruang berbagi kebahagiaan, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan,” ungkapnya. Di sisi lain, Ketua BAZNAS Kota Tangerang Selatan dalam pesannya menggambarkan kemerdekaan sebagai sebuah perjuangan. “Kemerdekaan itu ibarat kita sedang berjuang untuk meraih kemenangan. Maka, dalam rangka memperingati hari kemerdekaan, kita isi dengan kegiatan yang penuh makna, salah satunya lomba. Lomba itu melatih kita berjuang, berusaha, hingga akhirnya menang, sama halnya seperti para pahlawan kita dahulu. Semoga adik-adik senantiasa dekat dengan Allah, dituntun di jalan yang benar, dan diberikan kekuatan dalam setiap perjuangan,” tuturnya. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan santunan berupa uang tunai kepada anak yatim, piatu, dan dhuafa, tetapi juga menciptakan suasana kebersamaan penuh keceriaan. Para wartawan yang hadir juga berinteraksi langsung dengan anak-anak, memberikan semangat, serta menumbuhkan keakraban yang hangat. Melalui acara ini, semangat kemerdekaan benar-benar dihidupkan bukan sekadar dengan perayaan simbolis, melainkan juga lewat kepedulian sosial yang menyentuh hati. Semoga sinergi antara PWI Kota Tangerang Selatan dan BAZNAS Kota Tangerang Selatan dapat terus terjalin, menghadirkan program-program yang bermanfaat, serta menebarkan kebahagiaan kepada masyarakat yang membutuhkan
BERITA22/08/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Kembali ke Pelukan Keluarga: BAZNAS Tangsel Antar Bapak Zakaria Pulang untuk Perawatan Intensif
Kembali ke Pelukan Keluarga: BAZNAS Tangsel Antar Bapak Zakaria Pulang untuk Perawatan Intensif
BAZNAS Kota Tangerang Selatan kembali hadir di tengah masyarakat dengan aksi nyata kepedulian sosial. Kali ini, bantuan disalurkan kepada Bapak Zakaria, warga Kelurahan Lengkong Gudang Timur yang tengah berjuang melawan penyakit diabetes parah dan membutuhkan perawatan intensif. Kondisi kesehatan Bapak Zakaria yang semakin menurun membuatnya membutuhkan perhatian dan perawatan khusus. Melalui koordinasi dengan Kesos Lengkong Gudang Timur, Ibu Gola selaku perwakilan Kesos menjembatani komunikasi antara pihak keluarga dan BAZNAS Kota Tangerang Selatan. Sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial, BAZNAS Kota Tangerang Selatan menyalurkan bantuan sebesar Rp 4.000.000. Bantuan ini digunakan untuk mendukung kebutuhan kesehatan dan keberlangsungan hidup Bapak Zakaria. Tidak hanya memberikan bantuan secara finansial, BAZNAS Kota Tangerang Selatan bersama pihak Kesos juga turut membantu memfasilitasi keberangkatan Bapak Zakaria untuk pulang ke kampung halamannya di Sleman, Yogyakarta, di mana keluarga besarnya berada dan dapat memberikan perawatan intensif serta perhatian penuh. Ade Kartadinata, perwakilan BAZNAS Kota Tangerang Selatan mengatakan “Zakat yang ditunaikan oleh para muzaki kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk mereka yang benar-benar membutuhkan. Dalam kasus ini, Bapak Zakaria tidak hanya butuh dana, tetapi juga dukungan untuk bisa kembali bersama keluarga agar mendapat perawatan yang lebih baik. Semoga bantuan ini menjadi amal jariyah dan jalan kesembuhan bagi beliau.” Kepala Kesos Lengkong Gudang Timur, Ibu Gola, juga menambahkan “Kami bersyukur atas sinergi dengan BAZNAS Tangsel. Kehadiran mereka meringankan beban Bapak Zakaria dan keluarga. Semoga langkah baik ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus peduli terhadap sesama.” Melalui bantuan ini, BAZNAS Kota Tangerang Selatan menegaskan kembali komitmennya untuk hadir bersama masyarakat, bukan hanya dalam bentuk santunan, tetapi juga dukungan nyata agar penerima manfaat dapat menjalani hidup dengan lebih baik, penuh harapan, dan kembali dikelilingi keluarga tercinta. “Dengan zakat, kita jaga kemanusiaan. Dengan kepedulian, kita bangun harapan.”
BERITA20/08/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Bantuan yang Membina, Bukan Menghukum : BAZNAS Tangsel Salurkan Bantuan Bagi Napiter
Bantuan yang Membina, Bukan Menghukum : BAZNAS Tangsel Salurkan Bantuan Bagi Napiter
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, BAZNAS Kota Tangerang Selatan menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp36.000.000 bagi narapidana terorisme (napiter) yang saat ini sedang berada dalam program pembinaan bersama Densus 88, Kesbangpol, dan Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan. Penyaluran bantuan ini berlangsung pada Sabtu, 17 Agustus 2025 di Lapangan Batalyon Kavaleri 9/SDK Serpong Utara, bertepatan dengan upacara pengibaran bendera merah putih yang dipimpin langsung oleh Walikota Tangerang Selatan, Drs. H. Benyamin Davnie. Usai pelaksanaan apel bendera, acara dilanjutkan dengan prosesi penyerahan bantuan oleh BAZNAS Kota Tangerang Selatan yang diwakili oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. Ahmad Rifai M.A. dengan didampingi perwakilan Dinas Sosial, Kesbangpol, serta Densus 88. Bantuan ini merupakan bagian dari program kemanusiaan zakat yang diarahkan untuk mendukung pembinaan, pemberdayaan, dan penanaman nilai-nilai kebangsaan bagi para napiter. Melalui bantuan berupa modal usaha maupun biaya hidup, diharapkan mereka mampu bangkit, berdaya, dan kembali menjadi bagian dari masyarakat yang produktif. Kepala Kesbangpol Kota Tangerang Selatan, Bapak Bani, menyampaikan “Bantuan ini bukan sekadar wujud kepedulian, tetapi juga langkah nyata untuk menanamkan nilai kebangsaan, merangkul, serta memberikan kesempatan kedua bagi saudara-saudara kita agar kembali berkontribusi positif bagi bangsa.” Hal senada juga diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan, Bapak Rouf, yang menambahkan “BAZNAS Tangsel bersama pemerintah berupaya menghadirkan solusi yang tidak hanya menyentuh kebutuhan dasar, tapi juga membuka jalan untuk pemberdayaan ekonomi para binaan.” Dengan semangat HUT RI ke-80, penyaluran bantuan ini diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkuat rasa persaudaraan, mempertegas komitmen kebangsaan, dan menunjukkan bahwa zakat dapat menjadi instrumen sosial yang membawa kedamaian, persatuan, dan pemberdayaan. “Dari zakat untuk kemanusiaan, dari kepedulian untuk kebangsaan.”
BERITA19/08/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
224.000 Liter Air Bersih dari Le Minerale Disalurkan BAZNAS di Gaza Utara pada Agustus 2025
224.000 Liter Air Bersih dari Le Minerale Disalurkan BAZNAS di Gaza Utara pada Agustus 2025
Gaza Utara kembali menerima uluran tangan dari rakyat Indonesia melalui BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional). Pada bulan Agustus 2025, BAZNAS bekerja sama dengan Le Minerale menyalurkan 224.000 liter air bersih bagi masyarakat yang terdampak krisis kemanusiaan di wilayah tersebut. Air bersih menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak bagi warga Gaza, terutama di tengah keterbatasan sumber daya akibat blokade dan konflik berkepanjangan. Fasilitas air minum yang layak hampir tidak tersedia, dan banyak warga terpaksa mengandalkan pasokan air yang tidak aman untuk dikonsumsi. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit, terutama bagi anak-anak dan lansia. BAZNAS, sebagai lembaga zakat nasional, berkomitmen untuk menyalurkan bantuan yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan lapangan. Melalui kemitraan strategis dengan Le Minerale, bantuan ini diangkut dan didistribusikan langsung kepada warga Gaza Utara dengan memastikan keamanan, kebersihan, dan kelayakan air. "Bantuan ini adalah wujud nyata kepedulian umat Islam Indonesia untuk saudara kita di Palestina. Air adalah sumber kehidupan, dan kami ingin memastikan bahwa di tengah krisis ini, mereka tetap memiliki akses terhadap kebutuhan dasar yang layak," Pimpinan BAZNAS RI. Kerja sama antara BAZNAS dan Le Minerale diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam upaya kemanusiaan. Bantuan ini bukan hanya sekadar angka dalam liter, tetapi simbol kepedulian dan persaudaraan lintas batas. BAZNAS mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mendukung program kemanusiaan untuk Palestina, karena setiap bantuan yang disalurkan adalah investasi kebaikan yang akan terus mengalir hingga akhirat kelak.
BERITA14/08/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Kick Off Indeks Zakat Nasional & Kajian Dampak Zakat: Akselerasi Inovasi Menuju Zakat yang Berdampak
Kick Off Indeks Zakat Nasional & Kajian Dampak Zakat: Akselerasi Inovasi Menuju Zakat yang Berdampak
Jakarta, 6 Agustus 2025 – Bertempat di Kantor BAZNAS RI, Jl. Matraman No. 34, Jakarta Timur, digelar Kick Off Pengukuran Indeks Zakat Nasional (IZN) dan Kajian Dampak Zakat (KDZ) tahun 2025. Kegiatan ini sekaligus menjadi momen peluncuran aplikasi terbaru yang akan menjadi instrumen utama dalam pemetaan dan pengukuran efektivitas pengelolaan zakat di seluruh Indonesia. Hadir dalam acara ini Ketua BAZNAS RI beserta jajaran pimpinan, termasuk Pimpinan Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, M. Hasbi Zaenal , Mohamad Subhan, dan Tarjuni mewaikili BAZNAS Kota Tangerang Selatan. Tak ketinggalan, para pimpinan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Jabodetabek juga turut hadir. Peluncuran aplikasi IZN dan KDZ menjadi langkah konkret dalam meningkatkan tata kelola zakat yang transparan, terukur, dan akuntabel. Melalui pengukuran Indeks Zakat Nasional, BAZNAS bersama para stakeholders dapat memantau sejauh mana zakat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan mustahik, pengurangan kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi umat. Sementara itu, Kajian Dampak Zakat (KDZ) memberikan data kuantitatif dan kualitatif tentang efektivitas program-program zakat. Melalui KDZ, setiap rupiah yang ditunaikan oleh muzaki dapat diukur kontribusinya terhadap perubahan nyata di masyarakat. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI menyampaikan: “Zakat bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi instrumen sosial yang sangat strategis. Dengan adanya IZN dan KDZ, kita dapat membuktikan bahwa zakat memiliki kontribusi nyata terhadap pembangunan manusia dan keadilan sosial. Mari kita wujudkan zakat yang berdampak dan terukur.” Langkah ini merupakan bagian dari transformasi zakat nasional menuju pengelolaan yang profesional, terstruktur, dan selaras dengan prinsip-prinsip keberlanjutan. Acara ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan bagian dari komitmen BAZNAS RI untuk terus mendorong inovasi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat nasional. Harapannya, hasil dari IZN dan KDZ akan menjadi rujukan kebijakan strategis serta acuan bagi para amil zakat dalam menjalankan peran pemberdayaan yang lebih berdampak.
BERITA06/08/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Kenali 8 Asnaf Zakat : Mereka yang Berhak Menerima Hakmu
Kenali 8 Asnaf Zakat : Mereka yang Berhak Menerima Hakmu
Zakat bukan sekadar kewajiban, tapi juga wujud kasih sayang dan keadilan sosial dalam Islam. Zakat merupakan salah satu dari lima rukun yang memiliki peran sosial dan ekonomi dalam masyarakat Muslim. Karena zakat merupakan suatu wujud dari keadilan, maka dari itu pendistribusiannya harus sesuai dengan kelompok-kelompoknya. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT telah menetapkan siapa saja yang berhak menerima zakat, yang dikenal dengan istilah “8 Asnaf”. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. At-Taubah ayat 60: "Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." Berikut adalah 8 golongan penerima zakat (asnaf): 1.Fakir Fakir adalah mereka yang hampir tidak memiliki harta atau penghasilan sama sekali. Bahkan untuk makan sehari-hari saja kesulitan. Mereka adalah kelompok paling membutuhkan, sehingga zakat menjadi penyambung hidup mereka agar bisa bertahan, memperoleh pangan, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar lainnya. 2. Miskin Miskin masih memiliki penghasilan, namun penghasilan tersebut tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pokok (makan, tempat tinggal, kesehatan, pendidikan). Dengan zakat, mereka bisa melengkapi kekurangan agar hidup lebih layak dan tidak terus berada dalam siklus kemiskinan. 3. Amil Amil adalah orang yang secara resmi ditunjuk untuk mengelola zakat. Mereka bekerja mulai dari mengumpulkan, mencatat, menyalurkan, hingga membuat laporan pertanggungjawaban zakat. Karena Tanggung jawab besar seorang amil adalah memberikan zakat harus pada orang yang tepat dan benar-benar membutuhkannya. 4. Mu’allaf Mu’allaf adalah orang yang baru masuk Islam dan masih dalam proses menguatkan iman. Zakat diberikan sebagai bentuk dukungan moral, spiritual, dan sosial, agar mereka mendapatkan bantuan awal dalam adaptasi hidupnya, dan semakin yakin serta teguh dalam keislaman. 5. Riqab Dulunya, riqab berarti budak yang ingin membebaskan diri. Di masa kini, riqab bisa dimaknai sebagai orang yang tertindas dan sedang berjuang untuk bebas dari kekangan (seperti korban perdagangan manusia, pekerja paksa, atau tawanan konflik). Zakat membantu mereka lepas dari belenggu ketidakadilan dan memulai kehidupan yang merdeka. Golongan ini mungkin saja sudah tidak relevan di zaman sekarang, karena praktik perbudakan sudah dihapuskan. 6. Gharim Gharim adalah orang yang memiliki utang demi kebutuhan hidup dasar (bukan untuk hal maksiat atau mewah), namun tidak mampu melunasinya. Zakat meringankan beban mereka dan mencegah jatuhnya harga diri atau krisis sosial yang lebih parah karena terlilit utang. 7. Fisabilillah Fisabilillah adalah mereka yang berjuang di jalan Allah, tidak hanya dalam peperangan, tetapi juga dalam dakwah, pendidikan, kegiatan sosial, dan penyebaran nilai-nilai Islam. Mereka berhak mendapat zakat sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan tanpa pamrih yang mereka lakukan demi umat dan agama. Namun dalam konteks sekarang, fisabilillah adalah orang-orang yang memiliki kapabilitas dalam berdakwah baik di pengajian-pengajian atau pondok pesantren. 8. Ibnu Sabil Ibnu Sabil adalah musafir yang sedang dalam perjalanan dan kehabisan bekal atau tertimpa kesulitan. Meskipun mereka mungkin kaya di tempat asalnya, tetapi dalam kondisi saat itu mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan sendiri. Zakat membantu mereka menyelesaikan perjalanan dan kembali ke tempat asal dengan selamat. Semua asnaf ini disebutkan secara langsung dalam Al-Qur’an (QS. At-Taubah: 60) sebagai golongan yang sah menerima zakat. Tujuannya adalah agar zakat benar-benar menyentuh berbagai lapisan masyarakat yang sedang berada dalam kondisi sulit dan butuh uluran tangan. Menunaikan z
BERITA05/08/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Melangkah Kembali : Simbol Harapan Dan Langkah Awal Menuju Kehidupan Yang Lebih Mandiri Dan Bermartabat
Melangkah Kembali : Simbol Harapan Dan Langkah Awal Menuju Kehidupan Yang Lebih Mandiri Dan Bermartabat
Hidup sering kali membawa ujian yang tak pernah kita duga. Bagi Maryanih, warga Kelurahan Serpong Utara, kehilangan salah satu kakinya bukanlah akhir dari segalanya. Justru dari keterbatasan itu, ia menunjukkan ketegaran yang luar biasa bertahan, tersenyum, dan terus berjuang menjalani hari demi hari bersama sang suami, yang selalu setia mendampingi. Hari itu menjadi hari yang istimewa bagi Maryanih. Ditemani sang suami, ia menerima bantuan kaki palsu dari BAZNAS Kota Tangerang Selatan, yang disalurkan melalui Program Alat Kesehatan bagi Mustahik. Bantuan ini bukan sekadar alat, melainkan simbol harapan dan langkah awal menuju kehidupan yang lebih mandiri dan bermartabat. Sebelumnya, mobilitas Maryanih sangat terbatas. Ia hanya bisa bergantung pada tongkat dan orang lain untuk melakukan aktivitas sederhana. Namun kini, bantuan kaki palsu memberinya kesempatan untuk kembali melangkah dengan percaya diri, menjalani aktivitas harian tanpa terus bergantung pada orang lain. Suaminya yang mengantar langsung saat penyerahan bantuan, mengungkapkan rasa syukur dan haru. Ia tak menyangka bahwa lembaga seperti BAZNAS dapat hadir dan memberi perhatian yang begitu besar bagi warganya yang sedang membutuhkan. “Terima kasih kepada BAZNAS Kota Tangerang Selatan dan para muzaki. Kaki palsu ini bukan cuma bantu istri saya jalan, tapi bantu kami bangkit. Dulu kami hanya bisa bermimpi, sekarang Allah kasih jalannya lewat tangan-tangan baik seperti kalian. Insya allah dengan bantuan ini, istri saya bisa berjualan bersama saya seperti dulu.” Ucap Suami Ibu Maryanih Program ini menjadi wujud nyata dari pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang disalurkan secara tepat dan menyentuh langsung kehidupan mustahik. Maryanih bukan hanya mendapatkan alat bantu, tapi juga semangat baru untuk kembali berdiri secara harfiah dan maknawi.
BERITA29/07/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Pintu Gerbang Menuju Dunia Luar : Kursi Roda untuk Aufa dan Kahla
Pintu Gerbang Menuju Dunia Luar : Kursi Roda untuk Aufa dan Kahla
Di balik senyum sederhana yang terpancar dari wajah Adik Aufa (12 tahun) dan Adik Kahla (14 tahun), tersimpan semangat besar untuk menjalani hidup dengan lebih bahagia dan mandiri. Mereka adalah dua anak luar biasa dari Kelurahan Jombang, Kota Tangerang Selatan, yang hari ini merasakan kebahagiaan baru bukan dari mainan mahal atau liburan ke luar kota, melainkan dari hadirnya kursi roda yang sangat mereka butuhkan. Aufa kini dibantu dengan kursi roda jenis hidrolik multifungsi, yang bisa digunakan dalam posisi duduk hingga rebah (tidur), untuk menunjang aktivitas harian dengan aman dan nyaman. Sementara Kahla menerima cerebral palsy, dirancang khusus untuk mendukung kenyamanan dan postur tubuh anak-anak dengan kebutuhan khusus. Bantuan ini datang melalui Program Alat Kesehatan BAZNAS Kota Tangerang Selatan, yang merupakan bagian dari dana zakat dan infak para muzaki yang dipercayakan setiap bulannya. Bagi sebagian orang, kursi roda hanyalah alat, namun bagi Aufa dan Kahla ini adalah gerbang menuju dunia luar, kebebasan, dan rasa percaya diri. Dengan alat ini, mereka kini dapat keluar rumah, berinteraksi dengan teman sebaya, menikmati udara sore, hingga menghadiri kegiatan sosial keagamaan bersama keluarga. Orang tua mereka yang selama ini berjuang dengan segala keterbatasan pun merasa sangat terbantu, baik secara emosional maupun praktis. Lebih dari sekadar alat bantu gerak, kursi roda ini adalah penguat semangat hidup, sarana edukasi sosial, dan simbol bahwa mereka tidak sendiri dalam perjuangan ini. “Dulu, Aufa hanya bisa melihat dunia dari dalam rumah. Tapi sekarang, dia bisa keluar, tersenyum, dan ikut bermain. Kursi roda ini bukan hanya alat bantu, tapi hadiah yang membuka banyak pintu harapan. Terima kasih BAZNAS, semoga Allah membalas semua kebaikan para donatur yang telah peduli kepada anak kami.” Ucap Ibu Aufa Terima kasih kepada para muzaki yang terus menyisihkan 2.5% dari penghasilannya untuk zakat dan infak. Kebaikan Anda menjadi langkah pertama bagi mereka untuk berjalan menuju masa depan yang lebih baik.
BERITA29/07/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Zakat Bukan Cuma Transfer: Ini 4 Makna Hebatnya dalam Al-Qur’an!
Zakat Bukan Cuma Transfer: Ini 4 Makna Hebatnya dalam Al-Qur’an!
Zakat bukan sekadar nominal yang kita sisihkan. Di dalam Al-Qur’an, zakat memiliki makna yang luas dan mendalam, bukan hanya sebagai ibadah sosial, tapi juga sebagai penyucian, keberkahan, dan solusi kehidupan. Berikut 4 makna zakat menurut Al-Qur’an: 1. Zakat bermakna Al-Barakatu “Dan Allah Telah membuat suatu perumpanaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang sellau mereka perbuat.” (QS. An Nahl : 122) Kelalaian dalam mensyukuri nikmat termasuk enggan berbagi lewat zakat menjadi sebab datangnya krisis sosial. Zakat adalah bentuk syukur konkret agar negeri tidak kehilangan keberkahan dan keamanan. 2. Zakat bermakna An-Numuw “Riba yang kamu berikan agar berkembang pada harta orang lain, tidaklah berkembang dalam pandangan Allah. Adapun zakat yang kamu berikan dengan maksud memperoleh keridaan Allah, (berarti) merekalah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya).” (QS. Ar-Rum : 39) Zakat adalah jalan melipatgandakan, bukan mengurangi. Harta yang disisihkan dengan ikhlas justru akan membuka pintu rezeki baru yang tidak disangka-sangka. 3. Zakat bermakna As-Sholahu “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya.” Suatu apa pun yang kamu infakkan pasti Dia akan menggantinya. Dialah sebaik-baik pemberi rezeki.” (QS. Saba : 39) Setiap rupiah yang kita zakatkan adalah investasi ilahi. Allah menjamin balasan yang lebih baik dan lebih luas, baik dalam bentuk materi, ketenangan, atau keberkahan dalam hidup. 4. Zakat bermakna At-Thohuru “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan doakanlah mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. At-Taubah : 103) Zakat bukan hanya membersihkan harta dari hak orang lain, tapi juga menyucikan hati dari sifat kikir, tamak, dan cinta dunia yang berlebihan. Zakat menjadikan kita lebih ringan, tenang, dan ikhlas dalam menjalani hidup. Zakat adalah jembatan kebaikan antara kita dan keberkahan hidup. Maka jangan tunda, jadikan zakat sebagai gaya hidup!
BERITA25/07/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Dari Zakat Jadi Tempat Berteduh: 4 Warga Tangsel Terima Renovasi Rumah Layak Huni
Dari Zakat Jadi Tempat Berteduh: 4 Warga Tangsel Terima Renovasi Rumah Layak Huni
BAZNAS Kota Tangerang Selatan kembali membuktikan peran nyatanya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Melalui Program Renovasi Rumah Layak Huni (RLH), kini empat keluarga dari empat kelurahan berbeda di Kota Tangerang Selatan mendapatkan harapan baru dalam bentuk renovasi tempat tinggal. Empat rumah yang akan direnovasi tersebut milik: Bapak Dadang dari Kelurahan Kedaung Ibu Lilis dari Kelurahan Bakti Jaya Bapak Ibrahim dari Kelurahan Lengkong Wetan Ibu Arsa dari Kelurahan Pondok Benda Tingkat bantuan RLHB yang diberikan berkisar antara Rp 10.000.000 hingga Rp 25.000.000 per rumah, disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan renovasi di lokasi. Bantuan ini bersumber dari dana zakat para muzaki yang secara konsisten menyisihkan 2,5% dari penghasilannya melalui BAZNAS. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kota Tangsel, Ahmad Rifai, didampingi oleh Afif dari Bidang Pendistribusian serta perangkat lingkungan setempat seperti RT dan tokoh masyarakat. “Program ini bukan sekadar renovasi rumah, tapi upaya memanusiakan manusia. Rumah yang layak adalah hak, dan zakat adalah jembatan menuju terpenuhinya hak itu,” Ahmad Rifai, Wakil Ketua II BAZNAS Tangsel Para penerima manfaat menyampaikan rasa haru dan syukur atas bantuan tersebut. Bapak Ibrahim, salah satu mustahik dari Lengkong Wetan, mengungkapkan “Saya nggak nyangka rumah kami bisa diperbaiki. Terima kasih BAZNAS Tangsel, terima kasih para muzaki. Kami merasa diperhatikan, dan ini jadi semangat baru buat hidup kami.” BAZNAS Kota Tangerang Selatan terus berkomitmen menjadikan zakat sebagai instrumen keadilan sosial. Tidak hanya dalam bentuk bantuan konsumtif, tapi juga menyentuh kebutuhan dasar yang selama ini kerap luput: tempat tinggal yang aman dan layak huni. Dengan menggandeng RT, tokoh masyarakat, serta melihat langsung kondisi lapangan, program RLH ini benar-benar menyasar mereka yang paling membutuhkan dan selama ini hidup dalam kondisi rumah tak layak. Harapannya, rumah yang direnovasi bisa menjadi tempat tumbuhnya harapan, tempat anak-anak bisa belajar dengan nyaman, serta menjadi ruang yang menghadirkan keberkahan bagi keluarga penerima manfaat.
BERITA24/07/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Perayaan 10 Muharram dan Penyerahan SK UPZ Al-Fajar Permata Pamulang : Momentum Menebar Berkah dan Memperkuat Peran Umat
Perayaan 10 Muharram dan Penyerahan SK UPZ Al-Fajar Permata Pamulang : Momentum Menebar Berkah dan Memperkuat Peran Umat
Hari Sabtu, 10 Muharram 1447 H atau bertepatan dengan 18 Juli 2025, menjadi hari penuh makna di Masjid Al-Fajar Permata Pamulang, Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Setu. Dengan semangat, umat Islam di lingkungan tersebut menggelar perayaan 10 Muharram, yang dirangkai dengan kegiatan santunan anak yatim dan penyerahan SK Unit Pengumpul Zakat (UPZ) resmi dari BAZNAS Kota Tangerang Selatan kepada Masjid Al-Fajar. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh dan elemen masyarakat, mulai dari Lurah Bakti Jaya, Ketua DMI Kecamatan Setu, Ketua UPZ Al-Fajar Eldin Rizal, serta perwakilan dari BAZNAS Kota Tangerang Selatan yakni Deni Nuryadin, Wakil Ketua IV. Melalui kegiatan ini, semangat 10 Muharram yang dikenal sebagai Lebaran Anak Yatim, dihidupkan kembali dalam bentuk nyata perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak yatim di lingkungan setempat, sekaligus membangkitkan budaya saling tolong-menolong antarwarga. Penyerahan SK UPZ Al-Fajar menjadi bagian penting dari acara ini, sebagai bentuk penguatan sinergi antara BAZNAS Kota Tangerang Selatan dengan masjid-masjid di wilayah permukiman. Dengan adanya UPZ, penghimpunan zakat, infak, dan sedekah bisa lebih terorganisir, transparan, serta berdampak langsung kepada masyarakat sekitar. “Kami bersyukur hari ini bukan hanya berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim, tapi juga mendapat amanah baru sebagai Unit Pengumpul Zakat yang sah dan resmi. Ini bukan hanya kepercayaan, tapi tanggung jawab untuk menebar manfaat lebih luas,” Eldin Rizal, Ketua UPZ Al-Fajar Sementara itu, dalam sambutannya, Deni Nuryadin (Waka IV BAZNAS Kota Tangerang Selatan) menyampaikan harapannya agar UPZ Al-Fajar bisa menjadi motor penggerak kebaikan di lingkungannya. “UPZ bukan hanya wadah mengumpulkan dana, tapi ladang amal yang akan menjadi tabungan abadi. Mari kita jadikan zakat sebagai kekuatan umat dan solusi sosial yang nyata.” Deni Nuryadin, Waka IV BAZNAS Kota Tangerang Selatan Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan penyerahan simbolis santunan kepada anak-anak yatim, diiringi senyum haru yang menyelimuti suasana. Momen ini menjadi bukti bahwa kebaikan itu akan terus hidup, ketika umat mau saling menguatkan dan berjalan bersama di jalan keberkahan.
BERITA18/07/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
SENYUM HIMPAUDI : Ajarkan Anak Bersedekah Sejak Dini
SENYUM HIMPAUDI : Ajarkan Anak Bersedekah Sejak Dini
Hari Jumat, 18 Juli 2025, menjadi momen penuh makna bagi BAZNAS Kota Tangerang Selatan. Dalam semangat berbagi dan menanamkan nilai kebaikan sejak dini, BAZNAS Tangsel bersilaturahmi dengan para pendidik dan pengurus HIMPAUDI Kecamatan Setu dalam kegiatan sosialisasi program sedekah Jumat yang diberi nama SENYUM (Sedekah Nyukuri Jumat). Alhamdulillah, kehadiran BAZNAS disambut dengan penuh antusias oleh para guru PAUD dan TK yang hadir. Melalui program SENYUM, anak-anak akan diberikan kencleng sedekah Jumat sebagai media edukatif untuk mengajarkan makna syukur, berbagi, dan peduli kepada sesama sejak usia dini. SENYUM bukan sekadar celengan, tapi simbol kepedulian yang ditanamkan pelan-pelan, tumbuh besar seiring waktu. Melalui program ini, diharapkan anak-anak dapat belajar bahwa sedekah bukan hanya milik orang dewasa, namun bisa dimulai dari sisa jajan, recehan kecil, bahkan dari niat yang tulus. Sedekah Jumat menjadi pintu pembuka untuk menumbuhkan akhlak dermawan dan cinta sesama dalam hati para generasi masa depan. “Kami sangat senang dengan kehadiran BAZNAS dan program SENYUM ini. Ini adalah langkah luar biasa untuk mengajarkan nilai berbagi kepada anak-anak kami. Semoga bisa terus berlanjut di seluruh PAUD di Setu.” Ujar salah satu perwakilan HIMPAUDI Kecamatan Setu. Program ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara BAZNAS dan HIMPAUDI untuk membangun karakter mulia sejak dini, agar kelak anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, peduli, dan religious, selaras dengan visi Kota Tangerang Selatan.
BERITA18/07/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Kencleng Amal Sahabat Peduli: Dari Dagangan Jadi Ladang Pahala
Kencleng Amal Sahabat Peduli: Dari Dagangan Jadi Ladang Pahala
Di tengah hiruk-pikuk pasar dan jalanan Kecamatan Pamulang, kini hadir sebuah gerakan sederhana namun berdampak besar: KASEP (Kencleng Amal Sahabat Peduli). Program inisiasi dari BAZNAS Kota Tangerang Selatan ini menyasar para pedagang dan warga untuk belajar bersedekah sedikit demi sedikit, setiap hari, melalui sebuah kencleng kecil yang ditempatkan di lokasi usaha mereka. Bagi sebagian orang, bersedekah mungkin terasa berat. Tapi melalui KASEP, para pedagang diajak untuk memulai dari hal kecil. Selembar dua ribuan, recehan seribu rupiah, atau kembalian belanja semuanya bisa menjadi amalan yang tak ternilai jika dilakukan dengan niat tulus dan konsisten. "Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Dan semoga bukit itu bukan hanya sekadar harta, tapi menjadi pahala yang tersimpan rapi sebagai investasi kita menuju surga," kata Ikin, salah satu Koordinator Kelurahan yang aktif menggerakkan program ini. Ia tak sekadar menyampaikan, tapi benar-benar turun ke lapangan, berdialog langsung dengan para pedagang. Ia menjelaskan bahwa gerakan ini bukan hanya soal uang, tapi soal niat dan semangat. Dari mustahik yang biasanya menerima bantuan, para pedagang kini mulai belajar menjadi munfiq yaitu orang yang berinfaq. Banyak pedagang yang awalnya ragu, tapi kemudian sadar bahwa sedekah itu memang harus dilatih. "Sedekah itu harus dipaksa dulu. Kalau nunggu ikhlas terus, keburu habis godaannya. Tapi kalau sudah terbiasa, justru jadi ketagihan untuk berbagi," ujar salah satu pedagang, sambil tersenyum sambil memasukkan uang ke kencleng. Program KASEP ini menjadi oase spiritual di tengah aktivitas ekonomi harian. Tak hanya membangun kebiasaan baik, tapi juga mempererat rasa peduli antarwarga. Setiap koin yang masuk ke kencleng menjadi simbol kebersamaan, kekuatan niat, dan langkah kecil menuju perubahan besar. Dan tentu saja, semua ini tak lepas dari peran BAZNAS Kota Tangerang Selatan yang terus berinovasi dalam mengajak masyarakat agar menjadi bagian dari solusi. Tidak harus kaya untuk memberi. Tidak harus menunggu berkecukupan untuk peduli. KASEP adalah bukti bahwa semua bisa jadi dermawan mulai dari kencleng kecil di sudut warung. Semoga dari kencleng kecil ini, lahir jiwa-jiwa besar yang kelak menjadi pemberi di bumi dan peraih ridha di akhirat.
BERITA18/07/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Bersama di Tengah Duka : Tenda Pengungsian untuk Warga Terdampak Longsor di Puri Pamulang
Bersama di Tengah Duka : Tenda Pengungsian untuk Warga Terdampak Longsor di Puri Pamulang
Pamulang, 17 Juli 2025 - Suasana haru dan penuh keprihatinan masih menyelimuti warga Puri Pamulang, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Hujan deras yang mengguyur sejak awal pekan akhirnya menyebabkan tanah longsor yang cukup parah pada Kamis sore, 17 Juli 2025. Sejumlah rumah terdampak, akses terganggu, dan beberapa warga terpaksa harus mengungsi demi keselamatan. Melihat kondisi yang darurat, BAZNAS Kota Tangerang Selatan langsung bergerak cepat dengan membuka tenda pengungsian darurat yang dilengkapi kebutuhan dasar untuk warga terdampak. Tenda ini menjadi tempat sementara bagi warga yang rumahnya rusak atau dinilai belum aman untuk ditinggali. Ade Sumanta, perwakilan dari BAZNAS Tangsel yang bertugas sebagai jembatan komunikasi antara tim lapangan dan warga, menyampaikan bahwa langkah cepat ini adalah bentuk kepedulian nyata dari BAZNAS terhadap masyarakat yang tertimpa musibah. "Kami hadir bukan hanya untuk memberi bantuan, tetapi juga memastikan warga merasakan kenyamanan dan perlindungan di tengah situasi yang sulit ini. Inilah bentuk nyata dari zakat yang ditunaikan para muzaki, membantu saudara kita yang sedang terpuruk," ujar Ade Sumanta. Tak hanya itu, BAZNAS juga turut mendistribusikan makanan siap saji, alas tidur, selimut, dan kebutuhan lainnya. Koordinasi dengan RT setempat dan relawan lokal terus dilakukan agar bantuan berjalan tepat sasaran. Ketua RT setempat, Bapak Suwandi, menyampaikan rasa terima kasih dan harapan kepada seluruh pihak yang peduli. “Terima kasih kami ucapkan kepada BAZNAS Tangsel yang sigap membantu warga kami. Di tengah kondisi seperti ini, kami sangat terbantu, bukan hanya secara logistik, tapi juga secara moral. Kehadiran tenda ini seperti cahaya di tengah gelapnya cobaan,” ujar beliau. Kini, warga masih bergantung pada tenda tersebut sembari menunggu proses pemulihan dan penanganan lanjutan dari instansi terkait. Namun, satu hal yang pasti: semangat gotong royong dan rasa peduli yang ditunjukkan BAZNAS dan masyarakat menjadi kekuatan untuk bangkit dari keterpurukan.Karena dari musibah, kita belajar saling menguatkan. Karena dari zakat, hadir harapan dan kekuatan.
BERITA17/07/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Langkah Baru, Harapan Baru: Kaki Palsu untuk Kembali Menghidupi Keluarga
Langkah Baru, Harapan Baru: Kaki Palsu untuk Kembali Menghidupi Keluarga
Pada awal Juli 2025, dua sosok kepala keluarga yang luar biasa, Bapak Sofwan dari Ciputat Timur dan Bapak Sukarna dari Setu, menerima bantuan kaki palsu dari BAZNAS Kota Tangerang Selatan. Bantuan ini bukan hanya soal pengganti anggota tubuh, melainkan tentang memulihkan kembali kemandirian, harapan, dan peran mereka sebagai tulang punggung keluarga. Setelah mengalami kehilangan anggota tubuh bagian bawah akibat kondisi kesehatan yang berat, mobilitas mereka sangat terbatas. Sebagai ayah dan pencari nafkah, keterbatasan fisik ini secara langsung memengaruhi kemampuan mereka bekerja, bergerak, bahkan memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Namun hari itu menjadi titik balik dalam hidup mereka. BAZNAS Kota Tangerang Selatan melalui program pemberdayaan mustahik menghadirkan alat bantu kaki palsu, sebagai wujud nyata dari zakat yang ditunaikan para muzaki. Kaki palsu yang diberikan telah disesuaikan secara medis agar dapat menopang aktivitas harian mereka. Dengan alat bantu ini, mereka kini bisa berjalan kembali tanpa bantuan orang lain, bekerja seperti sediakala, dan melanjutkan hidup dengan lebih percaya diri. Dalam ungkapan syukurnya, Bapak Sofwan menyampaikan “Alhamdulillah… dengan kaki palsu ini saya bisa kembali mencari nafkah. Dulu saya hanya bisa duduk, sekarang saya bisa bantu istri, bisa pergi kerja lagi. Semoga semua yang membantu dibalas Allah dengan keberkahan.” Senada dengan itu, Bapak Sukarna menyampaikan “Saya pikir hidup saya akan berakhir hanya di kursi. Tapi sekarang saya bisa berdiri lagi. Bisa antar anak sekolah, bisa belanja sendiri, dan yang paling penting, saya bisa kembali kerja. Terima kasih BAZNAS dan para donatur.” Program ini menunjukkan bahwa zakat tidak berhenti pada penyaluran dana, tetapi benar-benar menyentuh aspek kemanusiaan yang paling mendasar yaitu harga diri, harapan, dan keberlanjutan hidup. Bantuan ini juga merupakan buah kolaborasi dan kepercayaan yang terus tumbuh antara BAZNAS Kota Tangerang Selatan dengan para muzaki, ASN, dan masyarakat umum yang telah menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Karena sesungguhnya, kebaikan yang kita berikan hari ini bukan hanya meringankan beban sesaat, tetapi membuka lembaran hidup baru bagi mereka yang sempat kehilangan arah. Mari terus bersatu dalam kebaikan. Karena dari satu kontribusi kecil, kita bisa menggerakkan langkah-langkah besar bagi masa depan banyak keluarga. Bersama BAZNAS, kita wujudkan masyarakat yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaya.
BERITA15/07/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Karena lansia berhak bahagia, Karena zakat kita, ada senyum yang kembali merekah
Karena lansia berhak bahagia, Karena zakat kita, ada senyum yang kembali merekah
Kota Tangerang Selatan, Juli 2025 - BAZNAS Kota Tangerang Selatan kembali menyalurkan keberkahan melalui Program GAUL (Gerakan Amal Untuk Lansia) tahap kedua. Ini adalah salah satu bentuk nyata perhatian kita terhadap para lansia yang telah mengabdikan hidupnya untuk keluarga, lingkungan, dan kota ini. Selama 7 hari penuh (1–9 Juli 2025), tim BAZNAS bersama Koordinator Kelurahan resmi yang memiliki SK BAZNAS serta Kesos tiap Kecamatan turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Hasilnya, sebanyak 830 lansia dari berbagai kecamatan di Kota Tangerang Selatan telah menerima bantuan berupa beras dan santunan tunai, dengan total nilai distribusi mencapai Rp 311.223.000. Bantuan ini diberikan tidak hanya sebagai bentuk tanggung jawab sosial, tetapi juga sebagai wujud kasih sayang dan penghormatan kita kepada mereka yang sering kali terlupakan di masa senjanya. Kepala Bidang Pendistribusian BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Noor Syaibani, menyampaikan “Program GAUL ini menjadi cara kita untuk mendekatkan perhatian kepada lansia di wilayah Tangsel. Harapan kami, program ini dapat membantu meringankan beban, membawa senyum, dan memperkuat kebermanfaatan zakat untuk kesejahteraan masyarakat.” Tentu saja, program ini tak akan terlaksana dengan baik tanpa adanya dukungan luar biasa dari para muzaki serta ASN Kota Tangerang Selatan yang telah menunaikan zakat melalui pemotongan penghasilan bulanannya. Terima kasih atas kepercayaan yang terus diberikan. Semoga Allah balas dengan keberkahan rezeki dan pahala yang terus mengalir tanpa henti. Salah satu mustahik lansia yang menerima bantuan mengungkapkan rasa harunya “Terima kasih banyak atas bantuan ini, saya tidak menyangka masih ada yang begitu peduli. Semoga Allah balas kebaikan semuanya.” Program GAUL bukan sekadar penyaluran bantuan, tapi bentuk penghormatan pada mereka yang telah lebih dahulu menempuh perjalanan panjang kehidupan. Mari terus bersama-sama menjaga kebaikan ini.
BERITA14/07/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Buka Jalan Menuju Sarjana : 35 Peserta Terima Beasiswa SKSS BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Buka Jalan Menuju Sarjana : 35 Peserta Terima Beasiswa SKSS BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Sebagai bentuk nyata dalam mendukung akses pendidikan tinggi yang merata, BAZNAS Kota Tangerang Selatan kembali meluncurkan program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) tahun 2025. Dari total 80 pendaftar, sebanyak 35 peserta dinyatakan lolos seleksi dan resmi menjadi penerima manfaat program beasiswa ini. Salah satu diantaranya sudah ada yang hafal Al-Qur’an sebanyak 30 Juz. Ceremoni penyerahan beasiswa dilaksanakan dengan penuh antusias dan haru, dihadiri oleh seluruh pimpinan BAZNAS Kota Tangerang Selatan dan Wakil Walikota Tangerang Selatan, Bapak Pilar Saga Ichsan. Para penerima beasiswa adalah generasi muda dari keluarga yang belum memiliki sarjana, dan memiliki semangat tinggi untuk menempuh pendidikan tinggi. Beasiswa SKSS disalurkan dalam bentuk bantuan dana, untuk mendukung biaya pendidikan dan kebutuhan penunjang studi. Mayoritas penerima beasiswa SKSS tahun ini melanjutkan pendidikannya di berbagai perguruan tinggi. Dalam sambutannya, Wakil Walikota Pilar Saga Ichsan menyampaikan harapannya “Kami sangat mengapresiasi peran BAZNAS dalam menjangkau generasi muda yang berjuang mengubah masa depan keluarganya. Beasiswa ini bukan hanya soal dana, tapi tentang membuka jalan perubahan bagi satu keluarga melalui pendidikan.” Senada dengan itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kota Tangsel, Ahmad Rifai, turut menegaskan bahwa program ini memiliki dampak jangka panjang “Melalui SKSS, kita ingin setiap keluarga memiliki ‘penyala harapan’. Kami yakin, satu sarjana dalam sebuah keluarga bisa membawa perubahan sosial dan ekonomi yang signifikan.” Program ini juga selaras dengan motto Kota Tangerang Selatan Cerdas, Modern, dan Religius, di mana pendidikan menjadi tulang punggung utama dalam pembangunan moral, karakter, dan kesejahteraan masyarakat. Ucapan terima kasih dan air mata haru turut menyertai acara ini dari para orang tua penerima, yang melihat anak-anak mereka akhirnya bisa melangkah lebih jauh dalam pendidikan tinggi.
BERITA12/07/2025 | BAZNAS Kota Tangerang Selatan
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Tangerang Selatan.

Lihat Daftar Rekening →